Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 6 Part 2

Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 6 Part 2 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah setia membaca.

Seol Ah bicara dengan ahjumma tadi di kedai kopi. Ini kilas balik yaaa….

“Mustahil bagimu karena orang tuamu. Kamu tidak bisa menikahi pria konglomerat. Berapa kali pun pergi ke gereja itu, mereka punya level yang berbeda darimu. Bagaimana dengan keluarga Daewon Galbi? Cabang Apgujeong? Mereka pergi ke gereja kita. Putra kedua keluarga itu menyukaimu.”

“Aku tidak tertarik kepada orang yang bekerja sendiri.”

“Silakan duduk kembali. Dengarkan aku sebentar lagi.”

Di kedai yang sama. Do sedang menguping sambil tersenyum.

“Kalau begitu. Kamu tidak keberatan dengan duda?”

“Apa?”

“Walau bisnisnya tidak termasuk 30 besar. Itu termasuk chaebol.”

“Perusahaan apa?”

“Kamu tahu Keumyang Elevator?”

“Ya.”

“Omong-omong, apa kamu berolahraga?”

“Ya. Aku sering melakukannya. Kenapa anda bertanya?”

“Dia memukuli istrinya. Dia cukup kasar.”

Kemudian. Kilas balik selesai. Seol Ah masih di dalam bus, melamun.

***

Di depan apartemen Hakim Hong sangat ramai, banyak reporter yang menunggu.

Pimpinan Hong pun melaporkan bahwa ada artikel dirilis. “Masih perlukah Unnie melakukan autopsi? Ini bisa menyebabkan kesalahpahaman jika para reporter tahu. Seharusnya sepakan, tapi mereka akan membuat berita berbulan-bulan. Mereka akan bergosip anakmu pergi dengan gadis di bawah umur. Aku khawatir ponakanku tidak bisa istirahat dengan tenang.

***

Ahjumma berkata pada Cheong Ah. “Unniemu berkata mereka bisa melihat riwayat pesanmu melalui layanan telepon. Ibu tidak tahu. Dia melarang Ibu menyalakannya karena mereka bisa melacak lokasinya begitu Ibu melakukannya. Saat ibu tiba di restoran semalam, ibunya menelepon. Apa yang harus kita lakukan?”

“Haruskah aku menyerahkan diri? Seharusnya akan terungkap jika meraka menerima riawayat SMS. Begitu membaca SMS. Mereka akan tahu… karena masih di bawah umur. Aku mungkin tidak akan dihukum seberat yang Ibu bayangkan. Yang terpenting. Aku harus dihukum atas perbuatanku. Aku tidak ingin terseret masuk. Aku ingin mengatakan hal yang sebenarnya sendiri.”

****

Ibu Hakim bimbang akan lanjut autopsi atau tidak. Karena berita sudah keluar.

Akhirnya ada kilas balik.

Joon Kyum nampak mengelap mobil. “Joon Kyum…” Ucap Ibu Hakim.

“Omma.”

“Sedang apa kamu di garasi?” Joon Kyum memegang lap penuh dengan darah.

“Aku menabrak seseorang.”

Kilas balik selesai.

***

Ibu Hakim pun menelepon detektif. “Autopsinya…aku ingin membatalkannya. Sebenarnya, aku ingin menutup penyelidikan.”

****

Cheong Ah sendiri di depan kantor polisi dengan Ahjumma.

***

Di dalam ruangan ada reporter perempuan. Polisi berusaha menghindar. Kemudian polisi bertemu Cheong Ah dan ahjumma.

“Ada yang ingin kami sampaikan.” Ucap ahjumma.

“Aigo… anda bisa saja menelepon. Anda tidak perlu datang jauh-jauh kemari. Apalagi sekarang? Tasmu? Kamu bisa mengambil apa pun yang kamu inginkan.”

“Aku datang untuk menyerahkan diri.” Ucap Cheong Ah.

“Apa? Apa katamu?”

“Jadi. tolong jangan lakukan autopsi pada tubuh Joon Kyum.”

Dan langsung saja reporter mengendus. “Menyerahkan diri?”

Kemudian reporter datang. “Apa mereka akan mengautopsi putra Hakim Hong? Kenapa? Kukira dia mati berusaha menyelamatkan pacarnya. Bukankah itu benar?”

“Tidaka ada autopsi. Memang benar dia mati berusaha menyelamatkan temannya. Pemakamannya besok, mengerti?” ucap polisi. “Jika kamu ingin berita eksklusig, pergilah ke rumah sakit. Kasus ditutup hari ini.”

“Rumah sakit apa?” tanya reporter.

“RS Hankook di Sinchom. Ruang VIP No. 1.”

Lanjut ke bagian 3 klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat