Gimana Mau Tahu Dramanya Bagus Apa Nggak Kalau Nggak Nonton

Gimana Mau Tahu Dramanya Bagus Apa Nggak Kalau Nggak Nonton

Gimana Mau Tahu Dramanya Bagus Apa Nggak Kalau Nggak Nonton – Begitulah komentar itu menyangkut pada salah satu tulisan di kesan pertama. Agaknya, komentator merupakan pembaca baru. Karena tulisan masuk ke bagian pending.

Meski hal-hal seperti mengisi indentitas di kolom komentar barangkali adalah hal yang sepele saja. Bisa ditulis dengan identitas baru dan email apapun.

Sepertinya saya punya tanggung jawab untuk memberi tahu bagian-bagian dalam ulasan di sini. Baik yang lama dan baru.

Ulasan Bisa Ditulis Sebagai Satu Ulasan Utuh

Drama udah ditonton di masa lalu

Dengan catatan sudah ditonton di masa lalu. Misalnya, drama yang ditonton tahun 2015 saya tulis di tahun 2021. Sudah pernah nonton pada masanya dan untuk mengingatkan kembali.

Mengingat kembali ini agak-agak susah. Karena kalau dramanya nggak terlalu berkesan. Maka lupa adalah seperti hal yang umumnya terjadi.

Kadang saya nonton ulang sedikit untuk mengingat-ingat.

Beda dengan drama yang emang kata saya bagus banget dan oke banget. Saya bisa gampang ingat. Misalnya School 2015. Saya suka dari ost, cast, sampai kisahnya yang bikin kesel karena perundungan. Selebihnya saya kesal dengan pilihan peran utama wanita. Yaa maklum, yang usahanya siapa, yang dapatnya siapa.

Hidup suka begitu ya.

Drama Pendek

Biasanya semacam mini drama dan terasa seperti nonton film. Kalau drama-drama produksi netflix biasanya langsung diulas. Karena munculnya langsung. Bukan dua episode dalam satu minggu.

Nonton langsung sampai ujung adalah pilihan yang cukup bijaksana. Bagi saya.

Ulasan drama di tulis dengan kesan pertama

Biasanya drama on going. Sedang berjalan saat itu juga. Bisa sangat berbeda dengan ulasan apabila ulasannya ditulis.

Bisa jadi di kesan pertama cukup menjanjikan. Bisa jadi sudah nggak sreg di kesan pertama.

Kenapa ada kesan pertama?

Kesan pertama muncul tidak melalui kesengajaan pada mulanya.

Saya membaca salah satu blog dan dia menuliskan kesan pertama. Akhirnya saya ikut-ikutan.

Seperti nemu ide saja.

Tujuannya apa kesan pertama?

Mencicipi drama dan menuliskannya dengan perspektif.

Manusia itu tidak pernah murni. Ia menjadi ada warnanya. Di situlah letak perspektif itu ada.

Apakah di kesan pertama saya nggak nonton dramanya?

Nonton guys. Biasanya 2-4 episode. Biasanya pada 1 sampai 2 episode.

Kesan pertama bisa jadi sebuah keputusan awal yang mendasari saya mau lanjut apa nggak. Biasanya membaca pola-pola drama. Apakah akan menjanjikan atau tidak.

Ada kelemahannya. Apabila dramanya lumayan membosankan. Saya sudah bilang bosan dan nggak mau nonton. Padahal dramanya makin tambah episode. Makin panas.

Salah satunya ada di drama Kairos.

Beruntungnya saya punya pembaca yang baik. Membisiki saya di kolom komentar. Akhirnya saya nonton lanjut. Ternyata oke banget.

Maklum, di tahun lalu ada perasaan traumatis ketika nonton drama tentang waktu.

Landasan yang Digunakan

Lebih ke drama yang “kayaknya menjanjikan nih…” di situ biasanya saya nonton lanjut. Ikutan nonton sampai ujung.

Apabila nggak nemu pola-pola drama kesukaan. Saya hempaskan dari kesan pertama.

Makin kalian sering nonton drama. Kalian akan nemu pola-pola drama kesukaanmu.

Polanya saya dengan kalian sebagai penonton drama, saya yakin akan berbeda.

Jadi sudut pandanganya akan sangat pribadi sekali. Kesan pertama bukan tentang kebenaran mutlak.

Kenapa demikian?

Wadah yang sedang kalian baca bukan web besar. Hanyalah blog kecil.

Iya. Blog kecil. Pembacanya nggak banyak kayak web besar. Dikelola secara pribadi juga. Akan berbeda ketika ditulis oleh web besar dan ditulis jurnalis. Mereka membawa nama perusahaan dan citra di dalamnya.

Ketika kamu membaca web besar. Mungkin juga yang nulis adalah user. Semacam User Generate Content. Meski penulisnya user. Mereka melewati apa yang dinamakan kurasi.

Tulisan-tulisan di blog kecil ini tidak melalui proses kurasi.

Saya juga nggak pernah menulis tulisan “bayaran” sejauh ini.

Bila ada buzzer drama. Yang ada di sosmed itu. Saya tidak pernah ada di posisi itu. Kalian bisa cek di akun sosmed besoksore.com. Hanya promosi tulisan baru.

Bisakah kalian melihat popularitas di dalamnya?

Tentu saja tidak.

Blog saya itu semacam jalan sunyi yang tidak sexy untuk ditungganggi kepentingan. Juga saya akan pilih-pilih lagi bila ada tungganggan sponsor tulisan.

Jadi, siapa yang diwakili?

Tentu saja adalah diri saya pribadi.

Sejauh ini demikian.

Jadi, demikian saya menjawab pertanyaan pembaca.

Bila pembaca sudah menonton kemudian menemukan pendapat berbeda, bisa dituliskan di kolom komentar sebagai perbandingan.

Tapi bukan untuk pertikaiannya. Jangan berantem kayak di sosmed. Dijadikan bahan diskusi saja.

Link trakteer saya ada di sini. Monggo kalau mau kasih tip.

You May Also Like

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!