Hai di Bulan Juli 2022

Hai di Bulan Juli 2022 – Tahun lalu, saya tinggal di rumah saudara. Numpang. Tahun ini, saya di rumah Ibu saya. Numpang juga.

Mata belum terbuka penuh dan Ibu saya sudah minta uang. Rasanya pengen mati aja.

Mungkin terdengar berlebihan. Tapi dulu, alasan saya pergi dari rumah adalah karena saya dipaksa menggadaikan BPKB kendaraan atas nama saya dan membayarnya.

Kemarin. Ponakan saya minta uang. Minta disampaikan pada Ibu saya.

Saya capek. Dimintai uang terus. Padahal uangnya nggak ada.

Bulan ini. Tagihan panjang sekali.

Tidak. Jangan berpikir saya hidup boros. Meninggalnya Bapak saya yang hampir satu tahun saya masih meninggalkan utang yang belum terbayarkan.

Mungkin, hidup saya ini dibenci orang. Karena terlalu lama menunggak.

September tahun lalu. Saya buka warung. Tapi bangkrut di awal tahun. Saya akhirnya harus menutup modal yang tadinya minjam ke teman. Teman sudah menagih dan saya janjikan nanti kalau gaji 13 cair.

Orang-orang terus bilang, “kamu punya gaji, masih nggak bisa bayar?”

Saya diam. Saya gajian baru dua kali sepanjang tulisan ini dikeluarkan. Gaji pertama saya full bayar utang. Gaji kedua saya sisa 300rb buat makan. Kemarin gaji saya minus. Mau lepas kucing saya, sampai saat ini belum ada yang serius beli. Semoga aja yaa.

Kalian tahu tentang budaya syukuran dengan kasih makanan di tempat kerja?

Sampai hal itu saja. Saya memilih tidak ikutan. Sampai dikatain “gpp nanti kamu dicemooh?”

Lah mau gimana?

Uang aja nggak ada. Saya dicemooh karena miskin? Yaaa silakan saja.

Hidup Itu Berat Banget

Banget.

Sampai kadang nggak kuat.

Belum lagi soal Kakak saya yang ngamukkan kalau minta uang.

Kemarin. Saya adakan evaluasi soal keuangan. Post-post mana yang menghabiskan banyak uang. Kalau bayar utang sih jelas yaa. Tapi yang paling banyak diantaranya adalah makanan. Saya makan sampai 600rb satu bulan. Kayaknya harus dikurangi. Setengahnya kalau bisa. Jangan banyak jajan pokoknya.

Kemiskinan Struktural

September lalu. Sedikit uang buat buka warung.

Hasilnya hanya meninggalkan utang. Kemana uangnya? Dimakan ibu saya yang asal ambil uang di laci dan barangnya diambil tanpa dibayar.

Ditambah pembeli-pembeli yang utang nggak bayar-bayar.

Kadang, kalau sudah jatuh. Tertimpa tangga memang bukan hal aneh. Kalau sudah luka, nanti kena air garam.

Tuhan kasih dramatisasi.

Sulit sekali Tuhan.

Apapun yang saya lakukan. Kayak nggak pernah ada hal-hal yang tambah membaik. Semuanya nambah sulit.

Motor saya itu. Satu tahun sudah mati lampunya. Sampai detik ini “belum kebagian jatah” buat servis karena ada keperluan lain.

Jualan yang Mati Tak Mau, Hidup Ogah Sekali

Saya masih jualan pakan kucing. Kalau waktunya belanja. Bingung uangnya nunggu dari post mana.

Sudah saya kukuhkan. Di bagian jualan pakan hewanlah saya masih mau coba jualan. Sebab makanan hewan tidak dimakan oleh keluarga saya.

Lucu nggak sih? kalau ada kehidupan di masa lalu. Saya hampir meyakini kalau saya jahat sekali. Sampai hidup seperti ini.

Kalian Tahu?

Saya lulus ujian PPG. Belum tahu kapan mau kuliah. Kalau kuliah otomatis saya nggak bisa kasih les ke anak. Mungkin saya hanya bisa ngerjain tugas dan belajar. Memang ini kabar baik. Tapi untuk saya yang menggantungkan hidup dengan kemampuan sendiri dan penghasilan blog yang tipis sekali.

Saya sedikit takut.

Katanya takut nggak bisa makan itu menghina Tuhan. Karena Tuhan kasih rezeki.

Bagaimana saya bisa menghina Tuhan? Sedangkan tenaga saya sudah hampir habis dengan hidup “mode berjuang dan bertahan”?

Kadang Saya Masih Punya Mimpi

Masih punya mimpi menerbitkan buku. Setidaknya dua. Sebuah modul pembelajaran untuk keperluan murid-murid atau lainnya. Juga kumpulan fragmen dan puisi yang saya buat.

Sudah mikir mau ke penerbit indie.

Kedengaran bagus yaa?

Tapi saya harus ada modal dulu.

Pada perjuangan PPG, saya sangat berharap lancar dan lulus sekali percobaan. Agar tidak bayar. Agar bisa mendapatkan tunjangan lebih.

Karena saya tahu diri nggak bisa mempertahankan diri dengan bekerja hanya sebagai penulis. Tapi meski demikian. Saya bisa beli makan dengan menulis. Meski sering nggak cukup.

Kebebasan

Pada drama korea My Liberation Notes. Si putra satu-satunya dari keluarga Yeom bekerja sangat keras untuk membayar utang keluarga.

Di samping kisah Gu dan Mi Jeong. Ada sedikit kisah tentang utang yang bisa dibayar lunas. Chang Hee takut ayahnya ditinggal karena masih punya utang. Ia bekerja keras sekali.

Begitulah.

Pilihannya selalu dalam arena hidup yang makin keras saja.

Tarik napas.

Aahh yaa. Setidaknya saya butuh printer sebagai penjang. Numpang terus di orang lain lama-lama nggak enak. Tapi nanti dulu. Uangnya belum hadir.

*meringis.

Akhirnya.

Kalau ada yang nanya.

Kenapa saya kuat.

Jawabannya adalah karena masih hidup.

Pas bangun tidur. Saya masih hidup.

Dan keinginan untuk hidup sepertinya lebih sulit daripada keinginan untuk mati.

You May Also Like

22 Comments

  1. Semoga masih kuat & sabar ya mba🙏💪
    Kalo tentang bicara rejeki & mati,seperti menghina Tuhan ya padahal emang itu lha kenyataan yang di hadapi.
    Sy pernah ada di posisi itu, tapi emang lebih berat mba.
    Mba sudah hebat lho sudah bertahan hingga sejauh & sekuat ini. Semoga makin kuat & semangat dalam menjalani hidup ini ya mb🙏💪

    1. iya. minta doanya banget. aamiin.
      yep. kadang juga mikir, sudah sejauh ini. sudah selama ini. sudah sekuat ini.
      apapun di depannya semoga bisa dihadapi.

  2. semangat mbak, hidup memang g selalu mulus…saya dari dulu dalam posisi sebagai “tulang punggung” kerja jadi tenaga honorer dalam usia 21 menjelang 22 tahun..kalau diingat koq cukup yaa gaji 400rb, bisa buat makan sekeluarga, awal kerja saya nangis tiap sampe rumah krn 1 ruangan cuekin saya, kyk dianggap g da..tapi karena “butuh” saya harus bertahan n kuatkan mental..kalo inget masa itu 2004 saya hrs bayar kuliah, bayar uang sekolah adek, ksh uang belanja buat di rumah bayar listrik dan air rasanya penat sekali..setiap ada dapat honor kegiatan buat ke rumah sementara tmn2 yg lain beli baju atau beli apa ajah yg diinginkan, pny tabungan kyk mimpi..krn ditambah lg hrs bayar kontrakan rumah saya pernah ngerasain diusir dari rumah kontrakan dan berjanji g mau terulang lg penghinaan itu.. pernah suatu hari saya dapat honor 600rb pulang dengan gembira udh ngayal mau beli apa tau2 sampe rumah listrik mati, rupanya diputus krn belom byr 3 bulan..sejak itulah saya ambil alih semuanya..g da saya keluhkan kemana2 saya terima nasib yang seperti ini..8 tahun jadi tenaga honorer yang kalo awal tahun gaji dirapel bisa 3 atau 4 bulan, cari utang disana sini yang lucunya kl minjem sodara malah g dksh malahan yg cuma teman lebih peduli…

    saya cuma mau bilang…semangat mbak pasti akan ada pelangi setelah hujan, meski hidup g berubah 100 % masih tetap bertanggung jwb kepada ortu, msh nolongin adek yg udh pny anak 3 tp ekonominya blm stabil..saya bersyukur saya msh kerja, masih ada modal SK yg bs disekolahkan..saya menikah di usia 32 tahun pernah kehilangan janin dan 5 tahun baru diksh kepercayaan lagi, tapi saya tetap yakin dan percaya bahwa Allah pasti memberi yang terbaik dan sesanggup kita..

    peluk dari jauh mbakk, tetap kuat, tetap sabar dan tetap semangat..blog ini satu2nya blog favorit saya dari awal nonton drakor..apa yang diperbuat ibu mbak adalah ladang pahala mbak…apa yg mbak berikan kepada saudara n ponakan mbak adalah sedekah dari mbak..tidak ada perbuatan yang sia2 smua pasti akan ada balasan sesuai perbuatan

    1. dari tanggal 1 sampai tanggal 10. saya tidak membuka blog saya. sama sekali. Bahkan untuk sekadar update masalah teknis.

      malam sebelum ikutan diklat, saya baru sempat update tulisan kecil. sedikit demi sedikit baca komentar dari bawah.
      benar adanya jika hidup memang nggak pernah mulus, perubahan tidak terjadi 100%.
      Terima kasih pula untuk berbagi di sini. Terima kasih untuk kesediaan waktunya ngetik tulisan yang saya pasti tahu bagaimana proses menulis juga mengudar perasaan. Mbak kuat sekali sampai detik ini. semoga ketularan kuatnya.

      pas baca bagian Allah pasti memberi yang terbaik dan sesanggup kita.
      kebetulan, beberapa hari lalu. saya baca entah dimana. kalau yang Tuhan kasih adalah cerita terbaik buat kita.
      terima kasih untuk diingatkan. dikuatkan.

  3. Congrats min udah lulus pretest PPG, masih keinget jlas dulu aku ikut pretes thn 2017, nunggu pengumuman lama banget hampir 1 tahun sampe lupa kalo prnah daftar PPG, alhamdulillah awal 2018 trnyata lolos. N jarak pengumuman dg jadwal awal prkuliahan cuma 5 hari. Bneran kalang kabut ngurus administrasi sana-sini. apalagi dpat pnempatan di luar pulau di Unnes Semarang.

    Ttapi gara2 aku lolos sndirian, teman2 guru satu skolah pada kyk mengucilkan aku (pdahal gak bisa dibandingkan antara yg ikut PPG via daljab dg prajab). N sikap mreka bneran 180 drajat jd brubah. Ggra itu jg aku mlih kputusan brat utk resign dr sekolah.

    Aku harap mimin ttp kuat n dilancarkan PPG x dan dpt tempat yg gak jauh dr domisili, serta bisa lulus dengan skali ambil UP n UK UKMPPG sj.

    1. halo Lugi. terima kasih ucapan selamatnya.
      PPG 2022 kali ini daring 100%.
      Saat ini sudah tanggal 10 dan merupakan tanggal terakhir untuk konfirmasi ketersediaan.
      ternyata saya belum dipanggil meski sudah lulus pretes.

      katanya untuk tempat saya tinggal hanya 20% yang berangkat. beda dengan daerah 3T.

      Yap. akhirnya saya harus menunggu lagi. Disela-sela menunggu yang entah kapan. Saya lagi nyicil materi untuk UP dan buat porto buat UKIN.

      Minta doanya untuk kelancaranan. Meski entah kapan dipanggilnya. Hehe.

  4. Mbak..peluk… Sungguh, mbak punya daya juang yang sangat hebat. Bagaimana dengan opsi ngekos sehingga bisa lebih tenang menata hidup mbak tanpa “direcokin” orang lain? Semoga ke depannya berbuah manis ya mbak.

  5. Aku malu mau kasih semangat buat mimin kayaknya udah basi banget yaa.. tapi karena kita masih hidup jadi pilihan satu”nya yah dijalani ya min. Selama masih hidup mau seambyar apapun tetep itu bukan endingnya kan? Semoga Tuhan merestui kita buat dapet happy ending dihidup yg fana ini hihihi💗 Aamiin.

    1. aamiin Intan.
      iya. kadang kalau mau “nggak mau” juga “nggak maunya” sama siapa?
      akhirnya menerima. mencoba kuat. meski kadang mleyot juga.

  6. Semoga mimin selalu menemukan alasan untuk semangat dan bertahan. Apapun itu. Saya juga sedang berada dititik yg sama. Semoga kita bisa bertahan dan melewatinya, walaupun pelan walaupun sulit. Saya doakan segala beban dan kesulitan mimin bisa diringankan, dan diberikan jalannya

  7. Makasih udah bertahan,semangat terus
    Semoga hal baik segera menghampiri mu.
    Peluk jauh minn,tetap kuat yaa

  8. tetaplah hidup..
    karena aku menunggu update-an blog kk admin setiap hari
    XD
    aku selalu berdoa agar kk bebas dari beban hidup yang berlebihan..
    aku harap kk admin segera menemukan kebahagiaan..

  9. Halo kak. Saya turut prihatin dengan kondisi keuangan dan keluarga kakak. Saya juga sama, keluarga sederhana + banyak hutang, dan apalagi saya lagi susah cari kerja. Saya mau komen soal budaya syukuran yg bagi2/traktiran temen2 kantor. Dulu, di tempat pertama saya kerja, sehabis saya terima gaji pertama, rekan kerja kantor di satu ruangan tiba2 mendatangi saya dan “memaksa” saya utk traktir dan bagi2 makan siang. Saya coba menolak secara halus tapi gaya mereka udah seperti mengancam kalau saya tidak kasih maka saya kemungkinan akan dikucilkan selama kerja disana. Apalagi dari awal kerja memang sudah tidak enak, saya dituduh memanfaatkan koneksi dalam masuk ke perusahaan padahal saya ikut test dan juga wawancara layaknya staff biasa. Gerak gerik saya diawasi, dilaporkan pada HRD. Saya diajari akuntansi perusahaan dengan dimarahi kalau saya bertanya 2x mengenai sesuatu hal yang krg jelas. Rasanya gak betah. Seminggu aja saya pengen keluar. Tapi ditahan2. Saya sampai dipanggil HRD katanya saya kerjanya gak benar lalu karena kesal saya beberkan semua kelakuan karyawan di satu ruangan yg justru mrk lebih parah. Masa sampai masak seblak saat jam kantor. Saat ditagih traktiran setelah satu bulan, saya gak mau, gak rela, gak ikhlas. Saya butuh uang itu. Tabungan saya malah kosong saat pertama kerja. Hanya cukup buat jajan. Gaji pertama pun tergolong kecil tidak sampai 3 juta. Orang tua saya yang kasihan akhirnya menyumbang masakan ayam bakar dengan uang untuk modal jualan mereka. Saya sudah bilang tidak usah tapi mereka tetap memaksa. Saya masih kesal sampai hari ini. Jika memang ada budaya seperti itu, lebih baik dari inisiatif si karyawan baru, bukannya menjadi kewajiban yang berujung paksaan. Setahun setengah saya kerja, saya dikorbankan dan dipecat atas kesalahan yang tidak saya buat. Mungkin admin besoksore yang membaca ini bisa merasakan bukan hidup admin saja yg berat, saya juga. Kita memang hidup di dunia yang kejam. Saya hanya bisa berharap semoga Tuhan segera buka jalan buat problematika saya. Belom lagi umur saya yang sudah menginjak 27 mulai ditanya “Kapan menikah?” tapi pasangan saja belum punya. Saya suka bertanya apa tujuan saya dilahirkan sebenarnya? Saya merasa gak berguna dan menjadi beban.

    1. iya. Tuhan keren banget kasih cerita macam-macam ke manusianya. genrenya nggak abis-abis dengan lapisan-lapisan ujian.

      27 tahun masih muda.
      saya sudah 32 dan belum menikah juga. hehehe.

      malah kadang mikir, makan aja masih susah. kepikiran ke sana kok kayaknya masih jauh.

      semangat yaaa buat kamu… semangat juga buat sayaaa.

      komen memang dipending. baru dibuka ketika saya update komennya.
      terima kasih telah berbagi cerita di sini yaaaa.

    1. saya ingin pergi dengan keputusan sadar dan pergi dengan terhormat kak.

      seperti yang mendiang Bapak dulu saya bilang, “Kamu nanti bikin rumah yang bagus”

  10. Mbak, selain nulis di sini, apakah terpikir menulis fiksi di apps?
    Mungkin bisa jadi salah satu jalan keluar menambah incoome

    Ohya, tetep semangat. Cuma bisa bantu doa. Saya penikmat tulisan mbak di web ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!