Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 8 Part 1

Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 8 Part 1 – Episode sebelumnya ada di tulisan yang ini... untuk selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa guys, terima kasih sudah senantiasa sabar menanti di besoksore.com yaaa….

Dan malam ini, Da Da tidak bisa tidur dengan nyenyak.

***

Sedangkan Young Gu dengan stiker di lengan bertulisakan A plus-plus berada di depan rumah Da Da. Ia hanya sesekali memandang jendela kamar tidur Da Da.

****

Pagi ini, Young Gu memberikan Da Da sarapan lagi. “Roti lapis tuna, khusus untukmu. Menurut penelitian, makan tuna untuk sarapan membantu kita berpikir lebih baik, jadi, kubuatkan ini untukmu.”

“Ya, terima kasih.”

Kemudian, Da Da mendapatkan telepn dari Nam Bo Won.

“Nam Bo Won? Tapi ini bukan nomor teleponmu.”

“Aku harus ganti nomor. Maaf aku belum memberitahumu. Aku akan jemput Zero Nine hari ini, sesuai janji. Aku akan tiba pukul 11 pagi. Tidak masalah bagimu?”

“Ya. Tentu.”

“Kalau begitu, sampai nanti.” Telepon pun ditutup.

Da Da berkata pada Young Gu. “Nam Bo Won akan menjemputmu hari ini.”

“Baik, pacar.” Aaammmpunnn daaah Yeo Jin Goo senyum terus sampai saya meleleh.

****

“Ya. Profesor, Ini Bo Won. Bagaimana keadaanmu? Aku perlu menemuimu untuk membahas hal yang mendesak. Aku tidak punya banyak waktu sekarang, jadi…bisakah kita bertemu langsung? Yaaa… kuhubungi segitu aku bisa. Ya, terima kasih. Akan kukabari nanti.” Nam Bo Won melakukan percakapan via telepon dalam bahasa inggris.

Dan Nam Bo Won sudah menyiapkan dua tiket pesawat.

****

Nam Bo Won yang dinanti pun akhirnya datang.

“Kamu baik-baik saja?” Tanya Bo Won.

“Ya. Sebentar…”

Da Da memangil Young Gi di lantai atas. Sedangkan Young Gu sendiri sedang sibuk mengambil stiker AA plus dari lemari dan ditempel ke tubuhnya.

****

Da Da bertanya pada Nam Bo Won. “Ke mana Young Gu akan dikirim?”

“Young Gu? Maksudnya Zero Nine? Bagaimana kamu bisa memberinya nama sepayah itu?”

“Bukan begitu…”

“Intiya, aku tidak bisa memberitahumu dia akan ke mana.”

“Baiklah…”

Young Gu pun muncul. “Zero Nine, ayo pergi. Kita tidak punya waktu.”

“Sampai jumpa, Yeoja Chinggu.” Ucap Bo Won yang masih ada senyum di wajahnya.

****

Young Gu masuk ke dalam mobil, ia masih mandangi stiker di dadanya.

“Dongsaeng-ah… cinta pertama memang ditakdirkan akan menyakitkan. Bertahanlah. Uji coba berkahir tengah malam ini, kamu akan diatur ulang. Kita akan pergi sekarang.”

Mobil putih itu pun melaju. Tapi malah berhenti mendadak.

“Kenapa terus memintaku berhenti? Perjalanan masih jauh. Aku akan terluka. Aku sungguh mengerti, tapi…..”

Dan Young Gu malah mengambil sesuatu dari lubang mobil.

“Apa yang kamu lakukan?” Nam Bo Won berteriak.

“Apa ini?” Tanya Young Gu.

“Ini pelacak, lokasi bukan?” *inilah mengapa pas Nam Bo Won bilang terima kasih ke temennya terus temennya bilang nggak perlu bilang terima kasih.

****

Tuan Ko datang bersama dengan pegawai lain, sampai di suatu tempat.

“di sini tempatnya?”

“Ya. Pak, mereka parkir di dekat sini.”

****

Nam Bo Won mengumpat…. “Hwang In Hyuk, si berengsek itu!”

****

Kemudian Pak Ko pun menemukan mobil Nam Bo Won. Saat mobil dibuka, ternyata sudah kosong.

Bo Won dan Young Gu pun terlihat Tuan Ko. Akhirnya terjadi aksi kejar-kejaran… dan fokus dua orang pengejar ini adalah Zero Nine. Bukan Nam Bo Won.

“Tuan… aku sudah tidak kuat lagi.”

“Kronos Heaven tidak akan membiarkan kesalhan satu pun.” Wkwkwkkw udah pada engap nih melawan robot.

“Kita kehilangan dia. Dia sudah lolos.”

Tapi ternyata, orang yang dikira Zero Nine malah lagi ngadem. Setelah didekati oleh orang suruhan Pak Ko.

Kwonggg kwooong kwooong…. zonk… ternyata Nam Bo Won.

*jadi sebelum kejar-kejaran. Mereka (Nam Bo Won dan Zero Nine) sudah tukeran topi. Kilas balik yaa…

“Aku akan mengalihkan mereka semampuku. Sementara itu, ambil ini dan pergilah ke pelabuhan Incheon.” Wkwkwkw mian aku pikir tiket pesawat coba. “Hyung akan menyusulmu. Mengerti?”

Udahhh kilas balik gitu aja.

****

“Ke mana kamu mengirim Zero Nine?” Tanya Pak Ko.

“Di mana dia berengsek!!!”

“In Hyuk, teganya kamu melakukan ini kepadaku?”

“Teman, aku pantas mendapatkan penghasilan. Kamu tidak setuju? Cepat katakan kepada kami. Di mana Zero Nine?”

“Aku tidak tahu berengsek.” Jawab Nam Bo Won.

Tuan Ko mencengkeram kerah Nam Bo Won. “Kamu akan menghancurkan hidupmu hanya karena robot sial itu? Sudah kubilang bukan? Tugas kita selesai setelah menjual produk kepada klien!”

“Kenapa itu akhir tugas kita? Kenapa? Jika membuatnya, kita harus bertanggung jawab sampai akhir. Kenapa kita harus menelantarkan mereka? Aku tidak bisa mengirim Zero Nine kepada Diana, wanita mengerikan itu. Aku tidak akan mengirimkan dia kepadanya!!! Aku tidak mau kehilangan dia dan menyesalinya seperti waktu itu! Kali ini, aku akan melindunginya apa pun yang terjadi.”

“Baik. Aku mengerti. Aku akan kembali dan bicarakan semuanya dengan kantor pusat. Tapi kamu harus berhenti sekarang. Ini peluang terkahir yang bisa kuberikan kepadamu.”

“Bapak sungguh-sungguh?”

“Ya. Ke mana kamu mengirimkan Zero Nine?”

“Aku janji akan menemuinya di sini.”

“Ahhh aku mengerti. Baiklah. Kalau begitu. Ayo duduk.” Ucap Pak Ko. “Kapan dia akan datang.”

Saat In Hyuk dan Tuan Ko lengah. Nam Bo Won ngacir pergi kayak bajaj.

Dan nggak paham. masa Nam Bo Won minjem sepedanya bocah yang lagi pada main coba, wkwkwkwkkw. Dan karena jalanan menurun, udah kayak serodotan gitu cuy.

Sayangnya, Nam Bo Won pas nyebrang nggak lihat-lihat kayak mediang kucingnya mimin.

Sepertinya terjadi kecelakaan.

Nyambung ke bagian 2 yak cuy. klik di sini kelanjutannya.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat