Sinopsis Golden Garden Episode 1 Part 4

Sinopsis Golden Garden Episode 1 Part 4 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaa guys. Terima kasih banyak sudah mengikuti sinopsis di besoksore ya.

Sabina menemui kekasihnya Choi Joon Ki di parkiran. “Kamu menunggu lama? Kami baru saja selesai.”

“Kamu melakukannya dengan baik. Ini penampilan perdanamu.”

“Tolong jangan mengajukan pertanyaan yang tidak perlu.”

“Oh ya. Pola pikirmu, cara bicara, sopan santun, dan kecerdasanmu. Tidak ada duanya.”

***

Di dalam mobil. Joon Ki menyalakan musik dan memberikan bunga.

“selamat ultah.”

“Bagaimana kamu tahu ini bunga kesukaanku?”

“sudah jelas, aku juga tahu bunga itu berarti “tertarik”.”

“Tertarik??? Kurasa itulah yang kamu rasakan tentangku. Aahh aku lapar.”

“aku tahu itu dan menyiapkannya. Ini hari terbaik dalam hidupmu. Aku harus membawa sesuatu.”

“Kalau begitu. Kamu bisa mengantisipasi?”

“Tentu saja. Aku menyiapkan yang kamu sukai.”

**

Baik Sabina maupun Eun Dong Ju pergi ke hotel yang sama. Hanya beda tempat saja.

Dong Ju, Mi Ju dan Pil Seung ada di ruang karaoke dan menghibur tamu.

Nyanyi-nyanyi rame banget.

***

Di ruang tersendiri. Seperti di dunia lain, Sabina dan Joon Ki sedang berdua.

“Kamu ingat ruangan ini?”

“Haaahh benarr.. kita bertemu di sini untuk kali pertama.”

“Ya. Ini ruangan 3 tahun lalu. Saat itu, kamu baru saja kembali dari AS dan seorang kreator pemula.”

“Aaahh aku baru memulai. Malam itu, aku berpartisipasi di acara perusahaanmu dan mengadakan pesta usai acara, bukan?”

*saat itu Choi Joon Ki mentraktir makan dan supir pulang gratis. Dan Sabina mengambil semua uang yang ada di dompet Joon Ki dengan alasan rumahnya jauh. Kalau nggak mau uangnya keambil banyak, Sabina minta diantar pulang.

“Wanita seperti dia akan membuatmu bahagia.” Joon Ki mengatakan pepatah.

“Lalu…” tanya sabina. “Apa impianmu menjadi kenyataan?”

“Bukankah katamu jangan mengajukan pertanyaan yang tidak perlu? Apa kamu mencintaiku?”

“Kenapa kamu banyak bertanya hari ini?”

“Aku ingin diyakinkan malam ini. jadi, jawab aku.”

“Hanya ada satu pria yang kucintai seumur hidupku. Only you…”

“Selamat ultah sabina. Terima kasih sudah datang.”

Kemudian seseorang datang. “Sapalah dia… aku akan membuat agensi yang akan mengelola kegiatan lokal dan global kalian. Kepala kim, jelaskan.”

“Baik pak.”

“Tunggu… apa ini hadiah ultah yang kamu bicarakan?”

“Ya. Agensiku akan menjadikanmu bintang terkenal.”

“Maaf. Tapi bisakah kamu meninggalkan kami?” Tanya sabina pada Kim.

***

Mi Ju dan Dong Ju masih bernyanyi…

Diantara para tamu, sedang ada transaksi dengan uang tunai yang banyak.

Seseorang diantara mereka memanggil Dong Ju untuk menuangkan minuman. Dong Ju menolak karena dia hanya datang untuk menyanyi.

Dong Ju didorong hingga duduk di samping sang pria. “benar… jika kamu mendengarkan kami, semua ini akan menjadi milikmu.” Maksudnya uang di dalam tas.

“Kamu memilih orang yang salah.”

“Oppa tenanglah.” Ucap Mi Ju. Mi Ju menawarkan diri tapi ditolak.

“Beraninya kamu tidak mematuhiku. Diam dan dengarkan aku!”

“Kami sudah bilang. Kamu di sini hanya untuk bernyayi. Kami datang bukan untuk menyajikan minuman.”

“Jadi kamu bukan sampah meski ada di tong sampah? Lucu… tahu dirilah jika kamu datang untuk menghasilkan uang. Kamu bekerja di sini malam ini. apa menjaga harga dirimu bisa membantu? Benarkah?”

Sang pria akan mengkissue Dong Ju kemudian ditampar.

Saat akan memukul kembali. Cha Pil Seung memegang tangan sang pria, ia menangkis.

“Apa yang kamu lakukan?” tanya sang pria.

“Ahh kamu mau minum bukan?…. yeyeyey….” Pil Seung mengambilkan minuman dam makanan.

Merasa dipermainkan. Orang-orang mulai main kasar.

“Oppa.. kamu tahu siapa aku?” Tanya Pil Seung.

“Kamu pemain gitar.”

“Itu hanya hobiku.” Wig pirang dilepas.

Bersambung… klik di sini kelanjutannya.

 

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!