Cobaan Hidup (Dua)

Cobaan Hidup (Dua)

Hidup itu absurd. Hidup penuh dengan penderitaan. Pada perspektif filosofi barat, penderitaan digambarkan dengan optimisme untuk memecahkan masalah.

*tarik napas.

Adalagi nasehat orang yang bijaksana, bahwa apa yang datang pada kita, “iyakan” saja.

*tarik napas lagi.

Tahun lalu, saat Bapak saya menjelang hari-hari kepulangannya. Saya sibuk mencari pinjaman sebesar kurang lebih 400rb-500rb untuk melunasi BPJS. Kemudian kepala saya berhitung secara sistematis mengenai denda karena nggak bayar sekitar 4 bulanan.

Mikirin masalah keuangan ketika keluarga sakit is another level of pain.

Saya akan membawa ingatan itu sampai kapanpun.

Apakah hidup makin berat? Tentu.

Ibu saya bekerja seorang diri dengan kemampuan paspasan dan terbatas. Karena sebelumnya Bapaklah yang bekerja dengan porsi paling banyak. Tanggung jawab saya masalah ekonomi juga bertambah. Harus bayar ini dan itu.

Saya pernah nulis di trakteer bahwa percobaan saya buka warung dengan modal sekitar 7 juta akhirnya harus hidup enggan mati tak mau. Saya seperti terseret kembali pada titik negatif lainnya.

Kecepatan keluar barang tidak cepat. Sedangkan biaya hidup terlalu tinggi. Modal kepakai kehidupan sehari-hari.

Bagaimana tidak menyebalkan. Uang yang harusnya untuk membeli dagangan. Akhirnya malah kemakan oleh “rokok gratis 2 bungkus perhari” untuk kakak saya yang tidak bekerja itu. Sedangkan keuntungan pun tidak mampu menutupi.

Pembeli mana yang memilih warung kecil tak lengkap sebagai pilihan utama. Belum lagi cobaan dari pembeli yang mana mereka berutang dan tidak juga membayar. Ada yang beli beras saja kemudian kabur begitu saja dengan janji esok hari mau dilunasi. Esok hari itu entah kapan.

Saya mencoba berpikir ulang. Bagaimana caranya mencari penghasilan tambahan untuk sekadar bertahan hidup. Saya buka les matematika. Alhamdulillah ada yang mau. Sayangnya, kalau belum rezeki, ada saja halangannya.

Ada dua anak yang berhenti les tanpa sepeserpun membayar saya. Sudah coba saya tagih. Namun belum dibayarkan sampai sekarang. Masa iya saya tagih terus.

Oh iya, kedepannya juga akan ada libur dan bulan puasa rata-rata bukan hari efektif belajar. Termasuk les privat.

Kadang, saya mikir. Salah saya di mana? Saya mau kerja banting tulang. Tapi keadaan tidak juga membaik. Tidak masalah saya menjadi yang ribet mencari barang dagangan sampai ribet pas dibawa di motor.

Tapi,  kayaknya kata Tuhan, “belum dulu.”

Saya Adalah Generasi Roti Lapis

Yang mana merupakan anak yang punya tanggung jawab ekstra akan keadaan ekonomi keluarga disamping mencukupi kebutuhan sendiri.

Sering dalam keadaan bingung.

Karena buat diri sendiri juga susah. Hingga tulisan ini dibuat, saya masih tercatat sebagai tenaga honorer dengan gaji usai potong sana sini sebesar 500rb per bulan.

Untuk kisah saya yang lolos ASN kemarin juga masih harus banyak sabar. Karena mulai penggajian adalah bulan juni.

Berat?

Banget.

Sering iri juga sama keadaan keluarga lain yang berkecukupan. Tapi rasa iri ini sebenar saja. kemudian kembali berjuang. Semampunya.

Meski belum mampu-mampu banget. Hari ini saja saya harus terpaksa kembali melakukan pinjaman sebesar 500rb.

Apakah saya sendirian menjadi generasi roti lapis?

Tidak.

Saya punya kakak pertama yang kerja di luar kota dan biasanya membantu untuk sekadar membayar cicilan motor dan biaya makan ibu saya.

Namun, sore ini. Saya dapat kabar buruk. Kakak saya yang jadi kebanggan Ibu saya itu, ternyata tersandung kasus yang membuatnya tidak bisa mengirim uang dalam beberapa waktu.

Kasus itu akan berdampak besar bagi kehidupan karir dan keluarga kakak saya.

Saya diminta diam oleh kakak ipar saya yang berkabar (jujur, selama mereka menikah, baru kali ini dia mengkontak saya dan langsung saja diberikan kabar buruk).

Kalau dalam drakor. Biasanya masalah itu ada dalam episode-episode awal. Kemudian peran utama mulai berpikir untuk keluar dari masalah, merancang pemikiran dan segala daya juang.

Saya sadar, hidup adalah pemainan panjang, perjalanan panjang. Selagi nafas masih ada, maka kewajiban saya adalah mencari nafkah dan bertahan hidup.

Habis solat taraweh. Ibu saya mendatangi saya yang sedang mengetik. Ia menangis. “Ini bagaimana?”

Saya diam.

Melanjutkan tulisan saya. Mencoba bersikap tenang. Meski sebelumnya saya dan kakak perempuan saya sudah menangis.

Apakah Tuhan cinta banget sama saya sampai ujian rasanya nggak ada habisnya.

Saya minta doanya. Semoga bisa bertahan. Secara mental dan secara tanggung jawab yang dalam prosesnya harus dipenuhi.

Tanggal 18 april nanti. Saya akan ujian seleksi akademik. Ujian ini akan mengantarkan saya pada kuliah sebanyak 36 SKS yang kemudian menerbitkan sertifikat. Kedepannya, saya berhak mendapatkan tunjangan di samping gaji pokok.

Saya berharap sekali bisa lolos. Mohon doanya untuk teman-teman di sini. Berjuang di jenjang karir, barangkali adalah salah satu jalan perjuangan saya.

Meski tahun ini saya tidak dapat THR karena SK belum turun. Semoga saya melewati semuanya dengan lapang dada.

Saya jalani sebisa saya saja.

Meski kadang, batu besar yang saya pukul-pukul ini masih tidak hancur juga.

Di pukulan keberapa. Saya yakin batu besar itu akan retak.

Kemudian saya akan melihat kembali pukulan-pukulan saya sebelumnya. Bahwa bukan karena pukulan akhir itulah yang membuat batunya pecah.

Tapi saya yang bertahan memukul batu itu meski nampak tidak ada perubahan sama sekali.

Doakan saya kuat.

Sungguh saya perlu itu.

Terima kasih sudah membaca keluh kesah saya. Kadang, hanya dengan menulis, saya cukup bisa mengudar masalah. Masih bisa menulis mengingatkan diri bahwa setidaknya saya masih bisa berpikir.

Sekali lagi. terima kasih.

You May Also Like

14 Comments

  1. Halo mimin, jujur blog mimin selalu jadi tujuan kalau mencari referensi ulasan drama korea. Saya sangat suka gaya mimin dalam berbahasa mengulas tontonan, otentik. Beda dari yang lain. Kebetulannya selera mimin juga suka cocok dengan selera saya.
    Melihat mimin bercerita disini, saya ucapkan terima kasih sekali. Terima kasih sudah percaya bercerita di platform ini. Pasti amat sangat berat rasanya melewati semua itu. Terima kasih ya min sudah bertahan sampai saat ini. Semoga Tuhan selalu memberi kekuatan dan jalan untuk mimin melewati ini semua, dan semoga mimin selalu punya harapan bahwa pada saatnya hidup akan menjadi lebih baik. Sayang kaka mimin banyak-banyak!

  2. semangat..setiap kita menjalani cobaan hidupnya masing masing. berat memang..tapi semua pasti memiliki ujungnya.. kuatlah untuk mendapat ujian ujian selanjutnya sampai Tuhan berkata cukup

  3. Saya sering baca ulasan drakor disini, kadang sehati kadang tdk..hehehe..kalo baca ttg ini, saya berpikir begini, kalo mau kasih les lbh baik dibayar dimuka atau tiap les langsung bayar persesi, teman saya kasih les anak2 calistung, 1 jam 10rb..jd anak2 yg les tiap dtg bawa 10rb, lumayan ada 15 anak..150rb 1 jam.
    Kakak mimin kayak anak kecil, ngamuk kalo gk dikasih, mungkin krn sdh kebiasaan kemauannya sll dituruti, apa gk bisa kalo dibiarkan..seperti anak kecil yg tantrum..biarkan saja mengamuk jgn dituruti. Krn kalo terus2an..bisa2 gaji asn habis buat dia..

    1. Mohon maaf saya ikutan nimbrung.. jujur, saya silent reader blog ini. Maklum, saya ini laki-laki dan masih baru untuk soal drama Korea. Dan.. jujur saya agak malu.. masa cowo suka drama.. dan saya sudah niat cuma akan jadi pembaca di blog ini. Tapi.. membaca 2 curhatan Mimin ini, saya ga tahan untuk ga komen. Saya jengkel sama kakak nya Mimin. Bangsat tu orang. Saya ini anak pertama. Adik saya 2 cewek. Dan jujur, saya juga merasa bahwa saya lebih dikasihi sama ibu saya terutama. Tapi… Walau begitu, saya ga akan memanfaat kan kasih itu untuk jadi bertindak kaya setan begitu. Saya juga perokok. Tapi ga ngerokok juga GPP. Bukan memaksa minta harus ngerokok sampai minta jatah begitu. Kalau mau rokok, suruh dia kerja!!

      Saya kurang sepakat dengan mbak/mas Medina. Jangan dibiarkan. Harus ditegasi. Menurut saya, Mimin harus cerita soal ini ke orang yang ‘ditakuti’ oleh kakak Mimin. Saya soroti masalah ini dulu. Karena kakak Mimin itu benar-benar bajingan benalu. Dia harus disadarkan. Kalau ga ada yg ditakuti kakak e, Mimin sebaiknya cerita ke orang yang dipercaya. Minimal, Mimin bisa berbagi hal ini dengan orang yang ‘nyata’. Tidak hanya lewat tulisan ini. Paling tidak, itu bisa meringankan beban pikiran. Syukur, orang tadi mau membantu secara fisik.
      Kalau seandainya tidak ada juga, maka saat kakak Mimin sudah ngamuk dengan sifat setannya, bisa laporkan dia. Itu sudah meresahkan. Saya ga tau ini masuk dalam ranah kdrt atau bukan. Tapi mengamuk hanyalah dilakukan oleh orang gila. Maaf min, kalau saya mengatai kakak Mimin dari awal nulis ini.

      Sekali lagi maaf. Saya hanya bisa membantu berdoa untuk Mimin. Saya salut dan terharu dengan perjuangan mbak Mimin. Mbak harus kuat. Akan ada pelangi sehabis hujan. Jaga kesehatan dan tetap bergantung pada Allah..
      Maaf kalau komentar saya terlalu panjang.
      Dan.. saya juga bisa ngerti kalau komentar ini nantinya ga ditampilkan karena kata-kata kasar saya. Maaf.. yang penting, saya sudah utarakan perasaan saya. Dan saya yakin ini terbaca oleh Mimin. Walau mungkin tidak akan dipublikasikan..

      Salam..

      Anda hebat mbak.

      1. Gak usah malu. Banyak kok cowok yang suka nonton drakor. Bahkan yg suka romance juga ada. Sekarang drakor kan gak melulu soal roman picisan. Tapi explorasi genrenya lebih dalam dan luas. Tipe2 drama korea action, thriller, suspense, fantasy, bahkan slice of life banyak dijadikan favorit sama cowok2.

  4. Halo min..
    Mungkin ini ga akan memberikan solusi atas semua masalah yang admin hadapi, tapi saya ingin memberi tahu admin bahwa ada pembaca yang akan senantiasa mendoakan admin. Semoga selalu tetap sehat rohani dan jasmani dalam menghadapi berbagai macam tantangan hidup. Semoga dengan banyaknya hal yang terjadi, admin akan tetapi kembali ke Tuhan. Meskipun bukan sekarang atau dalam waktu dekat, semoga admin akan ada di masa dapat menikmati manisnya hidup. Semoga tetap bertahan dan berjuang di jalan yang benar min. Peluk hangat dari jauh.

  5. “Dipukulan keberapa, saya yakin batu itu akan retak.” AMIN.
    Selama masih ada asa di hatimu, pasti Tuhan dengar & tolong tepat pd waktuNya.
    Saya yakin & ikut mengimani harapanmu, min.
    Pukulanmu yg ribuan atau bahkan ratusan kali pada batu itu, pada akhirnya pasti berhasil membuat batu itu tidak hanya retak tapi jg sampai terpecah, sampai dirimu akan mendapati & menikmati permata di dlm pecahan batu itu.

    God loves you, always.
    Salam doa & semangat dariku.

  6. Siang.
    Tidak terasa nafas saya ikutan sesak dan air mata jatuh ketika membaca tulisan ini.
    Satu hal yang saya mau bilang, KAMU HEBAT.
    Kamu amat sangat super hebat.
    Kamu kuat dan akan selalu kuat.
    Kamu kuat karena Tuhan sayang banget sama kamu.
    Gila kamu kuat banget min, andai kita dekat.. aku akan peluk kamu sekuat tenaga.
    Kamu beneran sangat hebat.
    Aku bersyukur kamu hadir di dunia ini, menceritakan ke pembaca blog ini tentang kisah hebat mu..
    Tetap berdoa ya, walau sebagai manusia kita bertanya “kapan semua ini berakhir?”
    tetapi benar, waktu Tuhan pasti yang terbaik.
    Terima kasih ya sudah sharing 🙂
    Tuhan selalu bersertamu, menguatkan mu 🙂

  7. Haloo mimin. Tgl 18 pretes PPG ya? Bersamaan dengan sahabat saya. Sepertinya kita satu profesi saat ini. Semoga lolos dan setelah mendapat SK segala sesuatu nya bisa lebih baik ya terkhusus dari segi keuangan.
    Terimakasih sudah berbagi cerita.
    Tetap semangat menghadapi manis pahitnya kehidupan

      1. Alhamdulillah lolos P3K ya min, dan in syaa Allah PPGnya juga akan dijalani dengan baik. Bismillah segalanya akan berangsur membaik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!