Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 17 Part 1

Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 17 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti yaaaa…. selamat membaca dan selamat hari senin. Kita kembali ke kejadian di depan lift.

Cheong Ah yang melihat Pimpinan Hong langsung mengingat bahwa 9 tahun lalu, ia pernah disiram air. Cheong Ah pun membalikkan badan.

“Berputarlah.” Ucap Pimpinan Hong. Cheong Ah pun berputar lagi.

“Apa kamu mencoba kabur tanpa menyapaku dengan benar?” topi dan masker Cheong Ah pun dilepas pimpinan. “Siapa kamu?” *eehh lupa guys.

***

Di rumah sakit, di tangga. Seol Ah menghitung uangnya hasil menjual tas.

***

Ahjumma mendapatkan kabar bahwa ada mioma di kandungannya. Ahjumma harus dioperasi.

***

Memandang Cheong Ah. Pimpinan Hong langsung berpikir keras. “Katakan siapa kamu!!!” Pimpinan teriak. “Kenapa kamu tidak memberi tahu siapa kamu?”

Joon Hwi akhirnya mendekat. “Pimpinan.”

Dan belum apa-apa. Cheong Ah langsung lari dan masuk lift. Joon Hwi mengikutinya tapi lift sudah tertutup lebih dahulu.

***

“Kamu mengenalnya?” tanya Pimpinan Hong.

“Ya. Dia datang untuk menemuiku.”

“Begitukah? Seorang gadis yang memakai topi dan masker datang untuk menemuimu? Lalu dia melarikan diri saat bertemu dengan bibi. Entah kenapa. Jika dia bukan pencuri. Entah kenapa dia berlaku seperti itu. Bagaimana kamu mengenalnya sampai dia menghindari bibi? Bibi tidak meminta ini sebagai bibimu. Bibi memintamu secara resmi sebagai pemilik grup ini. sebaiknya kamu jujur tanpa menyembunyikan apapun.”

“Dia pacar.” Wkwkwkwkkwkwkwwk

“Apa? Pacarmu? Wanita rendahan itu pacarmu?”

“Bukan. Dia pacar orang yang mengalami kecelakaan dengan Jin U.”

“Apa?” *bakalan ribet nih anjay Joon Hwi bilang begini. “Kenapa kamu bertemu dengannya? Untuk apa? Apa yang mau kamu lakukan sampai mengajak wanita itu kemari?”

“Kita tunggu saja. ini pekerjaan atau siasat.” Ucap Joon Hwi. Kayaknya udah capek bibinya mikir jelek terus.

****

Pimpinan Hong meminta pengawalnya mengejar Cheong Ah.

Sedang Pimpinan Hong datang ke tempat Joon Hwi bekerja.  Joon Hwi juga memberikan dokumen bahwa Cheong Ah akan datang untuk men ttd kontrak bahwa dia akan membayar kerugian kamera yang dirusak.

***

Tak sengaja. Seol Ah melihat Ibunya yang sedang melamun. Rahim ahjumma harus diangkat dan dokter mengatakan bahwa ini adalah hidup kedua ahjumma sebagai wanita.

Ahjumma bicara sendiri. “Banyak tanggungan yang harus aku tanggung. Bagaimana dokter mengatakan kehidupan kedua. Ke mana aku pergi untuk berakhir menjadi seorang Ibu? Bagaimana dengan anak-anakku yang tidak bisa menjaga diri? Mereka tidak berdaya tanpa aku.”

Dan ahjumma nengok. Ia melihat Seol Ah.

“Kenapa kamu datang? Untuk apa anda kemari?” tanya Seol Ah. “Lagi pula, anda tidak bisa membantu.”

“Seol Ah.”

“Jangan mendekat.”

“Seol Ah…”

“Aku tahu, jadi, hapus air mata anda. Bagaimana jika orang berpikir bahwa anda adalah ibuku? Orang lain akan berpikir bahwa kita adalah ibu dan anak. tolong jangan bersikap seperti ibu. Kubilang aku tidak butuh Ibu.”

“Biarkan aku setidaknya melihat wajahmu.”

Seol Ah membuka kacamatanya.

Ahjumma menangis.

***

Seol Ah malah mencarikan taksi. “Cepat pergi. Seperti yang anda dengar, aku tidak punya waktu untuk ini.”

“Seperti yang ibu dengar?”

“Pergi saja tanpa mengatakan apapun. Lakukan jika anda ingin membantuku.”

“Baiklah.” Ahjumma memegang tangan Seol Ah. “Aku akan pergi. Jangan sakit. Jangan sedih. Jangan berusaha terlalu kuat.”

Seol Ah pun berkaca-kaca. Ibunya pergi.

Lanjut ke bagian 2 klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat