Sinopsis Golden Garden Episode 2 Part 2

Sinopsis Golden Garden Episode 2 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa.. terima kasih dan selamat membaca.

Di sebuah rumah yang amat sangat sederhana. Ada tulisan. Mid Eum, Sa Rang dan ayah Lee Sung Wook.

Sarang yang kecil sedang bermain seruling, sedangkan kakaknya, sedang mengurus cucian di jemuran. *nama anak-anaknya kayak nama burung di drakor yang tetantang selingkuhan ini ya. Wkwkw..

“Wah… sarang, kamu sangat hebat.”

“Benarkah? Aku akan memainkan untuk Appa saat dia pulang. Apa dia akan senang mendengarnya?”

“Ya. Dia akan senang.”

“Oppa yaa… andai saja kita sangat kaya.”

“Kenapa begitu?”

“Dengan begitu, ayah tidak perlu bekerja sampai larut malam. Dan Oppa bisa belajar di akademi. Seperti anak-anak lainnya. Oppa juga tidak perlu melakukan pekerjaan rumah tangga.”

“sarang aaah.. berbaringlah…. guruku bilang memiliki uang tidak membuatmu kaya.”

“Lalu apa?”

“Apa yang membuat kita kaya adalah memiliki keluarga yang saling mencintai dan tidak bertengkar.”

“Kalau begitu, kita pasti kaya.”

“Tentu saja saja sangat kaya!”

“Meski kita tidak punya ibu?” tanya sarang.

“Tentu saja. Bahkan tanpa ibu.”

“Tetap saja. Aku ingin punya ibu. Oppa.. menurutmu di mana ibu?”

“Ahh lihatlah bulan yang besar itu.”

“Itu besar sekali.”

“Bulan purnama. Pasti besar karena besok tanggal 15.”

***

Sedangkan ayah dua anak tadi, bernama Lee Sung Wook sedang berada di depan hotel tempat Eun Dong Ju disekap. Ia adalah supir taxi. Sung Wook menatap bulan. “Sudah lama tidak melihat bulan purnama. Apa anak-anakku sudah makan malam?” ia pun mengambil ponselnya yang harganya belasan juta itu mencoba menelepon.

Kemudian, ia merasa sedikit kaget karena melihat sabina yang tak jauh dari pandangannya. Saat itu ia melihat Sabina dijemput oleh Choi Joon Ki.

Tbtb Eun Dong Ju dan Mi Ju mendatangi Lee Sung Wook.

“Oppa… apa taxinya sudah siap?” tanya Mi Ju yang siapa aja lelaki dipanggil Oppa.

“Tunggu sebentar…” Lee masih bingung. “Tentu saja. Itu mustahil. Tidak mungkin dia”

“Ayo cepat.” Mi Ju brbr.

***

“Oppa. Ada yang mengikuti kita?” Mi Ju nampak ketakutan.

“Setahuku tidak. Kenapa?” ucap Lee.

“Apalagi sekarang? Kamu melakukan kesalahan?” tanya Eun Dong Ju pada Mi Ju.

Mi Ju memperlihatkan tas penuh uang… “Omo omo… apa? Apa sudah gila? Ini uang milik bajingan itu! Inikah alasan kamu menghilang saat aku nyaris mati?”

“Kesempatan datang saat kritis. Bedebah itu yang mengatakannya. Mainkan dengan benar dan ini akan menjadi milikmu…. menjadi milik dan mengambil milik itu berbeda.”

“Yak… bagaimana jika polisi tahu tentang ini?”

“Keadaan begitu kacau hingga meraka tidak sadar tas hilang. Tidak ada yang tahu jika kita tetap diam.”

“Kelak. Kamu akan menghancukan segalanya. Berikan itu, aku akan membawanya kembali besok.”

“Kita berdua akan hancur. Eun Dong Ju jangan seperti itu!!!”

“Tunggu, namamu Eun Dong Ju?” tanya supir Lee.

“Ya, namaku Eun Dong Ju, kenapa?”

“Kenalanku punya nama yang sama.”

“Seseorang yang kamu kenal?”

“Ibu dari anakku.”

Mi Ju kaget. “Omoo Oppa…kamu pasti cukup kompeten!” wkwkwk. “Pria tidak bisa menikah kecuali mereka punya uang. Tapi kamu bahkan punya anak.”

“Dahulu, aku agak ceroboh.”

“Pasti kalian sangat mencintai hingga menikah di usia muda.” Ucap Eun Dong Ju.

“Ya. Kami saling mencintai. Tapi tidak bertahan lama.”

“Kenapa? Apa terjadi sesuatu?”

Mi Ju bilang. “deh.. apa kamu sebodoh itu? Itu jelas kisah cinta yang hancur. Dia pasti kabur karena Oppa bangkrut….”

“Benar.”

“Tidak banyak yang terjadi dalam hidup. Oppa atau kami yang memiliki orang tua miskin, kita harus menempel di tanah seperti lintah jika terpaksa dan mencari uang dengan cara apapun. Memamerkan diri dengan bergaya adalah cara kita membalas dendam.”

“Balas dendam? Dia orang yang jauh di luar levelku.”

Lanjut ke bagian 3. klik di sini.

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!