Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 3 Part 2

Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 3 Part 2 – Episode sebelumnya ada di tulisan yang ini yaaa guyssss…

Da Da sudah ada di rumah sakit.

“Pasien…. kamu baik-baik saja?” Tanya suster.

Da Da pun terbangun.  “Apa yang terjadi? Di mana aku?”

“Ini UGD rumah sakit. Kamu datang setelah kepalamu terbentur saat tabrakkan.”

“Ahhh yaaaa…” Da Da pun mengingat wajah manis Zero Nine yang mengedipkan satu mata padanya. “Aku menabrak seseorang, apa pria itu baik-baik saja?”

“Tidak ada yang datang ke UGD bersamamu.”

“Mustahil.”

“Walimu ada di luar. Mau menanyakannya?”

“Waliku?”

“Ya. Pacarmu. Dia sangat tampan.”

“Jangan-jangan….”

Da Da pun berlari ke luar. Emanggg yaaa… orang koreya kalau dibawa ke UGD langsung bisa pada lari gitu.

“Apa yang terjadi pada pacarku? Apa dia baik-baik saja? Dokter tolong selamatkan dia. Aku bisa mati tanpanya.”

Dan Da Da malah menyebut nama “Wang Joon Ahhhhhh…”

Ehh suara TV anjay. Wkwkwkwkkwkwkwkwkkw

“Aku sudah gila.”

Dari arah belakang. Ada yang noel-noel Da Da dua kali.

“Kamu… apa kamu baik-baik saja? Kamu tertabrak mobil.”

“Jangan khawatir. Aku pria kuat.”

“Syukurlah kalau begitu. Aku takut hal buruk terjadi. Omong-omong, apa yang kamu lakukan di dalam kotak boneka itu? Orang macam apa kamu ini?”

“Aku bukan orang.”

“Apa?” Da Da pun tertawa. “Apa maksudmu? Lantas kamu apa kalau bukan orang?”

“Aku….”

“Nona Eom Da Da….” Dokter pun datang. “Apa kamu merasakan sakit?”

“Tidak.”

“Kamu marasa pusing atau mual?”

“Tidak.”

“Bagus. Untung pacarmu menyelamatkanmu. Dia membawa ke sini segera setelah kecelakaan itu, kami segera menanganimu.”

“Pacarku?” Da Da masih bingung.

Zero Nine pun tersenyum. “Bukan… dia bukan pacarku.” Ucap Da Da. “Kami baru saja bertemu hari ini.”

“Kamu bilang dia pacarmu?” Dokter bertanya pada Zero Nine.

“Ya. Itu benar. Dia pacarku.”

Dan….. Da Da dikiran linglung cuy sama suster dan dokter. Wkwkwkwkkw…. duhhh kalau nggak mau buat mimin aja boleh lah.

Dokter menjelaskan pada Zero Nine. “Dia tidak mengalami cidera eksternal. Dia bisa pulang hari ini. Jika gejalanya tidak hilang, bawa dia kembali kemari.”

“Baik. Terima kasih banyak atas bantuannya.” Ucap Zero Nine.

****

Da Da duduk. Di belakangnya ada 3 emak netizen rempong.

“Jika pacarku menunggu dengan pakaian itu, aku kan menabrakkkan mobilku. Hari juga belum gelap, ya? Apa kalian sungguh tidak pacaran?” ahjumma mulai kepo.

“Tidak.” Jawab Da Da.

“Kalau begitu. Boleh kuminta nomormu?” Tanya ahjumma pada Zero Nine.

“Maaf. Satu-satunya wanita untukku…” Tangan Da Da diambil. “Ada di sini.”

“Apa kamu sudah gila? Kenapa aku pacarmu?”

“Kamu tidak ingat? Kamu menciumku?”

“Itu hanya kesalahan. Kita hanya bersentuhan. Seperti aku baru saja menabrakmu dengan mobilku. Apa itu masalahnya? Apa kamu ingin aku membayar atas kecelakaan ini?”

“Tidak. Aku akan bertanggung jawab penuh.” Zero Nine pun makin manis anjayyyyyy…. “Kamu cukup melihatku saja. Pacarku. Itu saja yang kubutuhkan.”

“Ini gila. Bangunlah sekarang. Dan jangan terlalu kaku.”

Kemudian nama Da Da pun dipanggil kembali untuk mengurus adm rumah sakit.

Zero Nine pun langsung maju dan mengurusnya.

****

Da Da berjalan di jalanan sambil bicara sendiri. “Apa yang dia lakukan di kotak boneka? Dan kenapa dia menjadi pecarku hanya karena kami pernah kissue? Edan. Dia sudah edan.”

Kemudian, Zero Nine mengejar…. “Yeoja Chinggu…….. pacarku ada apa? Apa aku melakukan kesalahan?”

“Aku ingin bertanya itu. Kenapa kamu melakukan ini kepadaku?”

Da Da kemudian pergi dengan taxi. Zero Nine pun ditinggal kayak kucing kecil.

****

“Siapa dia? Apa ini jenis kejahatan baru? Hampir saja. Aku nyaris tidak bisa lolos.” Ucap Da Da yang masih aja ngomong sendirian.

****

Da Da turun dari taxi. Ia melihat foto DPO. “Banyak kejatan akhir-akhir ini.” Ucap Da Da.

Kemudian di sampingnya sudah ada Zero Nine. “Ya itu benar.”

Da Da pun kaget lagi. “Kenapa kamu tbtb ada di sini?”

“Kenapa kamu pergi lebih dahulu? Aku khawatir.”

Da Da lari lagi….. “Tunggu… pacarku pelan-pelan…. kamu bisa terluka.” Tangan Da Da pun ditarik.

“Lepaskan. Berhentilah mengikutiku.”

“Tidak. Kemanapun kamu pergi, pacarku, aku akan mengikuti. Bahkan jika sampai ke ujung dunia. Aku akan mengikutimu.”

“Tunggu…”

Da Da pun lari kembali.

****

Nam Bo Won akhirnya mencari Zero Nine. “Menurut signal GPS, dia ada di sekitar sini. Haruskah aku membuat rencana? Ke mana dia dikirIm?”

***

Da Da berlari ke bangunan yang sedang dalam proses pembuatan. Udah kek film india nihhhh… yang kejar kejaran.

Da Da menabok-nabok ponselnya yang rusak agar ponselnya bisa menyala. “Tolong berfungsilah.”

Karena tidak berhati-hati. Da Da menyandung sesuatu dan membuat tiang jadi jatuh. Besi-besi pun berjatuhan menimpa Da Da.

Dan seperti superhero. Zero Nine pun melindungi Da Da.

“Kamu baik-baik saja? Pacarku?”

“Kamu sebenarnya siapa?”

Besi tertusuk di dada Zero Nine.

Tak lama, Nam Bo Won pun datang.

“Zero Nineee….”

****

Ma Wang Joon masih dengan aktivitas olahraganya. Managernya pun membuatkan jus.

“Kamu tidak punya pilihan. Kamu ada jadwal pemotretan.” Ucap manager saat melihat Wang Joon enggan menimun jus.

Manager mengeluarkan kue. “yak… kamu ingat kue ini? Da Da pasti datang untuk memberi ini. Kurasa dia berhasil. Aku harus menelponnya nanti.”

“Jangan.”

“Kenapa?”

“Kami sudah putus.”

“Apa? Dia ingin putus setelah kemarin? Dia tidak bisa melakukan ini.”

“Tidak. Aku yang meminta putus.”

“Kenapa? Kenapa kamu meminta putus? Beraninya kamu???? Sudah 7 tahun. Kamu mencampakkannya setelah dia menghabiskan tahun terbaiknya denganmu? Dan kamu menyebut dirimu manusia?”

“Ya. Aku manusia. Itulah alasannya. Karena kamu manusia. Mana mungkin aku tidak berubah setelah 7 tahun. Aku manusia, bukan?”

“Apa kamu kencan dengan orang lain? Kamu tidak boleh begitu. Tidak bukan?”

“Pikirkan saja sesukamu. Buang jus itu!!!!” Wang Joon pun pergi.

“AHHH YANG BENER AJE!!! DASAR BAJINGAN.”

LANJUT KE BAGIAN 3 YAK! klik di sini.

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat