Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 8 Part 3

Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 8 Part 3 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. untuk yang pengen tahu upate sinopsisnya. Silakan mampir dimari tiap hari senin dan selasa yaaa…

Ketika Seol Ah sudah pergi. Ahjumma bertanya pada Cheong Ah. “Kakakmu kenapa?”

“Omma tidak melihatku? Aku baru saja dipukul dengan bunga. Tapi yang Omma dan Appa pedulikan hanya Unnie.”

“Apa maksudmu?”

“Apa itu?” ahjumma melihat bingkisan di pintu.

***

Pimpinan Hong melihat profil Seol Ah.

“Kim Seol Ah. Gadis yang kamu pilih. Dia kakak dari gadis yang membunuh Joon Kyum. Ibu baru tahu. Lihat… apa yang akan kamu lakukan jika tidak mencaritahu lebih dahulu? Tamat riwayatnya. Dia produk cacat dengan masalah terburuk. Kamu tidak boleh melakukan ini. selama masih hidup. Tidak mungkin ibu bisa menerimanya. Begitu bibimu tahu, dia pasti ingin perusahaan segera kembali.”

Pimpinan Hong merobek profil Seol Ah.

***

Waktunya keluarga Kim makan. Seol Ah marah, ia melemparkan kartu nama.

“Dia memintaku menikahinya.”

“Siapa itu?” ayah pun melihat kartu namanya. “Direktur Intermarket.”

“Putra Pimpinan.” Ucap Seol Ah.

Ayah langsung bersorak manse. Ia senang.

“Tapi, dia sepupu anak yang mati itu. Anak yang meninggal usai menyelamatkan nyawa Cheong Ah. Aahh benar juga. Ini kisah Omma. Dia sebenarnya bunuh diri. Tapi ibu tidak ingin orang-orang salah paham terhadap putri Ibu. Bagaimana aku bisa menikah dengan keluarganya? Tidak mungkin mereka mau menerimaku. Setelah mendengarnya, kenapa kalian tidak bicara? Kalian mendengar semuanya. Lakukan sesuatu. Bisakah kalain melakukan sesuatu setidaknya sekali? Kalian seperi lalat. Tidak punya masa depan, hasrat, mimpi dan kemauan. Kalian hanya mencoba bertahan hari demi hari. Saling bilag semua baik-baik saja. tapi kenyataannya, dunia ada di atas sana. Apa yang tidak apa-apa? Apa yang baik-baik saja? aku muak dengan ini. aku sangat muak. Dan sayangnya aku masih tinggal di sini setahun dari sekarang. Sayangnya aku akan hidup seperti Omma dan Appa.”

Kemudian Seol Ah menutup pintu. Membantingnya. Lebih tepat.

“Mianhae Omma.” Ucap Cheong Ah.

Ibu diam dan pergi.

“Appa baik-baik saja?”

“Keluar. Keluar dari rumah ini. keluar dan bunuh diri jika mau.” Ucap Ayah. “Atau hiduplah jika kamu ingin hidup. Berbuat saja sesukamu. Ini yang kamu katakan usai ayah membesarkanmu selama ini? keluar…. aku benci melihatmu. Pergi….”

****

Serifikat kematian yang terhormat dipajang Ibu Hakim. ia berkata. “Terima kasih. Anakku.”

****

Cheong Ah di atap memandang langit. “Apa yang kamu katakan? Aku merasa sangat kesepian sekarang. Lihat? Itu hanya omongan. Sihir? Yang benar saja. kamu berbohong. Kamu yakin ada di atas sana? Jika melihatku, bisakah kamu memberiku tanda?”

Dan cucian jatoh. Wkwkwkwkkwkw… baju coklat yang dipakai di hari insiden.

Cheong Ah memakai baju itu lagi. “Gumawo. Chinggu.”

*****

Satu tahun kemudian…..

Di kampus bule. Ada si ganteng Koo Joon Hwi. Ia naik sepeda dan mendapatkan surat.

Surat itu dari Koo Joon Kyum.

Ia pun membacanya…

“Selamat…hari ini tanggal 28 agustus 2009. Hari terakhir hidupku. Aku menulis karena merindukan Hyung. Jangan sedih. Aku lebih bahagia dari sebelumnya. Aku bertemu dengen perempuan yang lucu. Bersama dengannya sudah cukup menyenangkan untuk membuatku memikirkan kembali kematian. Kami makan tteokbokki, corndog, dan jokbal. Kami mengambil foto stiker dan pergi berkarauke. Kami bernyanyi hingga serak dan makan sampai hampir meledak. Kami berjalan-jalan dan berbincang. Kami sangat terharu oleh angin sepoi-sepoi. Semua yang kulihat. Aku bersyukur dan menyesal. Begitulah hari ini. aku belum pernah mengalami hari seperti ini. aku ingin memberi tahu kakak bahwa hari-hari seperti ini ada. kurasa aku menulis surat untuk kakak walaupun tahu ini akan menyakiti kakak. Hyung…. sebenarnya aku ingin menjadi pemain basket seperti Jordan, bukan hakim. kakak sungguh ingin belajar hukum? Pikirkanlah. Ini kali pertama aku mengatakan ini. aku sayang Hyung, Koo Joon Hwi.”

Adegan yang diputar adalah kenangan Joon Kyum dengan Cheong Ah…

Bersambung…. klik di sini kelanjutannya.

Komentar…

Adalah sebuah drama yang bakalan mantep banget untuk diikutin terus.

Nggak salah. Drama ini rating 1 di hari tayangnya.

Yang paling seneng. Jumlahnya ada 48. Jadi nggak panjang. Ceritanya mantep banget. Kalau saya suka rekap yang penting. 90% penting guys.

Sebuah kematian memberikan kehidupan bagi yang lain. Kita tunggu ya kelanjutannya.

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat