Sinopsis Golden Garden Episode 6 Part 1

Sinopsis Golden Garden Episode 6 Part 1 – Episode sebelumnya bisa kamu baca di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini... terima kasih dan selamat membaca yaaa…

Sabina akhirnya pulang Emak resah. “Omma…”

“Kamu tahu itu akan sulit. Kamu mengincar keluarga itu karena tahu dia bukan target mudah. Jadi, jangan menghilang karena hal seperti itu. Ibu khawatir.”

“Ibu, dengarkan aku. Gantilah pakaian ibu. Kita harus ke suatu tempat.”

****

Kini Emak Joon Ki yang mendatangi anaknya, “Kita harus bicara.”

“Omma, aku lelah.”

“Ini jelaskan.” Omma membawa foto bamper mobil Joon Ki yang berlumuran darah. “Kamu mengalami kecelakaan? Jujurlah. Apa yang terjadi? Kamu banyak minum hari ini. kamu mengemudi? Katakan. Apa yang kamu tabrak? Mungkinkah…”

“Tidak.”

“Kenapa ada darah di bampermu yang hancur? Ada apa? Katakan apa yang terjadi!!!”

“Itu hanya kecelakaan kecil. Ada rusa besar di jalan.”

Ibu melihat noda darah di kemeja putih yang bekas dipakai Joon Ki. “Kalau begitu, bagaimana dengan ini?”

“Aku sudah bilang, itu rusa. Aku berlumuran darah saat memindahkannya.”

Choi Sung Wook datang. “Yeobo. Sudahlah… pasti dia sudah lelah. Tidak apa-apa Joon Ki, seperti katamu, itu rusa besar.”

Nona Han ikut masuk.

“Kalian berdua keluar! Aku harus mencari jawabannya hari ini! Joon Ki yaa, Direktur Choi! Aku tidak bisa membiarkan ini demi kebaikan perusahaan.”

Joon Ki ngamuk lembar barang. “Keluar!!! Keluar dari sini!! Pergi saja!!!”

***

Emak dibawa kegundukan bahan bangunan yang berisi Supir Lee.

“Jadi, kamu ingin ibu bagaimana? Kamu pasti menyeret ibu kemari karena suatu alasan.”

“Ada rumah sakit yang ibu tahu di sekitar sini bukan? Kita harus memindahkannya. Sebelum dia mati.”

“Apa katamu?”

“Dia masih hidup.”

***

Ibu Jin bersama suami dan sekretarisnya.

“Yeobo, percayalah putra kita. Seperti katanya, dia menabrak rusa.”

“Keluar. Kamu sama sekali tidak membantu. Apa sikapnya seperti orang yang baru saja menabrak hewan?”

“Kamu tahud dia rapuh dan lemah.”

“Menurutmu bagaimana?” Tanya Bu Jin pada Nona Han.

“Aku akan mengurusnya. Nyonya. Aku akan melacak jejaknya dan mencari tahu apa yang terjadi.”

“Ya, kamulah orang yang bisa aku percaya.”

****

Sabina dan Ibunya bicara di mobil.

“Apa yang kamu pikirkan? Kenapa kamu membuat kekacauan?”

“Jika aku menelepon polisi, masa lalulu pasti akan terungkap. Aku tidak bisa membiarkan itu terjadi.”

“Begitukah?”

“Ada di situasi krisis membuat otakku bekerja. Ibunya menentang pernikahan kami. Jadi, aku bisa memakai ini untuk mendapatkan restunya.”

“Jadi, apa Direktur Choi berpikir Sung Wook sudah mati?”

“ya.”

“Maafkan aku. Jika kamu terlahir dengan keluarga yang layak. Kamu tidak perlu menghadapi semua ini. maafkan Omma… ibu akan mengatasi semuanya. Jadi, tenanglah.”

***

Nenek kembali ke RS,

Eun Dong Ju dan Cha Pil Seung nyaris ketahuan karena kabur dari RS.

“Kamu hampir mati sampai tidak bisa membedakan kotoran dengan deonjang. Nenek nyaris tidak bisa membawamu ke rumah sakit. Kenapa kamu tidak berbaring saja? Kenapa berkeliaran di malam hari dan berlarian seperti tikus jalanan? Lukamu akan terbuka lebar.”

“Ahhh telepati.”

“Apa?”

“Aku tahu nenek akan datang, jadi, aku menemui nenek.”

Eun Dong Ju menambahkan. “Benar. Dia tidak pergi ke mana-mana seharian.”

“Beraninya kalian berdua menipuku!!! Bukan kaos ini yang dipakai pasien di sekitar sini. Kamu habis dari luar dan…”

“AAAAaaaaaa tentu saja tidak.” Kenapa jadi kayak Encep? “Nenek tahu aku suka tampil bergaya.”

“Gaya apanya.” Nenek ngaplok cucunya. “Kamu bukan desainer yang hebat. Jadi, hentikan omong kosongmu.”

Nenek mengomel terus dan memberikan makanan untuk Cha Pil Seung. Nenek pun pergi.

Kemudian Cha Pil Sung diopname kembali karena kepalanya kembali mengeluarkan darah.

***

Eun Dong Ju menunggu Pil Seung yang sakit. Ia mengingat Sarang dan Mid Eun yang sedih ayahnya tidak pulang-pulang.

Kilas balik.

Dong Ju bertanya pada Ibunya. “Omma, kita mau ke mana? Apa itu tempat yang bagus?”

“Ya.”

“Aku sangat bersemangat.”

“Dong Ju, perjalanan kita masih panjang. Jadi, tidurlah.”

Dong Ju yang tidur hingga malam hari. Dibangunkan oleh supir.

“Di mana ibuku?”

“Ibumu?”

Dong Ju pun berlarian di terminal seorang diri. Sambil menangis.

Kilas balik selesai.

Lanjut ke bagian 2 klik di sini.

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!