Mengenang Karakter Severus Snape dalam Harry Potter

Mengenang Karakter Severus Snape dalam Harry Potter

Mengenang Karakter Severus Snape dalam Harry Potter. Saya ada salah satu penggemar Harry Potter, dulu waktu SD ada teman saya yang bernama Mawar (bukan nama sebenarnya) membawa buku tersebut dan membacanya di sekolah. Waktu SD saya dan teman saya Nur (anggap nama sebenarnya) mengejek Mawar bahwa memiliki dan membeli buku hanya menghambur-hamburkan uang.

Ahhh, sepertinya saya harus minta maaf pada Mawar karena ejekan dangkal itu. berbeda dengan saya dan Nur yang dibesarkan di keluarga yang hanya lulusan sekolah dasar, Mawar dibesarkan oleh orang tua yang sekolah tinggi sampai kuliah, bahkan bapaknya adalah dosen. Kedua orang tua Mawar menanamkan minat baca pada anak-anaknya sejak kecil, kalau saya dan Nur boro-boro membaca dan mengkoleksi buku dari kecil, pertama pergi ke Mal aja pas SMP dan hanya satu tahun sekali. Anak kampung sekali memang. Saya dan Nur hanya anak SD yang bermain di sekitar rumah, bahkan saking tidak pernah kemana-mana mungkin kami bisa tersesat di desa kami sendiri.

Sebetulnya kali ini saya akan sedikit membahas salah satu karakter dlam Harry Potter yaitu Severus Snape. Saya membaca berita online yang memberitakan bahwa Alan Rickman (pemeran Severus Snape) meninggal dunia karena penyakit kanker. Alan Rickman lahir di UK pada tanggal 21 feburari 1946 dan meninggal pada 14 januari 2016 di London. Yap, Alan Rickman telah meninggal dan tentulah beritanya mengitkan saya kembali tentang tokoh kuat dalam serial Harry Potter yaitu Prof  Severus Snape.

Snape digambarkan sebagi seorang guru di Hogwarts dengan penampilang tinggi, hidung bengkok dan rambut hitam klimis. Seingat saya Snape adalah tokoh yang tidak pernah tersenyum, dia hanya menampakkan seolah membenci Harry dan kawan-kawan. Perjalanan karir snape adalah menjadi guru ramuan, guru pertahaan terhadap ilmu hitam dan kepala sekolah.

Snape mngalami masa kecil yang tidak mudah dan sering mengalami kekerasan yang dilakukan oleh ayahnya sendiri yang seorang Muggle. Di sekolah dia juga sering di bully oleh teman-temannya karena dianggap aneh dan tertarik pada ilmu hitam, salah satu orang yang suka membullynya adalah James Potter/ayah dari Harry Potter. Snape tidak punya teman dan hanya memiliki satu teman yaitu Lily Evans, pun sang Snape mencintai Lily dalam diam. Bisa dibayangkan bukan, teman satu-satunya dan gadis yang disukai justru besikap menjauhi dan justru menyukai orang yang tidak kita sukai (James Potter). Mungkin hal ini juga yang membuat Snape sanggat membenci sekaligus melindungi Harry karena dia mengingatkannya pada sosok yang dibenci yaitu James Potter dan mengingatkan pada sosok yang dicintainya yaitu Lily Evans.

Snape bergabung pada klan Pelahap maut yang berjanji setia pada Voldemort tetapi dia juga setia pada Dumbledore (menjadi Orde Phoenic). Snape memagang peran pentingnya sampai-sampai namanya ada dalam judul buku keenam, yaitu Harry Potter and The Half Blood Prince (Snape berdarah campuran antara muggle dan penyihir dan ibunya bernama Prince).

Lewat buku yang ditulisnya mengenai ramuan, Snape secara tidak langsung mengajari Harry Potter lewat buku tersebut. Snape  yang seolah selalu menampakkan kebenciannya pada Harry secara tidak langsung membuat Harry tumbuh menjadi kuat. Kehidupan memang begitu bukan? Orang-orang yang seolah membenci kita justru adalah orang yang membuat kita menjadi hebat, suatu hari nanti mungkin kita akan berhutang kata terima kasih pada orang-orang seperti ini.

Lalu disini Severus Snape itu baik atau jahat? Sejujurnya saya tidak suka menuduh orang baik atau jahat, benar atau salah karena saya bukanlah seorang hakim dan pula bukan Tuhan, saya hanyalah seorang pengamat dan penikmat disini.

Hal yang mampu saya amati pada Snape adalah bahwa ia adalah orang yang banyak terluka, bagaimana tidak? Ia harus melihat temannya lily yang menjauhinya ketika di Hogwarts, mengetahui gadis yang dicintainya justru menyukai orang yang dibenci, kehilanggan Lily Evans yang berusaha melindungi anaknya dan dibunuh oleh orang yang ia beri kesetiaan yaitu Voldemort. Mungkin disini Snape banting setir, mengubah kepada siapa dia setia? Dia memilih setia pada Dumbledore. Snape selalu diberi tugas yang sulit, dia menjadi mata-mata, dia harus menjadi jahat, dia harus menimbulkan kesalah pahaman, penyamarannya tidak boleh terbongkar oleh pihak Voldemort dan juga pihak Orde Phoenic, mungkin juga tugas terberatnya adalah membunuh Sang Kepala Sekolah Albus Dombledore.

Mengenang Karakter Severus Snape dalam Harry Potter
Mengenang Karakter Severus Snape dalam Harry Potter

Saverus Snape menyembunyikan emosinya dan menampakkan emosi lainnya yang ia bisa lakukan. Mungkin saja Snape ingin memeluk Harry karena memiliki mata orang yang ia kasihi, mungkin snape ingin menangis karena membunuh Dombledore namun ia menunjukkan ekspresi kebencian setelah mengucap mantra (kebencian karena harus membunuh orang yang selama ini mempercayainya tanpa cacat dan ia hormati). Mungkin juga Snape ingin tertawa bersama anggota Orde yang lainnya, namun ia harus terus menerus sembunyi dalam ekspresi lain.

Akhir hidupnya? Ia dibunuh Voldemort dan setidaknya ia memberikan ingatannya pada Harry saat sekarat. Dijelaskannya lewat “memori” tentang semua peristiwa dan hatinya, kepada siapa sebetulnya ia setia, kepada siapa ia mencinta.

Sepertinya memang tidak ada yang manis pada kehidupan Severus Snape kecuali kenangannya pada Lily Evans. Kenangan yang membuatnya bertahan sampai akhir waktunya.

Mengenang Karakter Severus Snape dalam Harry Potter. Terimakasih Alan Rickman sudah memerankan Snape dengan begitu apik, selamat jalan.

 

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!