Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 3 Part 3

Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 3 Part 3 – Episode sebelumnya ada di sini yaaaa guysss… terima kasih sudah mengikuti di sini…

Manager akhirnya membuang kue dari dada di tempat sampah. “Apa yang harus kulakukan tentang Da Da?”

***

Kini dada sudah di rumahnya. Ia melihat badan Zero Nine yang bolong kayak kertas suara yang memang sudah dicoblos. Tapi anehnya, Zero Nine malah senyum aja yang bikin mimin malah meleleh.

“Pria ini bukan manusia? Dia robot?” Tanya dada pada Nam Bo Won. “Apa kamu pikir itu masuk akal?”

“Kamu bisa pikir sendiri itu masuk akal atau tidak. Dan dia bukan robot biasa. Dia adalah integrasi teknologi baru  perusahaan kami. Dia teman kencan.”

Bo Won menyuntikkan sesuatu di belakang Zero Nine.

“Kencan? Karena kami kissue….dia pikir aku pacarnya sekarang? Benar begitu?”

“Kenapa ekspresimu begitu?” Tanya Bo Won. “Perhatikan baik-baik. Matanya yang indah, hidungnya yang tegas. Bibirnya yang membuatmu ingin menciuminya. Dagunya yang lacip.” Wkwkwk saking lancipnya Bo Won pegang udah kayak pegang pisau dan kesakitan. “Kami menganalisis wajah para pria tampan terkenal di korea untuk menciptakan wajah dan tubuh yang sempurna. Dan dia diprogram untuk mencintai hanya satu wanita. Wanita mana pun, akan jatuh cinta pada zero nine.”

Eeggg dada malah sembunyi.

“Jadi, dia bukan manusia. Robot tidak bermain Go atau mengendarai mobil. Apa itu masuk akal?”

“Apa menurutmu tidak? Apa itu mustahil? Di Kronos Heaven, hanya untuk 0,1 persen teratas dari….. kenapa aku menjelaskan ini?”

Kemudian tablet milik Bo Won dilihat. “Aku menjalankan program restorasi. Sirkuitnya akan meregenerasi dari dalam. Apa yang akan kamu lakukan begitu kamu bangun? Aku datang penuh persiapan, untuk berjaga-jaga.” Ucap Bo Won pada Zero Nine.

Bo Won menekan-nekan tabletnya kembali.

Zero Nine berkata… “Bo Won. Sedang apa kamu di sini?”

“Senang melihatmu zero nine. Ayo pulang sekarang.”

Eeeeehhh robotnya nggak mau. “Aku tidak akan pergi ke mana-mana.”

“Apa maksudmu? Kita tidak punya waktu untuk ini. Kita harus pergi.”

“Aku akan tinggal dengan pacarku. Aku tidak akan meninggalkannya. Itulah alasanku bangun.”

Bo Won pun bengong… “Benar… itu pilihan dasarmu.”

Kedua pria ini pun menatap Da Da.

“Kenapa? Kenapa kamu menatapku?” Tanya Da Da.

“Usia?” Bo Won mulai menginterogasi.

“Usiaku 29 tahun.”

“Kamu hidup sendiri? Bagaimana dengan orang tua atau saudara kandungmu?”

“Aku tidak punya.”

“Bagaimana dengan pekerjaanmu? Berapa gaji tahunanmu dan kadar kenaikan gajimu? Apa kamu punya riwayat penyakit?”

“Kenapa kamu tbtb menanyakan hal seperti itu? Lupakan. Jika sudah selesai memperbaikinua, bawa pria itu… ahh bukan, bawa benda itu dan pergilah.”

“Aku tidak akan pergi.”

“Kamu tidak akan pergi?”

“kamu harus bertanggung jawab atas zero nine.”

“Tanggung jawab…. denger yeee lu number one…” wkwkwkkw

“Nam Bo Won (eeehhh iyaaaa yaak wkwkkw).”

“Apa pun dehhh terserah. Kenapa aku harus bertanggung jawab? Kamu bilang itu kesalahan pengiriman. Artinya kamu harus bertanggung jawab.”

“Tentu saja. Tapi kamu menciumnya.”

“Itu…. tepatnya, dia menciumku…. aku diperlukan tidak adil di sini.”

“Kamu pikir aku percaya itu? Mana mungkin robot yang dimatikan menciummu? Mana bisa. Pokoknya, sejak anak ini mengenalimu sebagai kekasihnya, demo sepekan dimulai. Kini, zero nine tidak bisa jauh-jauh darimu. Itu nasibnya.”

“Maksudmu… tidak seperti yang kupikir bukan?”

“Benar… kamu harus menjaganya selama sepekan.”

“apa kamu menyuruhku menghabiskan sepekan dengan pria itu…bukan… robot itu… kamu mau aku tinggal dengannya? Apa kamu gila? Aku tidak mau melakukannya.”

“Kamu harus bertanggung jawab atas hasratmu. Itulah yang dilakukan orang dewasa.”

“Hasrat. Bukan begitu. Aku tidak akan sekesal ini jika setidaknya memenuhi keinginanku.”

“Ok. Kalau begiti. Mari kita selesaikan ini. Kamu bisa membayar untuk reparasinya.”

“Baik. Aku akan melakukan itu. Berapa?”

“Tunggu sebentar. Aku sungguh tidak mau melakukan ini.” Bo Won membuka bukunya. “Harga tetap untuk reparasi adalah 180.”

“180 dolar?”

“180 juta dolar!!!!”

“JUTAAAA????”

“Produk Kronos Heaven berharga lebih dari 10 milyar dolar. Bahkan untuk model dasar tanpa opsi apapun. Aigooo…. biaya reparasi ini lebih jauh murah dari biasanya.”

“Astaaaagggaaaa… malam ini sungguh!!! Da Da bangun….” Da Da menepuk wajahnya dan kesakitan. Da Da kemudian menangis.

“aku mengerti. Jutaan dolar adalah jumlah yang sulit untuk orang normal dengan gaji normal. Itu sebabnya kamu harus menjaganya hanya untuk sepekan. Ketika demo selesai. Akan kuatur ulang dan membawanya, jelas?”

“EDAN.”

Zero Nine akhirnya angkat bicara. “Pacarku…aku akan membayar segalanya.” Wkwkwkkw anjay sinetron battttt… “Itu hanya selesai jika aku yang membayarnya.”

“apa katamu? Jangan ikut campur!!!” Ucap Bo Won.

Bo Won dicengkeram  “Jangan membuat pacarku menderita. Meski itu kamu, aku tidak akan memaafkannya. Kamu akan kuhancurkan.” Udah bunyi krupuk diremes.

“Yak!!!! Beraninya kamu melakukan ini kepadaku.” Ucap Bo Won kesakitan. “Kamu tidak boleh begini terhadapku. Kamu tahu pengorbananku untukmu? Teganya kamu begini demi gadis biasa!!!”

“Yak!!! Bisakah kalian tenang?” Tanya Da Da. “Apa aku sungguh harus menjaganya sepekan saja?”

“Ya benar. Suka atau tidak. Dia adalah kekasihmu selama sepekan. Jadi, tolong perlakukan dia dengan hormat. Aku mohon kepadamu.” Ucap Bo Won dengan sopan. “Dan ini yang paling penting. Jangan sampai siapapun tahu bahwa anak ini adalah robot.”

“Kenapa?”

“Ini proyek rahasia perusahaan kami yang tidak terbuka untuk umum. Jika kamu ketahuan, kamu harus bayar 10x lipat dari biaya reparasi.  Jadi, pastikan kamu merahasiakannya. Ohhh ini petunjuk manualnya.” Bo Won memberikan koper besar. Kemudian pergi.

****

Dannnnnn….  Zero Nine malah memberikan tanda love pada Da Da. Wkwkwkkwkw Da Da malah ketakutan.

Da Da lari menghampiri Bo Won yang belum pergi jauh.“Apa sungguh tidak ada masalah jika aku berdua saja dengannya?”

“Aku mengatakan ini untuk berjaga-jaga. Jangan mencintai Zero Nine.”

“APA?”

“Kalian berdua akan berpisah sepekan kemudian. Itu hanya akan membuatmu patah hati. Tentu saja. Akan lebih sulit untuk tidak menyukainya. Tapi kamu harus berusaha untuk tidak menyukainya.”

“Yak!!! Kamu pikir aku ini apa? Pekerjaanku adalah memotong dan membuat boneka yang peris seperti orang asli setiap hari. Dia bahkan bukan orang sungguhan. Mana mungkin jantungku berdebar? Tentu saja. Tidak akan pernah. Itu tidak akan terjadi.”

“Baguslah kalau begitu.”

“Kamu sungguh akan kembali sepekan kemudian?”

“Aku akan datang bahkan tanpa kamu harapkan.”

Da Da pun masuk ke rumahnya kembali.

****

“APA? Jangan jatuh cinta kepadanya? Konyol…. aku sampai sulit berkata-kata.” Ucap  Da Da yang bicara sendirian.

Kemudian Zero Nine muncul di hadapannya dengan penuh senyuman. Yaaaa Gustiiiii gantengeeee.

“Sedang apa kamu? Jangan bergerak. Diamlah.” Ucap Da Da.

Zero Nine melihat lutut Da Da. “Kamu terluka. Apa kamu baik-baik saja?”

“Ya. Aku baik-baik saja. Jangan cemaskan aku.”

“Aku akan menyembuhkanmu.”

“Tidak… aku baik-baik saja. Aku sungguh tidak membutuhkannya.”

“Yeoja cinggu… apa kamu tidak menyukaiku?”

“Memangnya apa yang bisa kusukai dan kubenci? Aku hanya memikul beban sementara yang ditimpakan seseorang kepadaku.”

“Tapi, aku ingin memberimu cinta sejati bahkan jika itu hanya sepekan.”

Da Da pun berbalik. “Cinta sejati? Apa kamu tahu apa itu cinta? Karena kamu sepertinya tidak tahu. Jadi kuberi tahu. Tidak ada namanya cinta sejati di dunia ini. Dan bahkan jika ada, aku sudah tidak percaya lagi. Jadi, berhentilah bicara omong kosong tentang cinta. Diamlah seperti alat elektronik lainnya. Dan enyahlah. Kumohon.”

Da Da pun pergi.

Bersambung ke episode 4. klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat