Ulasan Drama Korea Love All Play (2022)

Kesan Pertama Nonton Drama Korea Love All Play (2022)

Ulasan Drama Korea Love All Play (2022) – Kesan pertamanya saya tulis jauh banget di bulan april. Sedangkan ulasannya di bulan agustus. Artinya apa saudara-saudara?

Artinya drama ini nggak terlalu menarik untuk ditonton secara sat sit set. Meski saya sudah langganan disney+ sampai tahun depan.

Huhu.

Padahal, castnya bagus. Pemain utama juga nampak memberikan peran terbaiknya.

Bagian Bertarung di Lapangan Adalah yang Paling Menarik

Dulu, drama yang heboh itu, ada permainan Anggar yang kita bener-bener masuk dalam pertandingan. Seolah-olah kita juga pendukung.

Drama ini pun sama. Saat pertandingan meski ada kalah-kalahnya, saya adalah pendukung peran utama.

Hanya saja pas kelanjutannya udah kemana-kemana ceritanya. Malah bikin males.

Love All Play Diganjar dengan Minim Rating

Rating dramanya nggak membaik. Hanya di 1%.

Ada harapan dramanya memendek saat tayang. Karena kisah di benang utamanya tidak kemana-mana.

Tapi dramanya berlangsung seperti drama kebanyakan di 16 episode. Akhirnya, karena saya sudah nonton banyak, ada di disney+ juga. Yang mana saya nggak harus ke telegram buat nonton. Nyicil tuh sampai selesai.

Intinya Apa Sih?

Ada pemain bulu tangkis berbakat namanya Tae Yang. Saat itu Tae Yang mengajak temannya main malam-malam di hari bersalju.

Awal niatnya malah senang-senang, tapi membuat Mbak Park mengalami cidera sampai kehilangan kesempatan di karirnya yang sedang bagus-bagusnya.

Park Tae Yang hidup dalam rasa bersalah yang besar. Ia mundur dikala karirnya tidak buruk. Kemudian kembali lagi.

Tae Yang kembali dengan cibiran keras dari para pemain lainnya. Perundungan diterima Tae Yang saat ada di asrama sampai pengen keluar tapi nggak jadi.

Dalam asrama yang sama, ketemulah Tae Yang sama Park Tae Joon. Tae Joon adalah adik kandung dari Mbak Park yang kecelakaan di masa lalu.

Tae Yang dan Tae Joon dipasangkan menjadi ganda campuran. Meski terseak-seok, keduanya memberikan performa terbaiknya.

Namun apa yang terjadi?

Keluarga dari Park Tae Joon sangat tidak menyukai Tae Yang karena kesalahan di masa lalu.

Maju mundur dramanya di situ saja.

Belum lagi tentang kisah asmara diantara Tae Yang dan Tae Joon yang tentunya bakalan banyak menemukan batu sandungan di sana-sini.

Kesan Pertama Nonton Drama Korea Love All Play (2022)

Akhirnya….

Dramanya nanggung.

Memberikan kesan yang cukup baik di awal namun kisahnya melebar tanpa terlalu fokus.

Perasaan yang dirasakan Tae Yang adalah perasaan bersalah dari awal sampai akhir. Meski orang yang ia cintai masih mau menjadi pendamping di sisinya.

Sampai endingnya adalah Tae Yang mendapatkan “maaf”.

Kok Suka Gitu Ya?

Saya ngerasa kalau banyak drakor menampilkan sosok pendendam pada karakternya.

Kayak Mertuanya Hyang Gi dalam drama baru di sini. Kehilangan anak yang limpahkan kebenciannya pada menantu.

Dan masih banyak lagi drama-drama dendaman lainnya.

Kesimpulan Ulasan Drama Korea Love All Play (2022)

Kadang ada yang bagus.

Tapi yang nggak bagusnya lebih banyak.

Terasa janggal. Kurang fokus dan kurang greget.

Meski pemainnya bagus-bagus, tapi dukungan ide gagasan cerita kok kurang mampu bikin drama ini jadi cukup baik.

Melelahkan menghabiskannya sampai akhir.

Saya nontonnya sambil nyetrika baju. Selesai, tapi kerasa hampa aja.

Cuma tahu kalau pemainnya manis. Huaaah.

Penutup

Link trakteer mimin ada di sini. Terima kasih telah membaca.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!