Ulasan Film Pendek Indonesia Tilik (2018)

Ulasan Film Pendek Indonesia Tilik (2018) – Sebenarnya kalian sudah tahu bukan? Kalau Tilik itu keluar tahun 2018 tapi baru diunggah di youtube tahun 2020. Saya juga nonton tahun 2020 kok, saat film ini trending, saya juga nonton. Begitu endingnya mereda. Baiklah saya tulisa di besoksore.com. Kalau diulik betul-betul, ternyata di sini jarang banget membahas film Indonesia yaaa..

Hehhehehe… ada sih. Cuma beberapa. Duhhh, koreaaa terusss…

Pengumuman : Tulisan di sini adalah bersifat pandangan pribadi. Sangat subjektif. Bisa berlainan satu dengan yang lainnya. Semua keputusan berada ditangan penonton sendiri. Apabila punya pandangan berbeda maka anggaplah sebagai sesuatu yang wajar. Tidak usah menuding ini dan itu. (tulisan ini kayaknya akan jadi template mimin besoksore.com).

Tilik ditulis oleh Bagus Sumartono, menceritakan tentang Ibu-Ibu Kampung yang naik truk untuk mengengok Ibu Lurah yang dirawat di rumah sakit.

Pada perjalannya, drama ini tidak jauh-jauh dari percakapan Ibu-Ibu disepanjang jalanan hingga sampai di rumah sakit.

Jujur Saya Nonton Karena Viral

Kalau drama ini tidak banyak dicuap-cuap manja ditwitter, saya yakin nggak akan nonton deh. saya tahu dari twitter kemudian saya nonton di youtube. Menontonnya berasa lucu sekali. Sesekali saya sering merasa terwakilkan oleh beberapa karakter di dalamnya.

Gitulah kalau sudah ngumpul. Sering kali ada aja yang membawa tema gosip tanpa tahu kebenarannya, semacam digosok makin sip.

Percakapan di dalam film ini pun tidak jauh-jauh tentang gosipin Mbak Dian yang katanya punya barang-barang bagus dan simpanan seseorang.

Ada Ibu yang kerjaannya tidak mau percaya dulu sebelum munculnya bukti-bukti yang konkret.

Sejauh nonton sampai 30 menit, saya nggak skip sama sekali.

Menghibur. Lucu, polos, dan unik.

Harapan Tentang Film/Drama di Indonsia

Nonton Film Tilik, melihat sisi keviralannya di media dan mendapatkan banyak komentar positif adalah angin segar bahwa penonton Indonesia masih merindukan film yang sebenarnya dekat dengan kehidupan sehari-hari dan diangkat lebih serius.

Bukan drama pendek praktis dimana kalau hidup kamu baik kemudian disiksa diawal kemudian ending bagus di akhir. Terus yang lain pada tobat semua.

Hidup kadang nggak selurus itu. Hidup normal seringkali sama sekali kurang terwakilkan sama banyak hal yang ditampilkan di televisi atau bentuk kreativitas dalam bentuk tontonan lainnya.

Kesederhanaan dan kedekatan seperti budaya naik mobil truk atau mobil terbuka lainnya sangat lekat dengan budaya di kampung. Sangat real.

Tilik, menimbulkan rasa bahwa ide kreatif bisa datang tidak begitu bombastis. Cukup dengan hal-hal yang dekat dengan realitas saja. Tidak ada jualan aktor dan aktris yang kulitnya bak porselain. Mereka adalah Ibu-Ibu yang aktingnya terlihat tulis karena profesionalitasnya.

Akhirnya.

Di tulisan ini saya kayaknya lebih banyak berdoa bahwa semoga di masa depan. Saya bisa mengulas drama indonesia yang oke. Film indonesia yang oke pula.

‘kan masa iya? Saya bikin kesan pertama. Terus harus menunggu bertahun-tahun sebab sinetronnya nggak selesai-selesai. Kan jadi nggak update blognya. Wkwkwk. Kemauan untuk menonton juga saya yakin akan memudar.

Kesimpulan Ulasan Film Pendek Indonesia Tilik (2018)

Bagus, unik dan menggelitik.

Btw, kalian sudah nonton ‘kan?

Terima kasih sudah membaca di besoksore.com

Advertisements

You May Also Like

2 Comments

  1. Dian anaknya bu lurah?, seingatku min waktu nonton dian dikira pacaran sama fikri (anaknya bu lurah). Tapi ternyata malah pacaran sama bapaknya fikri atau mantan suami bu lurah.
    Disini seakan akan ibu yg selalu belain dian dijadikan representatif bahwa orang yg kita bela belum tentu tidak bersalah.

    1. oh kebalik yaa. wkwkkw. Terima kasih sudah diluruskan. wkwkwk
      terima kasih koreksinya. *dua kali bilang terima kasih nih.

      kemudian kolom komentar berasa ngosip dong.

      yuhhh… kadang saya merasa terwakilkan sama para karakter bu ibu, kadang jadi bu tejo, kadang jadi yang sok bijak, kadang yaaa diam-diam aja terus pusing sendiri (muntah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!