Review Film Posesif 2017

Review Film Posesif 2017

Review Film Posesif 2017 – Hai. Kali ini besoksore.com mau mengulas film Indonesia lagi yang berjudul Posesif. Film ini mengisahkan tentang kisah kasih remaja saat SMA dan diperankan oleh Adipati Dolken dan Putri Marino.

Setelah sedikit cari tahu di internet, film ini lumayan banyak dapat nominasi penghargaan lho. Pemeran utamanya saja, Putri Marino mendapatkan piala citra… wah, padahal saya baru lihat penampilan pertamanya di film tapi udah dapat penghargaan saja. Putri Marino juga rupanya istri dari Cickho (eh susah bener nulis nama ini orang).

Seperti biasanya, saya nonton ini di iflix, dan Film Posesif ini original iflix lho.

Review Film Posesif 2017

Di postingan kali ini saya nggak akan banyak bicara tentang sinopsisnya. Tapi langsung ke sudut pandang sederhana saya sebagai penikmat film. Heheh

Film posesif banyak soundtracknya, tapi nggak original, jadi kadang saya sedang merasa mendengarkan lagu-lagu. Kalau dari segi cerita sih cukup ringan tapi agak serem gitu. Dimana-mana orang posesif itu serem ya?

Adipati Dolken berperan sebagai Yudis dan memiliki pacar bernama Lala yang seorang altet loncat indah. Parahnya, Yudis selalu berlebihan menghadapi para lelaki yang berada di dekat Lala, bahkan teman sebangku Lala itu sendiri. Pokoknya posesifnya terlalu sampai tega melukai, Yudis bahkan sama sekali tidak ragu-ragu memukul Lala jika kecurigaan yang berlebihan pada Yudis muncul.

Kalau lihat kedua pemain utama sih kualitas aktingnya bagus ya. Tapi kok saya merasa apakah Adipati Dolken memerankan seorang anak SMA itu nggak terlalu tua ya? itu kelihatan banget pas close up bagian wajahnya, Adipati Dolken sudah tak semuda dulu. Sama sih Putri Marino juga, apa nggak ketuaan juga memerankan anak SMA, tapi nggak terlalu terlihat seperti Adipati Dolken.

Secara keseluruhan, Posesif ini agak mencekam ya. Tapi, diakhir cerita, kita akan tahu mengapa Yudis melakukan hal demikian. Apa-apa saja pemicu sikap Yudis yang amat sangat Posesif.

Endingnya… emmm begitulah, saya cukup senang dengan Lala yang bisa cukup dewasa menyikapi hubungan pacaran mereka.

Apakah film Posesif bagus?

Saya sih merekomendasikan ya, tapi jujur saja saya nggak terlalu terhibur sebagai penikmat film. Tapi layak tonton kok.

Eh Putri Marino cantik ya? hehe…

Sekian review film posesif 2017.

Terima kasih sudah membaca.

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!