Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 3 Part 1

Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 3 Part 1 – Haiii guyyysss… kali ini mimin besoksore.com mau buat sinopsis My Absolute Boyfriend yaakkk!!! Sebenarnya sudah ada yang buat sampai episode 2. Tapi keknya bakalan beda cara buat sinopsisnya jadi mimin bakalan buat aja….

Untuk episode 1 dan 2 nyusul belakangan yaaa… mimin buat dari 3 dulu. So tungguin aja!!! Mimin bakalan kebut kok.

Eom Da Da nampak menutup mata. “Ayolah. Hentikan.” Ia membayangkan saat dirinya dipermalukan saat keluar dari toilet di rumah mantan kekasihnya. Ia nampak sedih atas kisah “putus” yang terjadi padanya.

Kemudian Da Da melihat zero nine. Sang robot pun terjatuh . Da Da tidak bisa menahan robot yang jatuh sampai tak sengaja kissue dengan zero nine.

Da Da pun terbelalak dan bangun. “Apa aku baru saja kisseu dengan boneka itu? Ahhh yang benar saja!!!”

Kemudian boneka di belakang Da Da malah bangkit. Lampu pun tiba-tiba saja menyala. Da Da kaget saat melihat yang ia pikir boneka berdiri tepat di hadapannya.

“Halo….”

“Apa yang terjadi?” Da Da masih kaget.

“Pacarku.” Dan anjay….. Yeo Jin Go senyum ganteng banget sampe bikin mimin lupa makan pas puasa. *yhaaa iyaaalah jelas puasa mah kagak makan.

“Dia bicara?” Da Da masih kaget. Kayak Prabowo yang kaget nggak menang pemilu.

Zero Nine mendekat. Ia memegang plester di kepala Da Da. Da Da pun teriak dan pergi.

****

“Apa yang kamu bicarakan? Di mana?” Da Da kali ini membawa kedua temannya masuk ke dalam ruangan ia mendapati boneka miliknya bisa bicara.

“Dia tadi di sini.”

“Apa yang kamu bicarakan?”

“Boneka itu. Boneka itu hidup. Dia bahkan bicara kepadaku! Aku merasa boneka itu terlalu realistis hari ini. Aku sangat kagum, jadi, aku menyentuhnya. Lantas sesuatu terjadi, dan aku menciumnya.”

“OHHHHHHHHHH….” Ucap para temannya jyjyk.

“Intinya. Aku kisseu dengannya. Tapi itu aneh. Rasanya begitu nyata. Terasa lembab. Lalu dia membuka matanya, berdiri, dan bicara kepadaku. Dia menyebutku pacarnya.”

“Apa yang kamu lakukan pada boneka itu?” Tanya Baek Kyu Ri. “apa kamu frustasi belakangan ini?”

“Aku bisa gila!!!”

“Da Da, jujurlah kepada kami!” Ucap Yoo Jin. “Apa kamu memesan kotak kosong?”

“Tidak!!!”

“Karena itulah kubilang aku yang akan memesan. Kenapa kamu memperburuk situasinya dengan memesannya sendiri?” Ucap Yoo Jin dengan kesal. Yoo Jin itu yang rambutnya merah ya.

“Aku yakin dia ada di sini.” Da Da mulai mencari kesetiap sudut ruangan!

Kemudian salah satu kru film pun masuk. “Tolong cepat siapkan boneka bedah. Segeralah.” Kemudian kru ini pun pergi.

Nona Baek resah. “Bagaimana ini? Tamatlah riwayat kita!”

“Pikirkan baik baik, Da Da….”

Nona Baek melanjutkan bicara. “Apa yang sebenarnya kamu lakukan dengan boneka itu?”

“Aku akan bertanggung jawab dan mengundurkan diri.” Jawab Da Da.

***

Syuting Ma Wang Joon mulai deh. Ia nampak membedah layaknya seorang dokter. Syuting berlangsung normal hingga ada mayat yang batuk. Wkwkkwkw.

Sutradara pun marah. “Mayat seharusnya tidak bergerak!!! Bagaimana mungkin mayat bergerak? Kenapa kamu batuk? Kamu seharusnya minum obat. Apa kamu sudah lakukan gastroskopi? Apa kamu zombie?”

Mayat itu adalah Da Da. “Maafkan aku.”

Wang Joon berkata. “Sutradara Kim,  kurasa kita harus selesaikan ini segera hari ini.”

“Kenapa? Ada masalah?” Tanya Sutradara.

“Tidak. Aku hanya lelah.”

“Kamu lelah? Kami seharusnya tidak membuatmu lelah…..” “Akan kubunuh kamu jika kamu batuk lagi”

Syuting mulai lagi. Da Da pun nampak berkaca-kaca.

******

Syuting pun selesai. “Aigoo… usaha yang bagus. Tubuhmu tidak kaku karena berbaring seharian, bukan?” Tanya Nona Baek.

“Aku baik-baik saja. Aku akhirnya merasa ini berkahir.”

“Sungguh melegakan itu berakhir seperti ini. Jika penulisnya tidak mengubah naskah. Kamu pasti benar-benar dibedah.”

“Astagaaa… tapi di mana boneka sialan itu?”

“Ketua Tim Eom, akuilah kesalahanmu.”

“Sudah kubilang bukan begitu. Unnie bisakah kamu ikut aku ke tempat kerja kita? Aku ingin menyiapkan properti untuk syuting berikutnya.”

“Aku ada kencan buta hari ini. Kubantu kamu nanti.”

“Baiklah. Kamu harus bergegas.”

Nona Baek pun pergi. Da Da mengeluh. “Bisa-bisanya dia meninggalkanku? Aku sungguh tidak mau sendirian hari ini.”

****

Da Da pun masuk ke mobilnya. Ia mendapatkan pesan begini.

“semua baik-baik saja? Kamu harus memberitahuku jika ada masalah.”

Da Da mengeluh lagi. “Mana bisa kuceritakan ke orang lain bahwa aku putus dengan Wang Joon?”

Da Da menjalankan mobilnya. Ia masih bicara seorang diri. “Apa gunanya cinta? Itu tidak berguna. Tidak ada artinya. Itu hanyalah kebohongan.”

Dan munculah zero nine di depan jalan Da Da…

“Pacarku!!!!” karena kaget. Da Da pun menabrak Zero Nine. “apakah aku barusan menabrak seseorang? Bagaimana ini?”

Dengan ketakutan, Da Da pun keluar dari mobilnya.

“Astagaaa…. lengannya patah. Apa yang harus kulakukan? Apa dia mati?” Da Da menaruh kupingnya ke dada Zero Nine. “Tidak ada detak jantung. Apa yang harus kulakukan? Apa ada orang? Tolong kami!!!!!!” Da Da pun teriak.

Da Da mencoba menarik Zero Nine ke dalam mobilnya.

“Di mana rumah sakitnya? Di samping persimpangan? Benar!!! Aku tidak bersalah. Boneka…. bukan. Untuk apa seseorang masuk ke kotak boneka?”

Di belakang mobil. Zero Nine pun terbangun.

“Tunggu. Aku akan membawamu ke rumah sakit.”

“Hummm” nampak senyum di wajah Zero Nine. Pake kedip mata satu pula…. ekekekekekekkeke… ehhh Da Da malah teriak… Mimin yang kesemsem gitu.

“Hati-hati pacarku!!!!” Ucap Zero Nine saat Da Da menyetir dengan ugal-ugalan. Da Da menyetir sampai menabrak pembatas.

Lanjut ke bagian 2 yaaa sayyy… tunngguin. Sabar guys yaaak.

KLIK DI SINI CUYYY BAGIAN 2 NYAAAAA…

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat