Review Film Galih dan Ratna 2017

Review Film Galih dan Ratna 2017 – Film lama? Ah biarlah, hhehe. Diantara kalian mungkin ada yang tahu Galih dan Ratna yang versi lama. Tapi, sayangnya saya lahir pada tahun 90 dan nggak tahu Galih dan Ratna versi lama. Saya hanya tahu Galh dan Ratna tahun 2017. Itupun saya lihatnya pas tahun 2018.

Sepertinya saya akan masuk ke bagian komentar saja ya?

Galih dan Ratna menjalin cinta, keduanya bertemu saat SMA. Barangkali seperti Rangga dan Cinta, bedanya kali ini bukan puisi yang menyatukan mereka *eh kok kalimatnya berima yaaa, haha. Namun lagu dalam sebuah pita kaset. Lagu itu adalah lagu Hampir Sempurna yang dinyanyikan Rendy Pandugo. Dan dari tahun 2017, saya sudah jatuh cinta lebih dahulu dengan lagu yang dinyanyikan Rendy Pandugo.

Bahkan bisa jadi, ketika saya memencet download film galih dan ratna adalah karena lagu hampir sempurna.

Ngomong-ngomong soal pemainnya, saya nggak tahu banget kalau yang jadi Galih alias Refal Hady, agak bingung juga lihat anak SMA kok masa iya bewokan? Setahu saya anak SMA ya katakanlah bewoknya sudah numbuh pasti disuruh cukur sama gurunya. *lah ini jadi bahas bewok bukannya bahas filmnya.

Pemeran utama perempuannya adalah salah satu artis yang namanya sulit diketik dan sulit dibaca, dia adalah pemeran Ratna, Sheryl Sheinafa. Kalau doi dulunya sering saya lihat ngomong cas cis cus di acara musik di salah satu TV nasional. Dia juga lagi hits, bisa akting, bisa nyanyi dan main musik. Pokoknya tjakep lah, beda banget sama saya. *bukannya bahas film malah curhat.

Beberapa pemain pendukungnya juga ada Joko Anwar yang jadi guru dengan Marissa Anita yang biasanya nongol di TV pagi-pagi sebagai pembawa acara.

Kalau mau membandingkan dengan versi lama. Maka akan sangat tidak adil karena saya nggak pernah nonton Gita Cinta dari SMA. Jadi, ini murni Galih dan Ratna tanpa embel-embel masa lalu.

Galih dan Ratna, setidaknya bukan film remaja yang renyah. Setidaknya masih menyinggung ranah mimpi anak muda dan pandangan-pandangannya. Saya cukup suka dengan Galih dan Ratna yang mencoba membangun kembali geliat toko tua yang dahulu milik ayah dari Galih.

Nonton Galih dan Ratna juga membangkitkan saya dengan memori saat mendengarkan kaset pita. Zaman sebelum di mana digital mulai ada, zaman serba analog. Zaman di mana saya muter-muter kaset dengan ujung pulpen kalau pitanya kendor.

Jadi semacam nostalgia ya? nostalgia di mana saya harus menikmati semua lagu dalam kaset secara berurutan walaupun saya cukup nggak suka beberapa lagu. Saya menikmati suatu karya dengan utuh.

Kebayang nggak sih? Dahulu, kita memang bisa menerima hal-hal yang tidak kita sukai secara wajar. Seperti mendengarkan beberapa lagu dalam satu kaset yang sebenarnya nggak kita suka-suka banget. Sekarang, di zaman serba digital, kita bisa dapat dengan mudah memutar bagian-bagian mana yang kita inginkan.

Secara eksekusi akhir, saya bisa bilang film ini biasa-biasa saja.

Tapi, film Galih dan Ratna saya rekomendasikan yaa ke kalian. Apalagi lagunya Rendy Pandugo yang Hampir Sempurna itu. kayaknya bakalan cocok banget buat kalian-kalian yang memang lagi kasmaran dengan sang kekasih hati *uhuk.

Sekian Review Film Galih dan Ratna 2017

Terima kasih sudah membaca, semoga hari kalian menyenangkan.

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!