Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 11 Part 1

Sinopsis My Absolute Boyfrien Episode 11 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa guys. Terima kasih sudah membaca yaaa…. semoga mimin kuat hari ini. Hihi…

Lalu, setelah episode kemarin. Apakah akan terjadi kisseu??? Wgwggw.

Seperti biasa, Da Da melengos sambil bilang “Yang benar saja.” Kemudian Da Da pun pergi dan masuk ke kamarnya.

****

Kini, giliran Ma Wang Joon, Manager dan Pak Ogah yang mengadakan rapat.

“Aku tidak bisa tidur sama sekali semalam setelah menerima telepon tentang Ma Wang Joon bekerja bersama kami untuk musim berikutnya.” Ucap Sutradara.

Asisten sutradara berkata. “Penulis Yang juga tidak bisa tidur.”

“Kami pikir Hwa Ni melakukannya, jadi, kami bersiap-siap.”

“Tapi kenapa kamu tbtb berubah pikiran?” Tanya asisten.

“Begini, kami khawatir kalau dia terus memainkan karakter yang sama. Itu sebabnya kami tidak ingin melakukannya. Tapi musim pertama menjadi hit. Dan naskah untuk musim kedua…astagaaa, itu sudah pasti juga akan menjadi populer. Saat Wang Joon membaca seluruh naskahnya, katanya. “Hyung, aku harus melakukan ini.” Bukankah begitu?”

Wang Joon pun mengangguk.

“Ini berita yang bagus untuk kami. Ma Wang Joon melakukan ini untuk kita. Aku akan membuatnya lebih keren di musim ini. Aku akan fokus pada Ma Wang Joon sebisa mungkin.” Ucap Sutradara dengan berapi-api.

“Tidak akan berhasil jika aku terlihat keren sendirian.” Ucap Wang Joon. “Kami semua harus terlihat keren. Lalu sutradara Kim, kamu harus memperhatikan emosimu selama musim ini. Aku tidak banyak meminta, aku hanya meminta satu syarat.”

“Syarat?”

****

Da Da bangun tidur dan keluar kamar. Ia melihat Young Gu sedang duduk. “Apa yang kamu lakukan?”

Young Gu konsentrasi mengalirkan listrik di colokan. Kemudian air di teko pun matang. Wkwkwk.

“Apa tidurmu nyenyak, pacar? Ini kopi pagimu.”

“Waahhh… kamu benar-benar membuatku terjaga.”

“Mulai sekarang, daripada menggunakan barang elekronik yang boros energi, gunakan saja kemampuan elektrikku. Aku bahkan menghemat 2,000 watt, yaitu 3 sen, untuk membuat kopi ini. Dan sesuai seleramu, aku menambahkan banyak gula. Bukankah aku andal?”

“Kamu seperti Pikachu. Bukan… kamu Ninekachu.” Da Da pun meminum kopinya. “Jika mengingat aku menghemat 3 sen rasanya jadi lebih lezat. Apa kita akan menjadi kaya kalau terus begini? apa? Kenapa kamu tersenyum lagi?”

“Kita harus menjadi kaya. Kitaaa….” Young Gu malah tersipu malu.

“Ahh cuacanya bagus. Sayang sekali kalau hanya berdiam di rumah.”

Young Gu melihat selebaran. “Pacar… kita harus segera pergi.” Wkwkwkkw

*****

Ternyata ke mal cuy….

“Tujuan utama kita hari ini adalah ini.” Young Gu menunjuk pada selebaran. Gambar toge. “Semua ini untukmu agar bisa berhemat. Kita tidak boleh melebihi anggaran. Jadi, jangan sampai tergoda hal-hal lain. Percayalah kepadaku.”

“Baik. Aku mengerti. Dan aku biasanya tidak membeli barang secara impulsif.”

Saat masuk. Young Gu rebutan dengan ahjumma. “Kamu tidak lihat aku mengambilnya lebih dahulu.” Teriak Ahjumma.

“Maaf, tapi aku mengambilnya 0,012 detik lebih capat.”

Ahjumma malah tersenyum dan melepaskan togenya. “Ohh begitu ya? Kamu sangat detail.”

“Terima kasih sudah mengalah.”

“Tidak. Aku yang bertema kasih.

****

Da Da pun berkata pada Young Gu. “Kamu sangat mengesankan. Maksudku, apa wajahmu senjatamu?”

“Senjata?” Young Gu memegang pipinya. “Wajahku tidak tajam.” Wkwkwkkwkw. “Pacar, togenya ini beratnya 604 gram. Sekitar 4 gram lebih banyak dari yang tertulis. Ini bagus.”

Da Da pun akan membeli camilan kesukaannya. Sayangnya, Young Gu berkata. “Tidak. Tidak ada pembelian impulsif.”

“Ahhh ini ramyeon pedas kesukaanku.”

“Tidak, pacar.”

Begitu juga saat mengambil donat pun nggak boleh.

***

Kemudian mereka berdua ada di kumpulan ahjumma yang beli produk beli 1 gratis 1.

“Haruskah kubeli?” Tanya Young Gu.

“Tidak pacar, terlihat murah tapi harga pergramnya naik dari 1,18 menjadi 1,24 sen. Itu sebenarnya lebih mahal. Jangan pernah tertipu, Pacar. Percayalah kepadaku.”

Mereka bedua pergi dan para ahjumma pun nggak jadi beli. Wkwkkw.

***

“Kamu tahu aku memberimu posisi yang bagus bukan?” Ucap pria berjas pada pegawai.

“Ya.”

“Dan bahwa jualanmu harus habis hari ini?”

“Tentu saja aku tahu, jangan khawatir. Apa Bapak tidak lelah? Ambil ini.” Perempuan tadi memberikan minuman.

“Ini aku terima. Tapi jika jualanmu tidak habis hari ini. Kamu keluar.”

“Baik…”

Pria tadi pergi. Dan pegawai tadi ngomel. “aku tidak tahan dengan Si Berengsek itu. Semoga kamu tersedak minuman itu.”

Young Gu pun memperhatikan kejadian ini dengan saksama.

Da Da bertanya. “Kenapa kamu berdiri di sini?”

“Pacar, kenapa wanita itu tersenyum kepada seseorang lalu mengumpatinya begitu dia pergi?”

“Seperti itulah manusia. Kita harus melakukan itu untuk bertahan hidup. Jika tidak, kita akan mati karena marah dan frustasi.”

“Apa artinya itu?”

“Ini agak rumit. Tapi begitulah cara hidup manusia. Itu saja yang perlu kamu ketahui. Ayo ikut.”

****

Mereka berjalan. Ada dua ahjumma yang sedang bergunjing.

“Ayahnya Ah Young masih menganggur dan tingal di rumah, bukan?”

“Ya. Dia membantu di rumah. Hanyalah alasan. Dia sama saja dinafkahi istrinya. Ibunya Ah Young tidak menampakkan itu, tapi dia pasti sangat kesal.”

“Benar. Dia masih muda bukan? Dan dia berkeliaran di rumah tanpa pekerjaan? Aku tidak tahan dengan itu. Aku tidak akan pernah hidup dengan baeksu. Itu memalukan.”

***

Di toserba. Da Da melihat poster Ma Wang Joon. Kemudian Young Gu membuyarkan lamunannya.

“Pacar…”

“Kita harus pergi.”

“Ada apa? Kamu nampak murung.”

“Bukan apa-apa. Ayo kita bayar.”

Young Gu pun melihat keberadaan poster Ma Wang Joon.

Lanjut ke bagian 2 ya. klik di sini kelanjutannya.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat