Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 16 Part 1

Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 16 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. untuk dibaginya jadi berapa-berapa bagian, saya nggak tahu yaaa… karena tergantung dari dramanya sendiri.

Hari sudah pagi. Hampir pukul 8 pagi. Tae Rang bangun lebih dahulu dan banyak jemaat gereja datang. Tae Rang malah menutupi wajah Seol Ah dengan jaket.

***

Ayah pengangguran yang kurang berguna dalam drama ini memang sedang butuh uang. Ayah bahkan akan mencuri mendali emas milik Yeon Ah, anak bungsunya sendiri. Tapi keburu ketahuan si bungsu, jadi, gagalah rencananya.

****

Ahjumma melihat instagram Seol Ah. “Tidak ada unggahan dari kemarin. Mungkin dia sibuk. Apa dia sakit?”

****

Ayah Kim akhirnya mencuri mendali emas milik anaknya. Saat akan pergi. Ayah bertemu dengan Cheong Ah.

“Jangan menyapaku jika tidak mau.” Ucap ayah. “Ini masih pagi. Tapi kamu tampak seperti pecundang. Kapan kamu akan mulai bekerja? Mulailah bekerja jika kamu terlalu bodoh untuk belajar. Kamu sudah tidak ada harapan untuk kerja dan hidup. Jangan bersembunyi di balik nama pencari kerja seperti pengecut dan hidup dibiayai oleh ibumu. Jika tidak ada pekerjaan, bersihkan gedung untuk mencari nafkah. Kamu hanya perlu ke sana di tengah malam dan membersihkan tempat itu seperti hantu. Bukankah itu sempurna untukmu?”

Ibu pun keluar. “Cukup… dia sedang menunggu hasilnya, kenapa kamu bilang begitu?”

“Hasil apa? Hasil yang menyatakan bahwa dia gagal? Dia juga tidak akan berhasil untuk kali ini. sudah jelas. Kamu sudah gagal delapan tahun, jadi, jika terlalu berharap, kamu yang salah. Dia bahkan mencoba bunuh diri. Kenapa dia tidak bisa merelakan impiannya? Dia tidak bisa menjadi polisi. Kenapa aku punya putri begini? sia-sia makan sup rumput laut.”

“Bukan kamu yang makan sup rumput laut usai dia lahir. Aku yang makan.” Ucap ahjumma. “Teganya kamu mengatakan itu padanya.”

“Kamu juga harus sadar. Suruh dia bekerja sebagai pembersih seperti yang kamu mau aku lakukan. Kamu bilang itu menghasilkan banyak uang. Aku juga ingin mendapatkan uang saku dari anak-anakku.”

“Kamu mau ke mana dengan setelan ini?”

Ayah Kim pun pergi.

***

Cheong Ah wajahnya nampak murung.

“Dia marah pada Omma, tapi melampiaskannya padamu. Karena kamu tidak pernah membalasnya.”

“Tidak apa-apa. Apa yang dikatakannya tidak salah. Tapi aku pasti memberikannya pada Omma.”

“Berikan apa?”

“Uang saku. Tunggu saja.”

“Doakan Omma panjang umur.”

“Tentu saja. kenapa wajah Omma murung? Jangan seperti itu padaku juga.”

***

Di dapur. Ahjumma merasa sakit perut dan dia sudah dapat rujukan untuk pergi ke rumah sakit.

***

Ayah Lee seperti pencuri dan membawa mendali ke tempat orang yang membuat mendali tiruan. Ayah ingin membuat mendali tiruan milik si bungsu.

***

Cheong Ah mengobrol dengan Ibunya. Ia pun melihat foto keluarga yang ada Seol Ah.

“Baek Rim dirawat di kamar mana? Ibu ingin membuat bubur kacang pinus dan labu dan mengunjunginya.”

“Jangan.”

“Kenapa jangan?” Cheong Ah hanya ingat ucapan Seol Ah.

“Mungkin Baek Rim tidak nyaman. Dokter bilang dia butuh istrirahat total. Lebih baik ibu menjenguknya saat dia sedang pulih.”

“Baiklah. Orangtuanya tidak tahu soal kecelakaannya?”

“Ya.”

****

Seol Ah akhirnya bangun.

“Kamu sudah bangun?”

“Pukul berapa ini?”

“Sudah hampir jam besuk. Kamu harus bangun sekarang.” Seol Ah kaget dan langsung lari.

Lanjut ke bagian 2 klik di sini ya…

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat