Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 19 Part 3

Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 19 Part 3 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di sini. Usai Seol Ah pergi ke UGD lagi, hakim Hong menemukan ponsel ahjumma yang ketinggalan.

Tae Rang akhirnya bertemu dengan si bungsu. Si bungsu malah ketakutan melihat Tae Rang. Wkwkwkkwkw….

Karena terjadi kesalahpahaman, Si Bungsu malah menyangka Tae Rang adalah orang jahat dan dipukul dengan raket.

****

Endingnya, si bungsi yang dipukul oleh ahjumma.

“Kamu sangat berani. Aku sangat mengagumi keberanianmu.” Ucap Tae Rang.

“Kepalamu pecah?”

“Tidak… hanya benjol.” Wkwkkw.

“Maafkan aku.” Ucap ahjumma. “Terima kasih juga untuk hari ini.”

****

Dua orang siswi di dalam bus mengeluhkan bahwa Joon Hwi bau mayones dan tuna. Wkwkkwkwkw. Remaja itu bahkan membayangkan banyak sekali tuna mayones yang Joon Hwi makan.

***

Ahjumma memegang ponsel ahjumma. Perkataan ahjumma sebelumnya adalah… “Lebih baik kamu tidak bertemu dengan Cheong Ah. Dia tidak lulus ujian. Dia harus bersiap untuk wawancara sampai mendapatkan hasilnya. Jika tidak lulus kali ini, dia harus bersiap tahun depan. Anggap saja kita tidak bertemu hari ini. mari kita rahasian ini. aku mohon.”

***

Ahjumma di rumahnya mencari ponselnya yang hilang. Kemudian si bungsu meneleponnya.

Hakim Hong mengangkatnya.

“Halo… permisi. Anda menemukan ponsel ini? ini ponsel ibuku. Di mana aku bisa mendapatkannya kembali?”

“Aku akan mengirimkannya lewat layanan kurir kilat. Katakan alamatmu.” Yeon Ah yang nggak tahu apa-apa pun langsung kasih alamat.

“Bolehkah aku minta nomor Unniemu?”

“Apa? Unnieku yang mana?”

“Kamu punya lebih dari satu Unnie?”

“Ada dua.”

“Ahhh beri aku nomor Unniemu yang baru saja menjalani ujian. Di apartemen mana dia tinggal di Naryangjin?”

“Apartemen Haemang. Tapi ini siapa? Ahjumma siapa? Bagaimana kenal Unnie?”

***

Yeon Ah mengatakan pada ahjumma bahwa orang yang menemukan ponsel ibunya akan memberikan lewat kurir. Tidak membahas apapun kecuali itu, mau tanya ahjumma yang menemukan telepon keburu ada ayah yang datang dan menyanyi-nyanyi.

***

Hakim Hong bercerita pada Pimpinan Hong.

“Aku bertemu dengan Ibunya kali ini. Ibu gadis yang Joon Kyum selamatkan.”

“Apa?” Pimpinan kaget.

“Ponselnya ketinggalan saat aku bertemu dengan Seol Ah.”

“Kalian bertemu dan saling menyapa?” tanya Pimpinan Hong pada Seol Ah.

“Ya. Bibi memperkenalkannya.” Ucap Seol Ah.

“Mengerikan. Ini hubungan yang nahas. Bukan begitu? Aku muak. Mereka selalu menempel.”

“Itu kejam bicara begitu.” Ucap Hakim.

“Mereka membunuh anak kakak yang berharga. Lalu mereka kabur tanpa mengatakan apapun. Gadis itu dan ibunya… tidak bermoral standar.” Pimpinan Hong melirik Seol Ah. Tentu dia tahu. Kan dulu dicari tahu siapa Seol Ah. “Mereka sangat serakah dan berbaur dengan keluargaku. Kalian saling menyapa… ahhh yang benar saja.”

“Aku berniat menemui gadis itu. Tahun depan 10 tahun peringatan. Aku akan mengundangnya.” Ucap Hakim Hong.

Seol Ah dan Pimpinan kompak bilang tidakkk… “Lebih baik memutuskan hubungan yang nahas.”

***

Seol Ah ada di apartemennya. Ia mendapatkan pesan dan bengong.

***

“Aku dan ibuku menutupinya. Seperti yang ibu lihat, Bibi Yu Ra tidak tahu.” Ucap Seol Ah pada Pimpinan. “Aku akan menelepon ibuku dan melarangnya ke rumah sakit lagi. Maafkan aku.”

“Kamu seharusnya meminta maaf akan kehadiranmu. Aku harus memutuskan hubungan denganmu. Aku juga akan memutuskan hubungan dengan ibu dan adikmu. Kenapa aku harus takut bicara dengan kakakku saat berhubungan dengan adikmu. Memang kamu siapa? Aku tidak akan membahayakan diriku demi melindungimu. Aku tidak akan membahayakan putraku. Bercerailah.”

“kami tidak bisa bercerai tanpa persetujuan dua pihak.”

“Jin U memang penting. Lihatlah ini… periksa…” Pimpinan memberikan figura.

Seol Ah pun sudah melihatnya.

Bersambung… klik di sini kelanjutannya.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat