Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 8 Part 1

Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 8 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah sabar ngikutin. Miminnya abis lepas jahitan. Eheheheh…

“Bukankah kamu…” Ucap Seol Ah.

“Kita terus bertemu.”

“Kamu mendekatiku meski tahu siapa aku?”

Do pun mengangguk dan mempersilahkan Seol Ah duduk. Sedangkan Seol Ah mengingat kata Mak Jomblang bahwa yang akan bertemu dengannya duda yang suka memukuli istri. Eh… Seol Ah malah dikasih bunga.

Do berkata. “Aku berpikir…. “Dia terlalu manis untuk memukul dengan buket.” Hal seperti itu. Kamu bermain golf?”

Langsung berpikiran buruk nanti Do memukul dengan golf. Wkwkkw.

“Besok hari minggu bagaimana kalau kita bermain golf?” Tanya Do.

“Sayangnya aku tidak bisa bermain golf.” Ucap Seol Ah.

“Kalau begitu ayo main boling.”

“Apa? Boling? Tidak bisakah kita menonton saja?”

“Baik. Film saja. itu artinya kencan kedua.”

“Apa?”

“Kamu bilang mau menonton film. Kamu yang menyarankannya.”

“Rupanya kamu buaya darat.” Ucap Seol Ah.

“Tentu saja. aku cukup sering bersama wanita.”

“Jadi, kenapa kamu putus dengan mereka semua?”

“Emmm… kurasa aku terlalu mencintai mereka.”

“Setiap kalinya?” tanya Seol Ah.

“Tentu saja.”

“Kamu bahkan tidak menyembunyikan fakta bahwa kamu tukang selingkuh.”

“Aku tidak pernah selingkuh,” Ucap Do. “Aku tipe pria yang mencintai sampai hatiku hancur.”

“Sampai hancur?”

“Bagaimana denganmu?”

“Aku tidak tertarik pada cinta dan tidak memercayainya.” Ucap Seol Ah. “Jika percaya, aku tidak akan berada di sini, dijodohkan denganmu.”

“Bagaimana aku sebenarnya?”

Seol Ah menjawab. “Kamu sudah bercerai. Kamu memukuli wanita. Tapi tanpa rasa bersalah, kamu pergi berburu wanita lagi.”

“Tapi kamu tetap kemari untuk menikahiku?” tanya Do.

“Ya. Itu rencanaku. Aku juga bukannya menyukaimu. Aku punya keberanian, jadi, jika membanun ketahanan dan keterampilan, mungkin aku bisa bertahan dengan kehidupan pernikahan. Aku tidak akan pernah dipukuli. Aku akan belajar tinju dan hapkido untuk mengalahkanmu.”

“Bisakah kamu melihat bunganya lebih dekat?”

Seol Ah pun melihat kartu di bunga. “Intermarket?”

“Aku belum pernah menikah, aku tidak pernah memukuli wanita, dan aku di sini bukan untuk berburu wanita. Aku di sini untuk memburu Kim Seol Ah. Menikahlah denganku. Lagipula, kamu tidak peduli siapa suamimu. Intermarket lebih baik daripada Keumyang Elevator.”

****

Dua surat. 1. Konfirmasi kremasi dan 2. Tanda terima medis. Tanda terima janji, Park Kkeut Sun, bedah umum. Ibu Hakim memandangi lembar itu.

Kemudian ahjumma masuk membawa berkas. “Di mana aku harus meletakkan ini, Bu Hong?”

“Taruh di mejaku dan pergilah.”

“Baiklah.”

Ternyata ada sertifikat kematian terhormat milik Koo Joon Kyum.

Ibu Hakim berkata. “Apa kebenarannya, Joon Kyum Ah…”

**

Kemudian tak lama, Cheong Ah datang bertamu. Ahjumma bahkan diminta untuk pergi ke luar rumah.

Cheong Ah membawa bingkisan dan tidak diterima dengan baik oleh Ibu Hakim. Namun, Ibu Hakim menyediakan minum. Di rumah Ibu Hakim, Cheong Ah sedikit melihat foto Koo Joon Kyum.

Ibu Hakim menunjukkan sertifikat Koo Joon Kyum dan kertas lain *sertifikat kremasi Park. “Aku ingin tahu yang sebenarnya. Tentang kematian putraku. Aku mempertaruhkan semuanya. Aku sudah menyerahkan semuanya untuk mengajukan pertanyaan ini, jadi, sebaiknya kamu menjawab dengan perasaan yang sama. Diantara keduanya, mana yang benar?”

Lanjut ke bagian kedua klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat