Sinopsis Golden Garden Episode 6 Part 2

Sinopsis Golden Garden Episode 6 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di sini yaaa… terima kasih dan selamat membaca.

Karena Pil Seung tidak bisa tidur, akhirnya mereka membahas nasib anak supir Lee jika ayahnya tidak muncul.

Eun Dong Ju bercerita. “Saat umur lima tahun. Aku terpisah dari ibuku. Aku tidak ingat apapun, kecuali namaku, Eun Dong Ju. Itu sebabnya aku ingin menemukan ibuku suatu hari nanti.”

“Kita harus tidur.”

“Kamu beruntung, Detektif Cha. Memiliki nenek yang sangat menyayangimu.”

“Menurutmu kenapa? Dia mengasihaniku karena aku yatim piatu saat usiaku tujuh tahun.”

“Kamu yatim piatu? Bagaimana bisa?”

“Kedua orangtuaku tewas dalam kecelakaan mobil. Sudahlah. Ayo tidur sebelum mengobrol lebih lama.”

Eun Dong Ju bahkan menangis mendengar kisah Cha Pil Seung.

***

Sarang demam dan Mid Eun berbohong bahwa ayah sudah menghubungi mereka.

Kenyataannya, sms, dan telepon tidak direspon.

Ayah di mana? Aku khawatir dan takut. Tolong hubungi aku. Kumohon.

Pesan itu masuk ke ponsel Supir Lee yang ada di tangan Sabina. Sabina membacanya dan melihat galery foto berisi Mid Eun.

Sebuah kilas balik lagi.

Malam hari, Sabina menelaskan jari yang digenggam bayinya. Ia mengendap-endap dan pergi.

Kilas balik selesai.

***

“Operasinya berjalan lancar.” Ucap Emak pada Sabina.

“Kalau begitu. Apakah dia baik-baik saja?”

“Patah tulangnya tidak parah. Tapi ada kemungkinan kerusakan otak. Dokter bilang kita harus menunggu.” *jangan bilang ilang ingatan ya. “Bagaimana jika dia sadar dan menelepon polisi?”

“Dia pria baik. Jika mendapatkan kompensasi yang pantas,, dia tidak akan menyakitiku.”

“Benar. Tampaknya dia masih miskin. Uang akan menjadi solusi yang cukup mudah. Kita tunggu dan lihat apa yang terjadi.”

Emak mengambil ponsel yang ditaruh di sebelah sabina,

“Apa ini?”

“Kembalikan itu.”

“Apa ini pinsel Sung Wook? Kamu melihat foto-fotonya karena dia putramu?”

“Benar. Dia putra yang kutinggalkan. Dia sudah besar. Sejujurnya, aku tidak mengenalinya.”

“Sulit dipercaya. Apa hidup yang nyaman membuatmu merasa bisa mengenang masa lalu? Kamu sendiri yang masuk ke dalam neraka itu. Tapi berlari keluar karena tidak tahan lagi. Kamu sudah lupa? Kamu sudah lupa apa yang ibu lakukan agar kamu bisa bangkit lagi? Kita butuh 10 tahun. Untuk menghapus kekacauan yang kamu buat dengan hidupmu. Ibu bahkan melakukan pernikahan palsu. Semua itu pengorbanan untuk menjadikan Sabina. Apa yang kamu lakukan dengan mengenang masa lalu?”

“Omma… mungkin aku menyerah atas martabatku saat berlari keluar dari sana. Tapi, aku seorang Ibu. Aku memang tidak cukup layak, tapi aku tetap seorang Ibu. Aku tahu aku membuat kesalahan besar. Aku tidak ingin kembali. Jadi, aku melakukan seperti yang ibu minta. Tapi, kupikir aku sudah melupakan semuanya. Tapi…”

“Tapi apa?”

“Aku menghapus semua kenangan di otakku. Tapi sepertinya hatiku masih mengingatnya. Ada percikan kecil yang masih menyala di hatiku. Ayahnya di rumah sakit, dan aku membuatnya berada di sana. Jadi, apa salahnya aku melihat fotonya? Lagipula, aku tidak akan menemuinya. Aku hanya melihat fotonya. Apa itu pun aku juga tidak diperbolehkan?”

Sabina ditampar Emak.

“Ibu hidup sia-sia. Hanya untuk melihatmu diperlakukan sebagai manusia, ibu menahan rasa sakit dan penderitaan dan akhirnya bisa sampai seperti ini. namun, kamu masih orang rendahan yang sama.”

“Omma…”

“Percikan kecil itu bisa jadi bara besar. Dan membakar hutan menjadi abu.”

“Hentikan! Terserah apa kata ibu, aku masih bebas merasakan keinginanku. Aku sama sekali tidak seperti ibu, biarkan bara api kecil di hatiku itu mati dengan sendirinya.”

“Baiklah… ikut dengan Ibu!”

***

Sabina diseret dan dibawa ke rumah Supir Lee.

“Sungguh? Kita mau ke mana?”

“Kamu menyebutnya bara api kecil. Jadi, biarkan saja terbakar. Meski ibu mendapatkan mahkota emas, jika kamu memilih kembali ke jalan hidupmu yang rendah…”

Sabina ditarikkk… “Itu dia. Kembalilah ke kehidupan lamamu. Ini tempat yang tidak bisa kamu lupakan.”

Emak pergi.

Mid Eun keluar dari gerbang. “Kamu siapa?”

Sabina pun berbalik.

Bersambung…

klik di sini kelanjutannya.

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!