Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 6 Part 3

Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 6 Part 3 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.... masih tentang percakapan di kantor polisi. “Pemakaman? Mereka mengadakan pemakaman besok?” Tanya Ahjumma.

“Ya. Aku baru saja diminta menutup kasusnya.”

“Menutup kasusnya?”

“Kamu pacarnya putra Hakim Hong?” Tanya Reporter. “Kamu tadi bilang kamari untuk menyerahkan diri? Untuk apa? Kurasa dia bukan mati karena menyelamatkanmu. Bagaimana dia mati? Kenapa dia mati?”

***

Hakim Hong mengingat putranya. “Omma.. aku menabrak seseorang dan melarikan diri. Kurasa wanita tua itu meninggal. Dia pasti sudah mati. Aku harus bagaimana? Apa yang harus kulakukan dengannya? Omma….”

Hakim Hong tentu saja sangat kaget.

“Pergilah ke kamarmu dan belajar.” Ucap Hakim Hong. “Biarkan Omma mengelap mobil.”

“Apa?”

“Sekarang.”

Hakim malah mengelap mobil dan disaksikan oleh anaknya.

***

Kilas balik selesai.

Ibu Hakim menangis.

***

Ahjumma, Cheong Ah, polisi dan reporter wanita akhirnya duduk lagi.

“Aku harus menyerahkan jasadnya. Apa yang ingin kamu katakan?”

“Sebenarnya, Aku dan Joon Kyum…”

“Cheong Ah, jangan basa-basi.” Ucap ahjumma. “Kamu tidak perlu cerita soal pertama kali bertemu dengannya. Aigooo… kamu konyol sekali. Masalahnya, dia menyembunyikan ini. kurasa dia agak pemalu.” Ahjumma memberikan ponsel. “Ini berisi semua informasi pribadinya. Kamu tahu dia usia yang mudah dipengaruhi sekarang.”

“Begitukah? Lihat… bukan apa-apa.” Ucap polisi pada reporter. “Apa yang kamu curigai? Kamu bahkan tidak memeriksa hasil permeriksaan postmortem, bukan? Aigooo… kalian seperti hiena. Kamu tidak tertarik pada fakta. Kamu hanya berusaha menulis artikel agar banyak pembaca….” Polisi berkata pada ahjumma dan Cheong Ah. “Hakim Hong meminta berhenti memeriksa riwayat ponsel.”

“Ya. Aku bisa memahaminya sebagai Omma.”

“Dia bilang ingin mengadakan pemakaman dengan tenang. Tolong pastikantidak ada artikel berita tidak berdasar.”

“Ya.”

“Cheong Ah, belajarlah. Kemudian lulus. Orang yang hidup akan menjalankan hidup. Itulah caramu menjadi dewasa.” Ponsel pun dikembalikan.

Cheong Ah pun menangis.

****

Di terminal bus. Cheong Ah bicara. “Aku melihat Joon Kyum. Dia bilang akan mengawasiku sepanjang waktu. setiap kali aku memandang langit. Dia akan melakukan sulap dan melindungiku.”

“Anak nakal itu menepati janjinya. Jaga dirimu… di atas sanaaa… beristirahatlah dengan tenang.”

“Maafkan aku Omma. Aku hanya memikirkan penderitaanku. Aku hanya berpikir untuk pergi. Aku tidak peduli dengan orang yang aku tinggalkan. Aku tidak tahu Omma akan sedih,”

“Kini kamu tahu, hidupmu bukan hanya milikmu. Itu milik ayahmu, Unnie dan adikmu. Sesulit apa pun, kamu harus menghargainya.”

“Apa yang harus kulakukan pada Joon Kyum dan Ibunya?”

“Setidaknya, mari kita lindungi Ibunya. Karena sudah begini. anggap Joon Kyum pahlawan. Kita harus mengirim Joon Kyum kepada Ibunya seperti ini.”

Cheong Ah menangis pilu.

****

Sambil bekerja via obrolan telepon. Ibu Hakim memilih foto Joon Kyum hingga ia tidak tahan lagi dan menangis.

Pilu sekali.

Bersambung… klik di sini kelanjutannya.

Komentar dulu.

Untuk yang pengen tahu drama ini kelanjutannya. Silakan mampir di sini hari senin dan selasa. Itupun kalau cepat buatnya. Drama ini pengganti slot Mother of Mine.

Nahh… sekarang kita tahu bahwa Joon Kyum meninggal karena rasa bersalah. Justru yang menimbulkan rasa bersalah juga karena Ibu Hakim malah menutupi kejahatan putranya sendiri.

Akhirnya… entah kenapa ucapan Ahjumma di halte bus itu nancep banget di hati.

Tuhan, kalau aja Joon Kyum nggak mati. Mungkin romance dengan Cheong Ah bakalan dapat banget yaaa. Tapi mau gimana lagi.

Saya nungguin Pak Tentara belum keluar lagi tuhh yaaa… deuuh.

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat