Sepertinya Saya Sedang Menyukai Seseorang

Ulasan Film Korea You Are My Sunshine (2005)

Sepertinya Saya Sedang Menyukai Seseorang – Saat memasukki usia kepala tiga dan masih lajang. Saya bertanya kepada diri sendiri mengenai kriteria seseorang yang saya sukai.

Kemudian bingung.

Hingga suatu hari saya tercerahkan.

Bahwa saya menyukai pria yang bertanggung jawab penuh pada keluarganya.

Saya tahu seorang pria yang cukup baik merawat kedua anaknya, statusnya duda ditinggal mati oleh istirnya.

Kalian tahu?

Saya mencoba tersenyum padanya dua kali. Kemudian kedua momen ini sama sekali tidak direspon olehnya.

Saya mencoba menarik perhatiannya. Agar sebentar saya dia melihat saya. Tapi gagal. Pria itu fokus pada hal lainnya.

Saya tidak tahu apakah pria itu sudah mempunyai calon istri baru atau tidak berpikiran untuk menjalin hubungan lagi.

Saya mengaguminya dari jauh.

Berpikir seandainya saya jadi istri dan ibu dari anaknya dan anak-anak yang mungkin saya lahirkan.

Saya terdiam.

Memikirkan diri saya sendiri. Ternyata, meski dalam hati ini tujuan hidup saya lebih ke bertahan hidup dan membayar utang. Nyatanya dalam hati yang jauh, masih ada keinginan untuk berumah tangga.

Saya juga memelajari diri sendiri. Nyatanya, saya menyukai pria yang baik. Bukan pria yang tampan dan muda.

Usia pria itu? saya tidak tahu. Anak pertamanya berusia 13 tahun. Hanya itu yang saya tahu.

Mungkin…

Mungkin ini akan jadi perasaan bertepuk sebelah tangan. Perasaan saya akan ada di dalam hati seperti yang sudah-sudah.

Namun, saya cukup gembira. Ternyata diam-diam saya mendambakan masa depan, alih-alih kadang ingin mati saja.

Serius, pada terpuruknya hidup. Saya kadang ingin tertidur tanpa terbangun esok harinya.

Saat ini saya masih berjuang memenuhi kebutuhan dan keadaan warung yang saya jalani kian memburuk. Stok barang menipis dan uang belanja makin tipis.

Diantara huru-hara hidup saya, berjuang tanpa hentinya. Saya bahagia melihat pria baik. Pria itu ada di depan saya setidaknya dua kali seminggu. Namun, ia tidak tahu.

Ia tidak tahu ada perasaan membuncah yang saya rasakan saat melihatnya. Berharap ia sedikit saya menyadari keberadaan saya.

Pada tulisan ini. Jika boleh, doakan saya yang terbaik. Suatu hari bisa bertemu sosok yang baik yang akan mendampingi saya.

Tuhan, jangan bilang mimpi saya terlalu tinggi.

*foto hanya pemanis.

You May Also Like

8 Comments

  1. Semoga diberkahi dengan kesabaran sampai saatnya semesta mempertemukan dengan pendamping hidup terbaik, aamiin…

  2. Semangaaat Mimin. Tidak ada salahnya memiliki mimpi, tandanya kita masih memiliki harapan dan tujuan di hidup kita. Saya doakan yang terbaik untuk Mimin..!! Ps : saya pembaca setia mimin, setiap ada drakor baru pasti mampir ke lapak Mimin dulu.

  3. Semangat ya.. Insya Allah ada saatnya dipertemukan dengan jodoh terbaik.. Aamiin…
    Saya juga kurang lebih sama seperti mbak.. doakan saya juga ya.. hehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!