Sinopsis Golden Garden Episode 3 Part 2

Sinopsis Golden Garden Episode 3 Part 2 – Episode sebelumnya di sini. selengkapnya kamu bisa cari di tulisan yang ini yaaa… terima kasih sudah membaca.

Emak menunggu di tepian sungai han dan melihat fotonya dengan si kembar. Ia mengingat ucapan sabina yang begitu yakin.

“Tidak mungkin. Tapi bagaimana jika itu benar-benar dia?”

****

“Permisi. Apa kita yang berbicara kemarin?” tanya Eun Dong Ju yang datang.

“Eun Dong Ju Sshi?”

“Ya. Anda ibunya sabina?”

“Kamu mengenal putriku?”

“Tentu saja, dia seleb terkenal. Ini, aku mau mencucinya, tapi tidak sempat.”

“Tidak apa-apa. Sampai jumpa.”

“Tunggu…” kacamata dilepas Eun Dong Ju… “Benar…. anda bukan?Shin Nan Suk. Aku yakin. Sudah kuduga saat anda meneleponku semalam. Aku tidak pernah bisa melupakan suara itu. Omma… omma bukan? Aku tidak pernah melupakan omma sama sekali. Bahkan setelah omma meninggalkanku. Aku yakin omma akan kembali untuk menemukanku. Jadi, aku tidak ingin melupakan wajah omma. Aku ingin mengenali omma saat kita bertemu. Ibu tahu betapa kerasnya aku berusaha untuk mengingat wajah ibu?”

“Dong Ju yaa…”

“Kenapa? Kenapa ibu meninggalkanku?” Dong Ju pun menangis.

Hingga Dong Ju akan dijatuhkan ke dalam air oleh Emak.

****

Ternyata hal di atas adalah bayangan belaka.

Eun Dong Ju datang…

“Ada yang meneleponku semalam?”

“Eun Dong Ju Sshi?”

“ya. Anda pasti ibunya. Kemarin aku berutang banyak padanya. Ini jaketnya. Aku tidak bisa mencucinya. Jadi, aku membawa bunga juga.”

“Baiklah. Akan kuberikan kepadanya. Namamu unik. Apa itu nama aslimu?”

“Ya.”

“Eun itu nama keluarga yang langka. Namu bagus. Kamu tinggal di seoul?”

“Sekarang aku tinggal di seoul. Tapi aku dibesarkan di busan. Sebenarnya, aku besar di panti asuhan. Panti asuhan aram. Di jangshin dong busan. Saat berusia lima tahun, ibuku, meninggalkan aku di bus. Jadi, aku ingin bertemu anda hari ini. putri anda nampak terkejut mendengar namaku. Aku penasaran apakah dia mengenalku.”

“Tidak. Aku yakin dia hanya bingung karena kejadian kemarin. Dia lahir dan dibesarkan di seoul.”

“Tapi dia mungkin tahu…”

“Itu mustahil!!!! Maafkan aku, sesuatu yang buruk menimpanya kemarin, jadi, aku sensitif.”

“Tidak apa-apa. Maafkan aku.”

Sebelum pergi, emak membuka kacamatanya. Dong Ju diam. Nggak kenal.

“Ini nasihat untukmu. Saat seorang ibu meninggalkan anaknya. Pasti ada alasan yang tidak bisa dihindari. Jadi, demi ibumu dan dirimu sendiri. Mungkin sebaiknya kamu tidak mencari ibumu. Kamu mengerti maksudku?”

****

Emak masuk ke dalam mobil.

“Benar. Itu dia. Dia Dong Ju. Aku meninggalkannya di Busan, bagaimana…”

****

Kilas balik..

28 tahun lalu. Dong Ju kecil tidur. Ibunya menaruh beberapa uang dan dimasukkan ke dalam tas Dong Ju.

***

“Ini takdir yang buruk. Kita bukan ibu dan anak. kita musuh. Musuh. Kenapa dia kembali? Tidak… sudah berakhir. Kami tidak akan bertemu kembali. Begitu aku meninggalkannya 28 tahun lalu. Hubungan kami berakhir. Dia bahkan tidak mengenali wajahku. Dia tidak akan menghalangi jalan sabina. Tidak akan. Kita bahkan tidak akan bertemu lagi.”

***

Sabina menerima telepon di rumahnya. “Bagaimana?”

“Ibu benar.”

“Lalu?”

“ya. Dia bukan Eun Dong Ju. Kamu tidak akan menemuinya lagi. Tenangkan dirimu dan bersiap-siaplah untuk acara itu.”

“Baiklah.” Sabina sangat lega.

“Semua akan baik-baik saja. Aku pasti akan beruntung.”

***

Nenek memaksa Pil Seung diopname.

“Diam berandal. Jika gagal lagi menjaga diri, nenek akan menghajarmu dan memberimu pelajaran.”

“Baik. Aku mengerti. Aku akan menjaga diriku dengan baik. Jadi, biarkan aku bekerja.”

“Lihat dirimu. Kamu masih tidak mengerti. Aigooo… kepala dan perutmu terluka. Jadi, kamu tidaksadarkan diri semalaman. Penjahat macam apa yang bisa ditengah oleh detektif setengah sadar?” wwkwkkwkw logis.

“Nenekkk…” Pil Seung merengek kayak bocah.

“Hentikan. Nenek benci kamu melakukan itu. Kamu dapat cuti sakit 10 hari. Jangan cbcb meninggalkan RS. Nenek juga menemukan CCTV manusia untuk mengawasimu.”

“CCTV Manusia?”

Lanjut ke bagian 3 klik di sini…

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!