Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 15 Part 4

Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 15 Part 4 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk link selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah kepoin drama ini di marihhhh….

Tae Rang melihat ke belakang dan tercantum pengumuman. “Ada pengumuman untuk doa Buddha dan misa gereja. Itu artinya pasti ada kapel untuk keduanya. Periksa salah satunya. Pasti kosong selarut ini.”

“Jangan paksa aku bicara. Aku lapar.” Ucap Seol Ah.

“Ada restoran seolleongtang 24 jam di dekat sini. Belikan aku semangkuk.”

“Ini pukul 04.00.”

“Ahhh banyak sekali larangannya. Traktir aku sekali saja. kamu masih berutang popok kepadaku.”

***

Mereka bedua akhirnya makan bersama.

“Tidak ada orang di sini. Makanlah.” Ucap Tae Rang melihat Seol Ah yang canggung. “Kamu belum makan sejak kemarin bukan?”

“Apa baru dua hari? Rasanya sudah dua tahun. Beberapa orang mungkin berpikir kita berselingkuh.”

“Aku akan makan di meja lain. Apa itu tidak masalah bagimu?”

Seol Ah langsung memindahkan makanan Tae Rang. Tae Rang masih tersenyum. Mereka makan saling memunggungi. Seol Ah makan sangat lahap.

***

Namun, di rumah sakit, Jin U malah kejang-kejang.

***

“Kenapa kamu tidak menelepon Ibumu?” Tanya Tae Rang. “Jadi, kamu bisa meluangkan waktu untuk makan.”

“Dia tidak ada.”

“Kalau begitu, telepon orang lain di keluargamu.”

“Aku tidak punya siapapun.”

“Kamu yatim piatu?”

“Ya.” Ucap Seol Ah.

“Kalau begitu, hubungi temanmu.”

“Aku tidak punya teman.”

Seol Ah kemudian malah selfie. Eehh tapi baterynya habis. “Kamu punya pengisi daya?”

“Tidak.” Ucap Pa Rang mau pergi.

Seorang pria di kasir diam-diam memotret mereka. “Dia akan membayar.” Ucap Tae Rang pada kasir menunjuk pada Seol Ah.

Seol Ah membuka dompet dan ia ingat kartunya sudah disita. Ia hanya punya kartu milik Pimpinan Hong.

“Bukankah anda pembaca berita Kim Seol Ah?” tanya kasir. “Aku sudah lama menjadi penggemar anda.”

“Terima kasih.”

Tae Rang masih dipintu dan melihat Seol Ah. “Kenapa dia seperti anak anjing yang harus buang air besar?” wkwkwkwkkw… “Aku tidak bisa memahaminya.”

Seol Ah melambai-lambai. Tae Rang mendekat.

“Ada apa?”

“Kamu bisa membayar? Aku membawa dompet ibu mertuaku. Akan kubayarutangku pukul 21.00 besok.” Kemudian Seol Ah keluar. Tae Rang pun membayar.

***

Karena Jin U kejang. Dokter menelepon Pimpinan Hong. Pimpinan Hong bergegas ke rumah sakit. Saat ia menelepon Seol Ah. Seol Ah ponselnya tidak aktif. *kehabisan batery kan.

***

Mereka berdua pun ke geraja.

“Kamu ingin aku tidur di sini?”

“Jika kamu tidak mau tidur, setidaknya doakan suamimu siuman.”

Mereka pun akhirnya sama-sama berdoa.

Hae Rang mencoba tidur  di bangku. Karena kakinya kelelahan, Seol Ah pun ikutan tidur di bangku panjang.

***

Jin U sudah membaik. “Tapi kita bersyukur jantungnya tidak berhenti.”

“Dia hampir mati.” Ucap Pimpinan Hong. “Dia bisa saja mati. Jadi, Seol Ah di mana? Ke mana dia pergi? Di mana menantuku?”

“Tidak tahu.” Ucap perawat.

Pimpinan pun mulai mencari Seol Ah.

Bersambung…. klik di sini selanjutnya.

Komentar dulu…

Sebuah drama yang lagi-lagi saya tengok di asianwiki dan jumlahnya masih 48 episode. Dan masih besar harapan saya kalau drama ini 48 episode saja.

Melihat episode belakangan setelah 9 sampai sekarang. Kok cerita Seol Ah banyak ya? Siapa yang jadi peran utama di sini? Bukannya Cheong Ah? Tapi, kemunculan Cheong Ah dan Joon Hwi malah belum banyak sama sekali. Mereka kok kayak jadi peran pembantu yaa???

Guys? Bakalan skandal banget kalau nanti Seol Ah jatuh cinta sama Tae Rang. Gimana coba? Yang ada saat Seol Ah terpuruk justru orang asing.

Salah sendiri kan? Memutuskan diri dari keluarga. Cicak aja Cuma memutuskan diri dari ekornya. Manusia memutuskan diri dari keluarga agar bisa hidup mewah. Artinya manusia lebih mengerikan dari binatang.

Dan….. di sini, saya malah kasihan sama Cheong Ah. Sebab, dia kayaknya dimunculkan terus jadi kambing hitam dari awal.

Kematian Joon Kyum. Terus kehidupan Seol Ah???

Yang saya soroti lagi tentang dunia real dan sosmed, belajar dari Seol Ah.

Terkenal. Kaya raya. Bikin banyak orang iri kalau lihat instagramnya.

Nyatanya hidupnya jadi orang-orangan sawah di rumah sakit. Nggak punya teman dan bahkan mau traktir orang aja nggak bisa sebab kartu kreditnya punya mertuanya. Nanti ketahuan bukan? Makan buat orang jam 04.00 pagi?

Demi hidup yang tersohor di mata orang lain. Seol Ah menutup matanya sendiri.

Jadi, guys, kita jangan banyak iri sama kehidupan orang di sosmed.

Aslinya kan mana tahu bukan?

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat