Sinopsis Golden Garden Episode 3 Part 3

Sinopsis Golden Garden Episode 3 Part 3 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa… terima kasih guys. Hehehehe…. ini bagian terakhir ya. Dramanya pendek cuy.

Eun Dong Ju masuk. “Halo… aku akan menjadi perawatmu mulai hari ini. ohhhhhh…. si gitarrrr?”

“Nona cutbray?”

“Ini apa?” nenek bingung. “Kalian saling mengenal? Dasar buaya darat!!! Kamu sudah menggodanya?”

“Tidak bukan begitu nenek…. omong-omong kamu cedera karena kejadian kemarin? Pasti sangat sakit. Sayang sekali…”

“Ini bukan apa-apa. Pria itu… pria bernama Jang itu dibawa ke ICU karena pukulanku.”

“Aigooo… yakkkk… nenek baru saja bertemu dengannya dan bajingan itu baik-baik saja. Nenek melihatnya dengan jelas.”

Eun Dong Ju pun tertawa.

“Agasshi… seperti kataku, pastikan kamu terus mengawasinya. Dan tetap bersamanya selama satu pekan. Jika dia berbuat konyol. Hubungi aku.” Nenek pun pergi.

***

Eun Dong Ju akan melepas baju Cha Pil Seung… “Apa yang kamu lakukan?” tanya Pil Seung.

“Kamu harus mengenakan pakaian pasien.”

“Aku bisa sendiri.”

***

Ayah Lee, Mid Eun dan Sarang makan bersama.

“Kurasa jjangmyeon adalah makanan terbaik di dunia.” Ucap sarang.

“Appa tidak makan? Ayah libur hari ini, tapi akan bekerja paruh waktu.”

“Ayah sudah kenyang melihatmu makan. Mid Eun, kamu harus makan banyak dan tumbuh besar.”

Sarang tertawa. “Appajie… oppa bilang jika anggota keluarga akur, tanpa saling bertengkar, berarti mereka kaya. Kalau begitu, kita sangat kaya bukan?”

“Ya.”

“Tapi, tetap saja. Aku berharap punya ibu seperti anak-anak lain.”

“Mid Eun kamu tidak merindukan ibumu?”

“Tidak. Untuk apa merindukan orang yang meninggalkan kita?”

“Baiklah. Ini salah ayah. Sarang, bersikaplah baik pada Oppamu. Dia kepala keluarga saat appa tidak di sini.”

“Yaaa arasseooyoo appajiii….”

Kemudian ayah mereka pergi bekerja paruh waktu.

****

Sabina nampak tegang di mobil. “Kamu gugup?” Tanya Choi Joon Ki.

“Kamu yang nampak gugup.”

“Sejujurnya, ibuku tangguh. Btw, aku harus bilang apa pada ibuku?”

“Kamu harus menjelaskan? Semua orang di bidang ini mengenalku. Dia akan beruntung memiliki menatu sepertiku. Kita akan sama-sama beruntung.”

“Kurasa kamu benar,”

“Jangan khawatir. Kamu hanya perlu PD. Aku yakin keberuntungan memihakku.” Ucap Sabina.

***

Cha Pil Sung bete banget di RS, ponselnya juga dibawa nenek. Jika ia akan kabur. Maka Eun Dong Ju akan melapor pada nenek.

“Nona cutbray, boleh pinjam ponselmu sebentar?”

“Kenapa?”

“Aku bosan dan ingin bermain gim.”

“Hanya bermain bukan?”

“Itu yang kukatakan.”

Eun Dong Ju pun memberikannya.

“Boleh aku menelepon? Menelepon pacarku?”

“Hanya satu panggilan.”

“Baiklah.”

Nelepon sih neleponnn… eeehhh yang ditelepon itu kantor.

“Tidak ada CCTV di ruangam aku baru dapat rekaman kotak hitam.”

“Apa? Rekaman kotak hitam? Lalu? Siapa yang mencuri tas itu?” *mendengar ini, Eun Dong Ju kaget. “Baik. Aku akan segera ke sana,”

Cha Pil Seung bahkan cerita kalau tas tersangka Jang hilang. Tambah paniklah dia. Akhirnya, Eun Dong Ju melepaskan Pil Seung yang mau pergi untuk penyidikan kasus.

***

Nyonya Jin bertanya kepada sekretarisnya Han Soo Mi. “Dia belum datang?”

“Belum.”

“Dia pikir dia tamu? Dia sudah menjadi direktur, dia tidak bisa datang tepat waktu. dia harus datang dan memastikan semua siap. Perjalanannya masih panjang.”

“Buah tidak jatuh jauh dari pohonnya. Dia lebih mahir menghabiskan uang daripada menghasilkan seperti itu.” Ucap Suami Jin.

“Cukup satu saja orang seperti itu di keluarga ini. tolong ganti dasinyaaa….”

“Di mana aku bisa menemukan dasi baru di sini?”

Nyonya melepaskan sendiri. “Sudah kubilang. Jangan melakukan hal bodoh dan diam saja hari ini. itu akan membantuku. Pastikan jangan minum terlalu banyak di acara sebuah pesta. Jangan mabuk dan menggoda gadis muda. Itu menjijikan.”

“Kamu bosku atau apa? Kenapa aku harus menuruti perintahmu?”

“Ini perusahaanku. Jika kamu tidak suka, berhenti saja.”

“Baik bu pimpinan. Aku akan menuruti…”

Pimpinan pun pergi.

Sekretaris Han So Mi memberikan dasi.

“Kamu tahu situasi seperti ini akan terjadi. Sekretaris Han, itu sebabnya kamu menakutkan.”

Choi Dae Sung menerimanya dan pergi.

Bersambung ke episode 4 klik di sini kelanjutannya

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *