Kalau Bosen Nonton Film dan Drama Korea, Nonton Apa?

Kalau Bosen Nonton Film dan Drama Korea, Nonton Apa? – Sama kayak banyak hal yang sering dikonsumsi. Punya kejenuhan tersendiri. Ibaratkan sebuah pendulum, kadang terlalu kiri, kadang terlalu kanan. Kadang semangat sekali nonton, apa aja dilahap, kemudian di sisi lain diam saja, males nonton yang baru atau melanjutkan nonton yang sebelumnya.

Pernahkah saya ada di posisi bosen nonton drakor? Entah film atau drama?

Sering banget.

Dibandingkan dengan dramanya, film korea bagi saya banyak yang kurang “greget”. Saya lebih suka dramanya dibandingkan filmnya. Kalau boleh milih lho yaaa…

Bukannya film korea nggak ada yang bagus. Tapi acap kali jarang menemukan yang bagus.

Yuk bahas sebentar soal alternatif hiburan selain drama dan film korea.

Saya Pecinta Anime atau Kartun dll

Zaman saya hidup saat bocah, saya hidup dalam kartun di hari minggu dari habis subuh sampai tengah hari. Sempat ada di posisi kebingungan mau nonton di stasiun yang mana. Karena dalam mata saya, semuanya bagus.

Jangankan kartun, macam Ultramen dengan Power Ranger aja saya nonton.

Ketika agak remaja dan masuk 20an. Saya suka kartun yang ada di Global TV. Mulai dari Pinguin of Madagascar sampai Avatar The Legend of Aang. Spongebob juga saya suka.

Di usia kepala 3 saat ini, masih saja saya demen sama Anime atau kartun. Sedikitnya pernah saya ulas juga.

Zaman dulu juga ada film India dan telenovela. Esmeralda, Maria Bellen, Maria Mercedes, Paola Paulina, Dulce Maria, Amigos, Rosalinda, dll pokoknya, rata-rata saya pernah nonton, meski nggak pernah bener-bener sampai nggak pernah absen.

Film India? Ya ampun saya sampai hafal sama beberapa lagunya. Salah satu yang paling saya suka judulnya adalah Dil Hai Tumhara, dan beberapa film baru juga. Kapan-kapan saya buat film India terbaik versi saya.

Film India bagi saya punya sentuhan lain dibanding Korea, lagu dalam film India punya atmosfer yang diam-diam merasuk. Beberapa lagu dan cengkok bikin saya kagum. Pernah tuh saya nonton series netflix, sampai kagum banget lihat Mbak-Mbaknya nyanyi.

India itu sangat ekspresif, baik dari latar maupun secara tampilan perorangan. Mata mereka indah, kulit mereka juga beragam. Kemudian mereka dekat dengan bahasa inggris dengan logat mereka. Di telinga lebih mudah diterima. Beda dengan drama atau film Thailand.

Lalu tentu saja, tema agama (apapun) di film India banyak yang ngena. Sebagaimana yang kita tahu, meski India banyak yang memeluk agama Hindu, di sana juga ada agama lainnya. Acapkali punya narasi cerita yang apik, sampai di level menyentuh.

Sementara Korea? kita juga sama-sama tahu bahwa rata-rata orang korea memilih untuk tidak memeluk agama tapi bisa saja ikut perayaan agama.

India, bagi saya adalah soal keragaman yang berlapis-lapis. Belum lagi masalah kebudayaan, sisi ekonomi yang kayaknya seru kalau dipelajari.

Emang Kenapa Bisa Bosan Sama Drakor?

Karena yang ditunggu tidak juga datang.

Karena yang hadir kadang hanya drama-drama yang indah dipermukaan.

Karena drama yang ada banyak dibincangkan kemudian mudah hilang dalam ingatan hati seolah tidak ada apa-apa.

Karena cuma bosan. Itu aja.

Pelarian Saya?

Saya nggak bisa lari begitu saja.

Masih ada yang saya tonton. Kalau saat tulisan ini dibuat, saya lagi suka sama drama perselingkuhan itu. Pokoknya nanti saya bakalan komentar panjang soal drama ini dan sudut pandang soal pria yang selingkuh.

Sering juga saya bahas lagu korea di beberapa tulisan. Meski nggak mengerucut pada lagu, melainkan banyak sisi curhatnya. Yaaa semacam curhat saya memang terselubung dimana-mana.

Saya lagi lari ke Netflix belakangan ini. Lagi nonton Sweet Tooth dan udah suka dari episode 1. Seru banget, ada bocil bertanduk. Namanya Gus.

Di Indonesia juga banyak Gus. Gus Baha, Gus Dur, Gus Sabrang, Gus Mus, dll.

Lalu, seperti yang sudah saya coba kasih info. Di luar drama korea, kedepannya saya coba ulas di besokpagi.com.

Btw, besokpagi.com itu secara usia lebih tua dibandingkan besoksore.com.

Jadi, sila main-main ke blog sebelah untuk cari alternatif. Masih dalam proses untuk ngumpulin konten. Nggak lengkap dan tidak akan pernah lengkap. Hanya sama-sama masih dijalankan.

Bila kamu nggak lihat update di besoksore.com. Mungkin karena Miminnya lagi main di web sebelah.

Masih sama pada dasarnya. Sama-sama blog biasa saja. Diantara gencar-gencarnya orang bisa mengulas apapun di sosmed. Saya memilih mandiri, menyepi, berdamai, dan tentu saja sebagai ajang refleksi.

Saya nggak pernah jago nulis. Saya cuma membiasakan bahwa yang berlalu, biarlah saya abadikan dalam tulisan. Tidak mencela perasaan sendiri. Tapi mempersilakan perasaan apapun masuk, kemudian suatu hari saya keluarkan dengan kedamaian.

Bahagianya manusia itu suka lucu. Kadang yang satu bahagia, kemudian merupakan penderitaan bagi orang lain. Saya masih ingin memberikan kegembiraan pada pembaca. Sedikit saja. Entah di kalimat yang mana. Entah cocok di rekomendasi yang mana.

Kegembiraan toh bukan sekadar tawa bukan?

Gimana kalian hari ini? sehat? Masih berjuang? Masih tidak mau menyerah? masih mencintai kehidupan? Masih sadar akan kematian bisa menjemput kapan saja?

Masih bisa mencium bau dengan baik? Masih nyari info tentang kisseunya Suneo? Aahh ya begitulah hidup, satu trending ke trending yang lainnya.

Izinkan diri kalian istirahat dengan tontonan yang asyik.

Semoga bisa jadi tempat mampir yang enak. Meski tidak ada kopi di sini.

Penutup

Saya abis nyuci baju. Belum mandi. Masih jerawatan belum sembuh, perut membuncit sebab kebanyakan makan nasi.

Masih ingat selalu untuk tetap menulis. Sebagaimana nafas dan keinginan mengudar perasaan itu masih ada.

Sekian.

Buat yang mau trakteer Mimin besoksore.com ada di link ini.

Terima kasih untuk semangat dan doa yang kalian panjatkan. Semoga Tuhan memberikan kalian yang terbaik juga.

Saya sayang kalian, pembaca yang budiman, maupun tidak~~~~

You May Also Like

9 Comments

  1. Hai kak! Aku lagi mengalami ini, merasa bosan dan eneg ngedrakor. Kakak pernah ga sih bosan ngedrakor, tapi merasa ada ‘beban’ dari blog ini dan tetap maksain nonton? Btw, aku mau rekomendasiin Reply series yang cukup underrated, Reply 1994. Yang lumayan ngebalikin selera nonton drakorku. Bagus banget menurutku! Semoga kakak bisa nonton dan review ya, jadi aku bisa tau gimana pendapat kakak. Stay safe, healthy and blessed, kak!

    1. nggak maksain. tapi nontonnya emang yang cocok aja. yang sedengan bisa nunggu kapan-kapan ditontonnya. jadi tetap ada yang ditunggu tiap minggunya.

  2. Wahh sama min,, saya juga suka bgt sama film dil hai tumhara,, meskipun termasuk film india lama tapi ttp jadi favorit saya,, hehe

  3. India mah paling top kalo urusan film, film Jab tak hai jaan, Dilwale, sama chennai Express yang notabene film action aja bisa nangis misek misekkkkkkkkkkkk

  4. Mau ceritain pengalamanku kalo lagi bosen sama drakor. Cara pertama, aku bakal nonton drama dengan pemeran utama aktor/aktris yg kusuka. Tapi kalo ternyata alurnya gabagus, pake cara yg terakhir, yaitu ganti hobi selain nonton drakor. Kalo aku di ganti ke baca novel di buku atau wattpad dan baca webtoon. Dah, itu aja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!