Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 16 Part 1

Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 16 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa guys…. terima gajiiii….

Tuan Ko langsung menarik tangan Da Da. “Ini cincin milik Zero Nine. Sudah pasti.”

“Aku tidak mengerti apa maksudmu. Aku tidak mengenal Zero Nine. Silakan pergi.”

Dan munculah Zero Nine. “Pacar… siapa ini?”

“Zero Nine.” Ucap In Hyuk.

Da Da mencoba menghentikan dua lelaki ini. Sampai terlempar ke arah Zero Nine.

“Akhirnya kami menemukanmu. Zero Nine, kami kesulitan mencarimu.”

“Kamu pikir kamu siapa? Beraninya kamu menyentuh pacarku.”

“Apa ini? Lepaskan aku.” Ucap In Hyuk yang diremas bahunya. “Sakit. Lepaskan. Kamu hanyalah robot. Berani sekali kamu melakukan ini.”

“Tidak boleh ada yang menyentuh pacarku.”

“Input Zero Nine. Sierra-Tango-Oscar-Papa.” Ucap Tuan Ko dan langsung saja Zero Nine memejamkan matanya dan jatuh tertidur.

****

Wang Joon kesal dan datang ke rumah Da Da.

Di dalam rumah. Da Da masih mencoba menghentikan Tuan Ko dan In Hyuk.

“Siapa kalian?” Tanya Ma Wang joon yang datang. “Ada apa ini?”

“Siapa kamu?” Tanya Tuan Ko. “Bukan urusanmu. Ayo bawa dia.”

“Apa kalian gangster? Apa yang kalian lakukan?” Tanya Wang Joon.

“Ini tidak ada kaitannya denganmu. Jadi. kamu tidak perlu tahu urusan kami.” Ucap Tuan Ko.

“Ada seseorang pingsan di lantai dan kamu menyuruhku untuk tidak ikut campur? Tentu saja ada hubungannya denganku. Dia managerku.”

“Manager?”

“Aku tidak tahu apa yang terjadi. Tapi ini penculikan dan ilegal untuk menyeret orang seperti ini.”

In Hyuk berbisik pada Tuan Ko. “Apa yang kita lakukan? Dia Ma Wang Joon.”

“Memangnya siapa Ma Wang Joon?”

“Apakah kamu tidak pernah nonton TV? Dia aktor terkenal. Akan jadi rumit kalau orang sampai mencari tahu.”

“Kita tidak punya cukup waktu untuk ini. Cepat keluarkan dia.”

“Jangan sentuh dia. Akan aku laporkan.” Teriak Da Da.

Kemudian ada suara sirine polisi.

“Jangan sampai polisi tahu. Ayo pergi.” Ucap Da Da. Ternyata itu adalah ulah Nam Bo Won. Wkwkwkkw…

****

“Eom Da Da, kamu baik-baik saja?” Tanya Ma Wang Joon.

“Ya. Aku baik-baik saja.”

Nam Bo Won masuk. “Young Gu yaaa….”

****

“Apa yang terjadi padanya?” Tanya Da Da pada Nam Bo Won. “Apakah ada masalah?”

“Jangan khawatir. Ini hanya kode jeda sementara. Dia akan segera sadar.”

“Ke mana saja kamu selama ini?” Tanya Da Da. “Sudahlah. Yang penting siapa orang-orang itu? Kenapa mereka mencoba mengambil Young Gu?”

“Sejujurnya, Young Gu seharusnya dikirim ke tempat lain. Tapi aku membawanya pergi dari perusahaan sebelum mereka.”

“Kamu… mencurinya….dan memberikannya kepadaku? Kamu gila? Kenapa?”

“Young Gu sudah pasti akan sengsara di sana. Aku akan melakukan apapun untuk menyelamatkannya. Aku tidak akan pernah membiarkan mereka membawanya.”

****

Ma Wang Joon melihat ruangan penuh bunga. “Apa ini? Cintai aku?”

Da Da pun keluar dari kamarnya. “Kita perlu bicara.” Ucap Wang Joon.

***

“Apa maksud dari semua eror ini?” ucap Nam Bo Won saat membaca tablet. Kemudian Young Gu tbtb bangun. “kamu sudah sadar?”

“Di mana pacar?”

“Apa hanya itu yang kamu pikirkan? Kamu harus memikirkan dirimu sendiri. Di luar bersama Ma Wang Joon.”

“Ma Wang Joon ada di sini?”

“Ya. Tapi duduklah dulu.”

“Hyung. Apakah tujuh tahun lama bagi manusia?”

“Aku rasa begitu.”

“Kalau begitu, apa makna dari hubungan yang terjalin selama 7 tahun?”

“Banyak. Artinya mereka menyerahkan seluruh masa muda ke satu sama lain.”

“Kalau begitu, apa aku tidak bisa mencapai semua memori itu?”

“Kenapa tbtb menanyakan itu? Apa kamu bicara soal Eom Da Da?”

“Aku hanya ingin dicintai oleh pacar. Tapi aku merasa seperti ada hal yang lebih berharga baginya.”

“Kamu bilang apa?”

“Menurutku ada hal lain yang lebih berharga baginya. Aku bilang aku ingin dicintai oleh pacarku.”

“Kamu ingin dicintai?”

“Kamu bilang cinta itu soal memberi dan menerima.”

“Sejak kapan kamu memikirkan hal seperti itu?”

“Entahlah. Tbtb saja aku memikirkan semua ini. Apa aku salah?”

“Tidak. Bukan apa-apa.”

****

Wang Joon memberikan resume Young Gu. “Kalian tinggal bersama?”

“Terserah kamu mau berpikir seperti apa.”

“Da Da aku mau menanyakan sesuatu kepadamu. Apa kamu datang ke restoran malam itu. Beri tahu aku. Kamu datang, bukan?”

“Ya. Aku datang. Aku datang ke sana dan menunggumu. Aku menunggumu seperti biasanya selama 7 tahun terakhir.”

“Da Da… malam itu, Yeo Woong tbtb mengalami kecelakaan…”

“ya. Aku tahu. Aku yakin kamu punya alasan, tapi, aku selalu membenci alasanmu. Kamu selalu sibuk, dan selalu punya alasan. Tapi alasan-alasan itu selalu sangat masuk akal. Jadi, kalau aku kecewa atau kesal soal itu. Seolah aku hanya merengek. Aku selalu memendam perasaanku dan menunggumu karena aku tidak mau merengek. Tapi walaupun begitu aku sering menunggu. Aku selalu menjadi yang kedua bagimu. Aku tidak akan menunggu lagi.”

“Da Da… dengarkan aku baik-baik. Sejujurnya…”

Ehh Nam Bo Won keluar.

“Bagaimana keadaan Young Gu?” Tanya Da Da.

“Dia sadar beberapa saat lalu.”

“Syukurlah.”

“Tapi aku agak khawatir. Menurutku dia tidak bisa tinggal di sini lagi.”

“Apa? Apa maksudmu?”

“Sekarang perusahaan tahu lokasinya, mereka akan kembali untuk mengambilnya lagi. Kita perlu mengevakuasinya ke tempat lain. Kalau bisa aku akan membawamu juga. Tapi aku sungguh tidak mampu melakukan itu. Bisakah kamu membawanya ke suatu tempat tepencil atau di tempat hanya ada kalian berdua saja?”

“Aku akan membawanya.” Ucap Wang Joon. “Dia butuh tempat tinggal bukan? Aku akan membawanya bersamaku. Lagi pula, dia managerku.”

“Tidak. Itu tidak perlu…” Ucap Da Da.

“Tolong jaga Young Gu dengan baik.” Ucap Nam Bo Won.

“Ya. Baiklah.”

Lanjut ke bagian 2 yaaa… klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat