Sinopsis Drama Korea Children of Nobody Episode 1 Part 2

Sinopsis Drama Korea Children of Nobody Episode 1 Part 2 – Episode sebelumnya bisa kamu baca di sini yaa…

Kang Ji Hun akhirnya datang di TKP. “Akhirnya kamu datang. kamu nampak kacau.” Ucap Detektif senior.

“Aku bertemu dengan temanku setelah sekian lama. Apa-apaan ini? seluruhnya hangus. Kapan laporannya masuk?” Tanya Ji Hun.

“Apa yang kamu lakukan dengan teman-temanmu?”

“Itu… salah satunya akan menikah. Yang lainnya mengadakan pesta bujang untuknya.”

Forensik membawa jenazah. “Bagaimana keadaannya?” Tanya Ji Hun.

“Tampaknya dia seorang wanita. Tapi kami belum yakin. Dia terbakar hangsus. Jadi, kami tidak tahu penyebab apa pun.”

“Akankah kita dapat sesuatu dari hasil autopsi?” Tanya Detektif Senior.

“Kita masih belum tahu apa dia tewas dalam kebakaran atau memang sudah tewas sebelumnya.”

Salah satu detektif melapor. Sudah diketahui plat mobilnya dan pemilikny adalah Kim Hae Dong. Namun saat ini pemiliknya ada di penjara.

“Tunggu. Kim Hae Dong? Kim Hae Dong yang kita kenal?” Tanya Ji Hun.

“Ya. dari kasus Kim Han Sol. Kekerasan pada anak yang menyebabkan kematian.”

“Hyung kamu menonton berita? Istrinya dibebaskan dua hari lalu.”

“Cari dia dahulu.” Ucap Detektif Hong.

“Apa?”

“Istrinya. Cari dia.”

***

Woo Kyung sedang periksa kandungan dengan suaminya.

“Kamu berhasil melewatinya. Akan aku perhatikan hasilnya.”

“Aku gugup. Omoo lihat itu, dia menyilangkan kakinya seakan-akan dia CEO.”

“Dia cukup angkuh untuk janin seusianya.”

“Dia akan menjadi pria jantan.” Ucap suami Woo Kyung.

Mereka pulang terpisah karena Woo Kyung masih ada konsultasi. Saat menyetir, Woo Kyung mendapatkan telpon dari Ibu Si Wan.

“Si Wan demam dan tidak bisa sekolah hari ini.”

“Begitukah? Mau aku jadwalkan ulang konsultasinya?”

“Tidak. Aku rasa tidak perlu.”

“Apa maksudmu?”

“Suamiku menanyakan alasanku mengirimnya ke sana padahal tidak ada masalah.”

“Anak umur 10 tahun sengaja jatuh dari tangga. Bagaimana mungkin tidak ada masalah? Serta baru-baru ini, dia kehilangan adiknya. Si Wan pasti merasa…”

“Putraku baik-baik saja. aku paling memahaminya. Suamiku bilang mengirim dia ke sana hanya akan menimbulkan gosip. Itu lebih buruk untuknya.”

“Tapi Bu…”

“Sudah. Dia tidak membutuhkan bantuan.

***

Woo Kyung menyetir. Di jembatan. Tiba-tiba ada anak dengan gaun hijau. Ia pun tak sengaja menabraknya. Kecelakaan pun terjadi.

***

Ji Hun ke rumah napi pembunuh anaknya. ia menekan bel dan mengetuk pintu. Namun saat ia memegang ganggang pintu, pintu tersebut rupanya tidak dikunci. Ji Hun langsung masuk saja.

Ia melihat foto robekan Ibu Park. Dibelakang bertuliskan “Saat bulan di atas ladang jelai.”

***

Woo Kyung sudah di kantor polisi. Suaminya pun datang.

“Apa yang terjadi?”

“Ada telpon dari rumah sakit. Anak itu baru saja tewas.” Ucap Polisi.

“Wali anaknya. kamu sudah menemukan seseorang?”

“Belum. Kami masih mencari.”

“Jalanan itu hanya ada untuk mobil. Kenapa seorang anak bisa berada di sana?”

“Mungkin dia tidak berpikir jernih. Tidak ada yang tahu. Anak laki-laki seusia itu iseng. Bisa saja dia ke sana sendirian. Kami sedang mengumpulkan rekaman CCTV…”

“Anak laki-laki apanya? Barusan kamu menyebutkan laki-laki?”

“Ya. korbannya.”

“Dia anak perempuan. Yang kutabrak adalah anak perempuan.”

CCTV dinyalakan. Terlihat anak kecil dengan baju lengan panjang kuning menyebrang sembarangan.

“Tidak. Aku melihatnya dengan jelas.”

“Maaf. Istriku masih syok.”

“Aku melihatnya dengan jelas. Aku melihatnya. Dia mengenakan gaun hijau. Rambutnya sebahu dan dia mengenakan stoking putih.”

“Yeobo, kejadiannya amatlah cepat. Bukankah aneh jika kamu melihat semua itu?”

“Tidak. Aku melihatnya.”

“Samunim…. kamera CCTV di jalan tidak merekam anak perempuan. Kejadian ini mungkin mengejutkan. Terkadang memang begitu, pengemudi bersumpah dia menabrak seorang anak, tapi ternyata itu pria setinggi 180cm.”

“Tidak mungkin.”

***

Jenazah dari mobil yang terbakar mulai diautopsi.

“Dia masih hidup sebelum terbakar.” Ucap dokter. “Kita belum bisa menemukan penyebab pasti.”

“Kenapa kamu menjalankan autopsi di hari libur?” Tanya Ji Hun pada dokter.

“Sudah lama tidak ada mayat. Jadi aku menganggur. Selain itu, aku penasaran.”

“Kamu penasaran apakah ini tubuh wanita yang baru saja dibebaskan? Tampaknya semua orang berharap ini jasadnya. Mereka pikir dia pantas mati.”

“Bukankah orang-orang akan merasa lebih baik jika pelaku kejahatan keji mati?”

“Omong kosong. Semuanya nyawa berharga. Kapan hasil DNA nya akan keluar?”

“Dalam dua atau tiga hari. Wajahmu kenapa lecet?”

“semalam aku berkelahi dengan pria yang mengencani pacarku…”

“Tunggguuuuuu… pria yang dikencani pacarmu? Lantas kamu ini apa” wkwkwk

“Lupakan saja.”

“Astagaaa… menyedihkan sekali.”

“Menyedihkan? Kamu menyedihkan. Bercukurlah atau semacamnya.” Dokternya bewokan cuy.

***

Ji Hun menelpon seorang wanita.

“Yeon Joo. Maaf aku terlambat menghubungimu. Aku berniat menghubungi dari awal, tapi sejak pagi pekerjaanku banyak. Akhirnya aku punya waktu.btw, aku tidak ingat kejadian semalam karena mabuk berat. Haloooo?? Kamu mendengarkan aku Yeon Joo?”

“Anggaplah kamu tidak ingat kejadian kemarin. Kamu ingat putus denganku dua bulan lalu saat sadar?”

“Hei… ayolah. Kita tidak putus. Itu hanya perselisahan sepele antara sepasang kekasih.”

“Kang Ji Hun. Jika begini terus, aku bisa menyesal pernah bersamamu. Mari jangan bertemu lagi. Kumohon.”

***

Mantan kekasih Ji Hun ternyata adalah pekerja yang memakaikan jas suami Woo Kyung di part 1.

“Apakah cukup buruk masalahnya?” Tanya Yeon Joo pada bosnya.

“Kurasa istriku akan depresi lagi.”

Yeon Joo menyentuh bosnya.

***

Nampak depresi. Woo Kyung saat di rumah memindah-mindah tayangan TV. Ia mengingat hal-hal yang terjadi belum lama. Untungnya, anak perempuannya menyadarkannya kembali saat berhalusinasi.

Gambar ditunjukkan anaknya. “Ini ibu, ayah, Eun Soo, dan adikku Cahaya Matahari. Dia bisa berjalan.”

Sinopsis Drama Korea Children of Nobody Episode 1 Part 2

“Eun Soo… Ibu kurang sehat. Bisakah kamu ke rumah nenek?”

Woo Kyung sedih kembali.

Bersambung… klik di sini kelanjutannya.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat