Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 8 Part 2

Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 8 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa guys. Terima kasih sudah membaca dan mampir di sini yak!!!

Di dalam keramaian, Young Gu berjalan sendirian.

***

“Apa yang terjadi?” Tanya Pak Ko.

In Hyuk menjawab. “Begini… aku mencari ke mana-mana, tapi tidak menemukan Nam Bo Won. Apa yang harus kita lakukan?”

“Kita harus menemukan Zero Nine malam ini dan mengirimkannya ke Diana. Jika tidak, tamatlah riwayat kita.”

Kemudian karyawan lain datang. “Tuan. Kutemukan ini di dalam mobil manager Nam.” Ternyata sebuah bon kontan.

“Tiket naik kapal?” Ucap Pak Ko usai melihat bonnya.

“Kamu pikir dia mencoba kabur naik kapal?”

“Incehon…” Ucap Tuan Ko.

****

Di dermaga. Young Gu menunggu.

****

“Kupikir akhirnya kita bisa beristirahat selesai syuting. Sulit dipercaya kita di sini mengembalikan peralatan untuk Tim Peralatan, mestinya ini pekerjaan mereka. Kenapa ini terjadi pada kita?” Tanya Yoo Jin saat menurunkan barang.

“Tim peralatan pergi liburan setelah syuting berakhir.”

“Sudah pergi?”

“Aku juga harus memeriksa sesuatu di stasiun TV. Bisa kuselesaikan selagi kita di sini. Kamu bilan harus segera pergi? Ada apa?” Tanya Da Da.

“Masalahnya, parsel baru tiba di tempatku. Isinya boneka aksi edisi khusus.”

“Pulanglah.” Ucap Da Da.

“Kukatakan ini karena mungkin ada yang mencurinya. Aku sungguh minta maaf Eom Da Da.”

****

Da Da pun masuk sendirian.

Di saat yang sama, ada Ma Wang Joon dan managernya.

“Wawancara ini amat singkat. Untuk merayakan tamatnya drama. Jangan merasa terlalu tertekan. Kubawa daftar pertanyaannya. Jawab pertanyaannya berdasarkan ini. Kudengar pewawancaranya gadis yang sangat seksi. Kamu mendengarku?”

****

Da Da pun memberikan barang yang ia bawa.

“Ini dari tim Doctor Alphago. Aah apa ini? Ada darah di maskernya. Ini sangat menyebalkan. Aku selalu minta kalian hati-hati dengan barang begini.” Ucap ahjumma.

“Sejujurnya, aku bukan anggota peralatan tim.”

“Kenapa kalian selalu mengatakan alasan yang sama? Kalian selalu bilang ini bukan salah kalian.”

“Aku sebenarnya…”

“Yang benar saja. Apa yang kamu lakukan tentang ini?”

“Aku akan hapus catnya.”

“Baiklah kalau begitu.”

***

Da Da akhirnya melakukan pekerjaan tambahan. Ia membersihkan cat pada topeng.

“Kenapa tidak mau lepas?”

Tak lama, ada segerombolan Wang Joon dan sirkusnya…

“Akkkk Wang Joon, aku sangat terhormat bisa mewawancaraimu. Aku penggemar berat. Ma Wang Joon berkulit mulus!!!”

“Sudah lama dia tidak diwawancarai, tolong jangan kasar kepadanya.” Ucap Manager.

“Aku merasa terhormat bisa mewawancarainya. Lagi pula, dia Ma Wang Joon. Omong-omong, kudengar ada penguntit membobol masuk rumahmu.”

“Ahhh ya.”

“Apakah sungguh penguntit? Kamu yakin dia sebenarnya bukan pacar rahasiamu?”

Manager menjawab. “Astagaa. Apa maksudmu?”

“Omong kosong. Aku tidak punya pacar.”

“Kenapa tidak? Apa salahnya punya pacar? Sejujurnya, lebih aneh jika orang sepertimu melajang.”

“Buat apa aku repot mengencani orang? Itu sangat menyesakkan.” Jawab Wang Joon yang semua percakapan ini didengarkan olah Da Da.

“Tapi kamu tidak pernah terlibat skandal cinta sejak debutmu.”

“Karena itu menghalangiku.”

“Menghalangi?”

“Jika aku punya pacar, dia akan jadi hambatan bagi kesuksesanku. Lebih baik tetap melajang, itu lebih nyaman.”

“Astagaaa kamu sangat profesional. Itu berarti kamu menikah dengan karirmu? Omooo… kamu sangat mengesankan. Itu berarti kamu sudah menikah.”

“Maaf, jadwal kami padat.” Ucap manager.

Mereka pun pergi. Sedangkan Da Da yang mendengarnya terlihat berkaca-kaca.

*****

Young Gu masih menunggu.

****

Ada seorang gelandangan menyanyi sambil membawa troli. Gelandangan ini melihat Young Gu mengacak-acak sampah.

“Siapa pengemis mencurigakan ini? Kamu pikir kamu siapa? Ini adalah wilayahku. Aigoooo… kamu mengabaikanku? Aku bisa tahu kamu orang baru. Tapi kita juga punya aturan. Pergilah selagi aku sedang baik.”

Kemudian Young Gu malah memberikan payung. “Kamu akan butuh ini.” Kemudian Young Gu pun pergi.

“Apa itu? Orang gila kok tampan? Hidupku akan lebih baik jika wajahku begitu.”

Kemudian langsung saja turun hujan. Dan gelandangan itu justru melindungi anjingnya dengan payung yang rusak.

****

Da Da keluar gedung. Di luar turun hujan. Ia masih bersedih karena mengingat ucapan dari Wang Joon. Yang katanya punya pacar akan menjadikan beban.

Da Da pun pulang. Ia masuk ke rumahnya yang terasa begitu sepi. Saat membuka kulkas, rupanya kulkas rusak lagi.

Saat masuk toilet. Lemari gantung yang tempo hari jatuh sudah diperbaiki. Tentu saja yang melakukannya adalah Young Gu.

Young Gu juga memperbaiki banyak hal di rumah itu. Dan kenangan-kenangan selama seminggu itu pun datang lagi. Kali ini, ingatan tentang Young Gu.

“Kamu pasti sudah gila Eom Da Da. Kenapa kamu terus memikirkan dia? Hentikan itu.”

Lanjut ke bagian 3 yaaa…. klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat