Garnier Super UV Matte Kok Bikin Nangis Ya?

Garnier Super UV Matte Kok Bikin Nangis Ya?

Udah kayak drakor sedih aja.

Sebelumnya saya mau kasih tahu dulu. Kalau untuk kedepannya, di besoksore.com akan melanjutakn tulisan lamanya tentang produk perawatan diri. Bisa kulit wajah atau tubuh. Sebenarnya, hal ini bukan hal yang baru. Tapi pernah ada dan saya jarang update.

Alasannya adalah nggak jauh-jauh dari kebiasaan saya menulis. Apa aja bisa jadi bahan. Termasuk produk. Di sisi lain, saya merasa apapun yang saya lihat di sosmed kayaknya bagus. Semacam produk yang bisa menumpaskan segala duka pemakainya.

Tapi. Ketika dihantam dengan realitas, sama kayak drakor. Cocok-cocokan jadi.

Maka, izinkan saya. Kembali melatih jari-jari saya dalam mengulas produk. Berhubung pembaca di besoksore.com kebanyakan perempuan. Yuk yuk baca yuk sampai abis biar tahu kayak gimana.

Tabir Surya Adalah Perjalanan yang Tidak Pernah Selesai

Udah kayak puisi cinta ada tuh subjudul.

Saya punya landasan besar kenapa demikian. Kita sama-sama tahu kalau tabir surya itu penting banget buat kulit tubuh atau muka. Alasannya adalah meminimalisir dari paparan buruk sinar matahari.

Gampangnya sih semacam lapisan yang melindungi. Semacam percuma aja skincare bagus-bagus kalau ujungnya nggak pakai tabir surya.

Begitu pentingnya salah satu item ini. Namun, pada kenyatannya menemukan produk tabir surya yang cocok untuk wajah adalah hal yang nggak gampang.

Beberapa tabir surya sudah saya cobain. Salah satu yang lagi saya coba adalah dari Garnier dengan varian Matte.

Tipikal kulit saya bermintak di T Zone dan cenderung mudah berjerawat.

Alasan beli karena lagi diskon aja di shopee. Saya beli di shopee mall seharga 43.500. Harga normal yang tertera adalah 65.000.

Yaa begitulah manusia. Mudah tergoda rayuan diskon.

Rayuan pulau kelapa mana tahu bukan? *Eh.

Saya pilih varian yang matte karena kulit saya suka mengkilap dengan sendirinya. Tapi mengkilapnya nggak ke arah kece. Tapi kilap tidak jelas.

*beehh.

Yang Saya Suka Dari Produknya

Harganya cukup normal. Karena yang lebih mahal jelas banyak sekali.

Kemudian mendapatkan produknya pun cukup mudah. Bahkan di minimarket pun ada. Kalau males nunggu di olshop gitu.

Yang menjadi pertimbangan kalau produk ini layak digunakan adalah. Krim yang diaplikasikan terasa “menggigit”.

Ceritanya saya pakai di bagian punggung tangan. Biasalah Mbak-Mbak Motor Matic suka wara wiri beli makanan kucing. Usai pulang, saya ngerendem baju dan nyuci baju secara manual.

Ajaibnya. Punggung tangan saya masih terlihat jelas ada krim nempel di sana. Nggak gampang ilang cuy. Makanya tadi saya bilang menggigit.

garnier

Yang Nggak Saya Suka dari Produknya

Baunya itu. Lemonnya cukup nyengat.

Ketika diaplikasikan ke wajah. Baunya nambah nampol. Seperti yang saya jelaskan di judul, produk ini di saya malah bikin jadi air mata keluar sendiri.

Mungkin salahnya saya juga. Pakainya di dekat area mata. Sudah tahu matanya suka sensitif. Akhirnya nangis juga.

Tapi nggak lama layaknya kesedihan yang telah berlalu. Saya nggak nangis melulu.

Ada yang sangat terlihat juga di kulit wajah diantaranya adalah kulit menjadi nampak lebih putih. Berhubung warna kulit saya sawo mantang mantap, cukup terlihat abu-abu hasilnya.

Lama kelamaan dipakai juga menghasilkan minyak di daerah T zone juga.

Kesimpulan Penggunaan Garnier Super UV Matte

Kalau tabir surya mengacu pada fungsinya untuk melapisi kulit agar lebih terlindungi. Garnier UV Matte mampu membuktikannya dengan keadaan dimana sulit hilang saat berkontak langsung dengan air.

Tetap nempel dan melekat di permukaan kulit.

Sayangnya, buat kuliat saya yang gelap malah jadi kelihatan putih nggak natural.

Mau beli lagi?

Nggak. Saya mau coba yang lain.

Buat yang mau trakteer mimin bisa langsung di link yang ini yaaa.

Terima kasih sudah membaca.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!