Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 8 Part 2

Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 8 Part 2 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. guysss... ini masih lanjutan percakapan Cheong Ah dan Ibu Hakim.

Melihat tanda kematian Park Kket Sun, Cheong Ah mengingat kalimat Joon Kyum yang katanya makan orang.

“ada apa? Kamu tahu nama ini?” tanya Ibu Hakim. “Joon Kyum memberitahumu tentang nama ini bukan? Apa yang dia katakan padamu?”

Sayangnya, Cheong Ah mengingat ucapan Ibunya untuk merahasiakan kebenaran yang ada.

Cheong Ah mengambil tanda kematin Joon Kyum. “Ini yang sebenarnya.”

Ibu Hakim menangis dan memeluk sertifikat itu.

***

Di bus. Seol Ah amat senang. Ia mencubit pipinya seakan tidak percaya. Tapi dia juga ingat double X dari Pimpinan Hong.

Seol Ah turun dari bus dan hak sepatunya patah. Sepatu mahal cuy.

Masih di jalanan. Seol Ah sudah ditelepon. “Ini aku, pria yang belum menikah dan tidak memukul wanita.” Ucap Do di seberang. “Sudah kubilang akan kuantar pulang. Aku merindukanmu.”

“Rsanya tidak nyaman mendengar komentar norak padahal baru bertemu.”

“Kamu menyetujui pernikahan kita padahal kita baru bertemu. Kamu cukup istimewa.”

“Apa maumu?”

“Kamu sungguh tidak berpengalaman dalam berkencan. Kamu bilang kamu tidak pernah mengencani siapapun.”

“Kamu punya masalah dengan itu?”

“Astagaa… apa yang kamu lakukan selama ini?”

“Aku hanya fokus belajar untuk menjadi pembaca berita. Setelah menjadi pembaca berita, aku berusaha keras untuk menarik perhatian pria sepertimu.”

“Kamu tidak perlu berusaha keras lagi. Tapi, kamu akan mencintaiku, bukan?”

“Aku akan berusaha.” Ucap Seol Ah.

“aku bilang kamu tidak perlu mencoba. Pada akhirnya kamu akan jatuh cinta kepadaku. Aku akan mewujudkannya.”

“Bagaimana jika ibumu tidak merestui?”

“Jika ibuku tidak merestui. Kamu tidak akan menikahiku?” tanya Do.

“Tentu saja.”

“Aku juga.” Ucap Do. “Mari kita berkencan singkat, tapi mengesankan dan menikah dalam tahun ini.”

“Baiklah.”

****

Cheong Ah sudah pulang. Tapi, dia ingat saat di rumah Ibu Hakim.

“Meski kamu tidak sekolah. Kamu harus belajar. Kamu butuh guru les? Mengingat nilaimu saat ini, kurasa guru les saja tidak cukup. Kamu tidak bisa hidup tanpa tujuan atau mimpi seperti ini lagi. Maukah kamu menjalani hidup dengan maksimal demi putraku? Aku akan merasa bersalah untuk nyawa putraku. Bukannya dia lahir dan hanya untuk dimanfaatkan seperti ini. aku bisa melakukan apapun untuk membantumu. Jika sulit bagimu untuk tinggal di korea. Aku akan mengirimmu belajar di LN.” *Tuhaaannn… saya merinding dengarnya. “Mari kita pikirkan apa yang harus kamu lakukan dengan hidupmu. Mari makan. Kita bicara nanti.

Kemudian Cheong Ah mengambil makanan.

“Itu kesukaan Joon Kyum.”

Kilas balik selesai.

***

Kim Cheong Ah duduk melamun di kedai. Kakaknya baru saja datang. Namun menyadari sesuatu bahwa adiknya berhubungan dengan pewaris intermarket.

Seol Aah langsung marah. “Apa apa? Kenapa nampak begitu kesal?” Tanya Cheong Ah.

“Seharusnya kamu juga mati. Kamu seharusnya mati bersamanya. Kenapa kamu membiarkannya mati sendirian. Jika berusaha menghentikannya. Kamu harus mati juga. Seharunya kamu selamatkan dia. Kenapa kamu membiarkannya mati? Kamu menghancurkan hidupku. Ini kesempatan yang kakak tunggu. Kakak menanti hari ini. kamu menghancurkan segalanya. Karena kamu, hidup kakak hancur!!!”

Kemudian ahjumma datang.

Seol Ah melemparkan bunga pada Cheong Ah. Ahjumma pun bingung.

Lanjut ke bagian 3 klik di sini yaaa…

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat