Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 25 Part 5

Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 25 Part 5 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa guys, terima kasih. Ini potongan terakhir untuk episode 25.

“Itu dilebih-lebihkan.” Ucap Wang Joon. “Tapi memang benar aku meninjunya. Mau bagaimana lagi?”

“Sudah kubilang. Kendalikan emosimu.”

“Kita tunggu saja sampai mereda.”

“Apa yang kamu lakukan untuk sementara waktu? Kamu bahkan tidak bisa pulang karena mereka. Di mana kamu akan tidur?”

***

Wang Joon datang dengan kopernya ke rumah Da Da.

“Aku tidak bisa pulang karena para reporter.”

“Kamu bisa menginap di hotel.” Ucap Da Da.

“Yak… staf hotel tahu wajahku. Ini tempat teraman di korea. Izinkan aku menginap selama beberapa hari, Da Da.”

“Kamu tidak masuk akal.”

“Kenapa tidak? Kamu menampung robot tidak dikenal. Maksudmu kamu melarang bintang top, Ma Wang Joon menginap?”

“Kenapa aku tidak dikenal?” Tanya Young Gu. “Aku memberimu resumeku….”

Wang Joon pun bilang. “Aku membialanmu tinggal di tempatku.”

Da Da masih bingung. “Ini gila.”

***

“Eom Da Da dan Ma Wang Joon dahulu berpacaran.” Ucap Ran pada Diana.

“Firasatku benar. Aku senang sudah memeriksanya.”

“Kenapa kamu ingin tahu?”

“Zero Ten akan memerlukan informasi ini kelak.”

Kemudian salah seorang pegawai datang melapor pada Diana. “Ada yang datang dari kantor Korea Kronos Heaven.”

“Kubilang aku akan berurusan langsung dengan kantor pusat. Dan mereka mengirim seseorang selarut ini?”

“Ya.”

“Baiklah kalau begitu, bawa mereka masuk.”

***

Ternyata yang datang adalah In Hyuk yang jahat.

“Kamu akan memihakku?” Tanya Diana.

“Ya. Kamu melihat seperti apa orang-orang kantor korea. Mereka ketat, keras kepala, dan membosankan.”

“Aku tidak percaya orang lain. Kenapa aku harus memercayaimu?”

“Data Zero Ten yang akan kamu dapat langsung dari kantor pusat, aku dapat memeriksa dan mengawasi semuanya. Aku juga bisa memberi informasi tentang Zero Nine.”

“Waktu iti kamu bilang Zero Nine telah mengembangkan emosi. Apa itu benar?”

“Ya. Itu benar.”

“Kalau begitu, jelaskan itu dahulu. Aku akan mendengarnya dahulu, lalu memutuskan akan membiarkanmu bergabung denganku atau tidak.”

***

Da Da, Ma Wang Joon dan Young Gu duduk bersama di meja makan.

“Astagaaa… ini terlihat lezat.” Ucap Da Da. “Ayo makan.”

“Apa kamu makan juga?” Tanya Wang Joon pada Young Gu.

“Tidak, Young Gu biasanya tidak makan.” Da Da yang menjawab.

“Ya. Aku suka makanan. Makanku banyak…” Eh Young Gu malah makan. “Apa? Apa aku tidak bisa?”

“Kurasa berusaha sangat keras untuk terlihat seperti manusia.” Ucap Young Gu.

“Bagaimana denganmu? Ma Wang Joon? Kamu mencoba terlihat seperti robot?”

Da Da kesal. “Kalian berdua bisa berhenti? Jangan lakukan ini saat makan. Ayo semua makan.”

“Aku perhatikan wakyu itu kamu tidak merasakan sakit. Bisakah kamu merasakan makan enak?” sindirrrr terusss…

“Tidak.” Jawab Young Gu.

“Dengar? Dia tidak merasakan apa-apa. Katakanlah kamu sakit. Dia tidak tahu apa itu.”

“Ma Wang Joon… jaga bicaramu.” Ucap Da Da.

“Bagaimana dia bisa berempati jika tidak bisa merasakannya? Kamu tahu pembunuhan berantai? Satu hal yang tidak mereka miliki adalah kemampuan berempati. Bisakah kamu berempati? Kalau begitu, jangan makan makananannya, dilarang. Aku akan memesan makanan. Ayo makan itu.”

“Bisakah kalian berhenti?”

“Siapa yang tahu apa yang dia masukkan ke dalam makanan?” Ucap Ma Wang Joon.

“Ada apa denganmu? Hentikan. Kalian berdua makanlah.”

Bersambung… klik di sini kelanjutannya ya.

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat