Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 21 Part 3

Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 21 Part 3 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. untuk kalian semua. Terima kasih karena sudah mengikuti sinopsis di sini yaaa….

Karena sudah mengungkapkan perasaannya. Cheong Ah pun jadi kikuk. Ia diam-diam saja saat di halte bus bersama Joon Hwi. Cuma gesek-gesek sepatu di daun. Kasihan banget. Wkwkwk tapi lucu deehhh manis banget.

“Itu menggangguku.” Ucap Joon Hwi.

“Tentu saja.” Ucap Cheong Ah. Eehh malah gesek-gesek kakinya lagi ke daun kering di tanah.

“Maka kamu harus menghentikannya.”

“Aku berniat. Tapi itu pilihanku untuk berhenti atau tidak.” Wkwkwk dikira ucapan cintanya nih kayaknya, pikiran Cheong Ah begitu. “Tidak bisakah kamu berpura-pura tidak tahu apa-apa dan tidak mendengar apapun? Apa susahnya?”

“Apa katamu? Pura-pura tidak tahu apa-apa dan tidak mendengar apa pun? Bagaimana aku bisa melakukannya jika aku bisa mendengarnya?” wkwkwk noh kan maksud Joon Hwi malah gesekan kaki Cheong Ah. “Aku berusaha tidak mendengarnya, tapi tidak bisa. Aku bisa apa? Bagaimana mungkin aku berpura-pura tidak tahu? Bagaimana mungkin?”

“Lalu terus merasa terganggu. Lalukan apa yang kamu inginkan.” Cheong Ah kesal. “Kamu mendengarnya, dan kamu tahu… kamu senang sekarang? Aku tidak melakukan kesalahan sampai kamu boleh menatapku begitu. Itu konyol. Kamu sebut dirimu manusia? Tidak bisakah baik sedikit saja? aku hanya bilang aku jatuh cinta padamu. Bukannya aku bilang aku menyukaimu. Kenapa reaksinya berlebihan.” Wkwkwkwk. “Kamu cukup narsis.”

“Bereaksi berlebihan? Narsis?”

“Kenapa busnya belum datang? Bukannnn…. Kim Cheong Ah. Apa yang akan Anne Shirley lakukan di saat seperti ini?” *ngomong sendirian lagi. “Apa yang akan dia lakukan?”

“Apa? Anne Shirley?”

Cheong Ah malah menghirup napas dalam-dalam.

“Apa yang kamu lakukan sekarang?” tanya Joon Hwi.

“Menunggu bus. Aku yakin separuh kesenangannya adalah menunggu. Meskipun tidak ada hal yang menyenangkan yang terjadi, kesenangan yang kurasakan saat menunggu adalah milikku saja.”

Bus pun datang??? Ehhh malah taxi.

“Kamu bisa naik bus,” Ucap Joon Hwi pada Cheong Ah.

“Aku tidak salah dengarkan? Kamu akan naik taxi ini sendirian? Saat bus tidak datang? Dan angin berembus kencang? Kamu merasa terganngu olehku, yang artinya kamu peduli.”

“Aku harus membiarkanmu menikmati kesenangan menunggu.” Wkwkkw dibalik cuy. “Lanjutkan injak daunnya. Kenikmatan yang kamu rasakan saat menunggu milikmu sendiri.” Joon Hwi masuk taxi sendiri dan meninggalkan Cheong Ah.

***

Ibu Hakim memandang nametag Koo Joon Kyum. Ia nampak senang.

“Aku merasa pulih.” Ucap Ibu Hakim pada ahjumma yang bekerja padanya. “Aku dipulihkan hari ini. ada ini di ranselnya.” Ibu hakim memperlihatkan nametag Joon Kyum.

“Siapa?”

“Cheong Ah.”

“Cheong Ah? Maksua anda, anda bertemu dengannya?”

“Ada nama Joon Kyum di ranselnya. Dia tidak bilang. Tapi aku bisa tahu bagaimana perasannya sejak saat itu. Aku merasa bersyukur dan kasihan. Kurasa waktu berhenti baginya sama sepertiku. Hatiku sedih saat menyadari itu. Aku ingin melakukan sesuatu untuknya. Apa pun yang bisa membantu.”

“Aku mengerti. Tapi jangan lupa tidak semua orang berpikir seperti anda. Agar anda tidak terluka lagi.”

“Jangan khawatir. Apa lagi yang bisa melukaiku sekarang? Itu tidak akan terjadi di masa depan.” Emmm nggak tahu aja dia.

***

Seol Ah datang ke kantor Jin U. Ia membayangkan bagaimana Jin U bermesraan dengan sekretris Moon. Ia bahkan marah pada bayangan Moon Hae Rang yang ia lihat. Seol Ah ingin Sekretaris Moon mati.

Udah gila dia marah-marah sendiri.

Ia pun segera disadarkan pada nada telepon dari Pak Cha yang mengatakan kenapa dia belum memajang foto di medsos.

Lanjut ke bagian 4 klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat