Review Drama Thailand Bad Genius (2020)

Review Drama Thailand Bad Genius (2020) – Beberapa waktu lalu, saya pernah menuliskan tentang ulasan filmnya di sini. Karena kesuksesan filmnya. Bentuk drama series berjumlah 12 episode pun keluar di tahun 2020. Dan usai sudah saya nonton semuanya. Itu pun nyicil sekali.

Apakah direkomendasikan?

Sebenarnya. Ini kali pertama besoksore mengupas tentang drama thailand. Bisanya seperti yang kalian baca updateannya. Lebih dominan mana.

Karena emang suka banget sama filmnya. Akhirnya nonton juga. Ehhh sebenarnya, keduanya nonton hampir bersamaan. Hanya saja untuk film jelas lebih cepat selesai karena durasinya.

Untuk pemainnya, beda dengan filmnya. Hanya saja untuk atmosfernya sangat terasa mirip. Peran utama Lin dimainkan oleh Juné Plearnpichaya Komalarajun. Yeaahhh, nama Thailand memang semacam abis kenalan dan salaman kemudian langsung lupa. Hehehe.

Gambaran sinopsisnya masih sama. Tentang anak SMA yang berjuang untuk mendapatkan nilai bagus. Lin adalah anak genius tapi agak susah ekonominya, ayahnya menyekolahkannya di sekolah yang bergengsi dan sangat mahal. Awalnya terlihat karena beasiswa. Tapi tidak juga.

Kepala sekolah dalam drama ini pun nampak seperti memperalat siswa-siswinya agar punya “image” yang baik di depan umum.

Nggak jauh beda sama sekolah pada umumnya yang hanya mementingkan citra tapi tidak melihat “kesenangan mencari ilmu itu sendiri”. Drama ini membawa pesan kritik terhadap sistem pendidikan. Namun untuk drama, ternyata kisah cintanya agak lebih berkembang.

Ada tuh kisah Grace yang diminta wik wik gitulah.

Untuk sisi kisah sontek pada ujian juga lebih berkembang dibandingkan di film. Hanya saja kerasanya nggak selalu ada di posisi ujian. Kalau lihat filmnya kan sering banget tuh di bagian ujian dan mendadak film punya genre dan atmosfer lain.

Pemain dalam drama ini pun rata-rata anak-anak muda yang memang sudah populer dengan karir mereka di dunia hiburan. Pokoknya masih disuguhkan dengan paras indah khas orang Thailand.

Bahasa Thailand yang terdengar asing di telinga saya pun usai nonton dua belas episodenya sudah lumayan terbiasa. Guys… jujur aja. Kalau nggak biasa denger itu pusing banget. Pengalaman saya nonton drama korea pun sama kok saat pertama kali dengar dengan bahasa original mereka tanpa dubbing khas indosiar. Hehe.

Dibandingkan dengan film, saya lebih suka dramanya karena kerasanya nggak habis-habis dan dinikmati dengan lebih lama dengan masalah yang lebih berkembang. Bahkan saat di awal ketika salah satu guru mereka ketahuan memberikan jawaban pada anak-anak yang les padanya pun lebih terasa karena anaknya yang masih bocah diperlihatkan dengan kisahnya.

Agak haru sih.

Review Drama Thailand Bad Genius (2020) direkomendasikan?

Sama seperti filmnya. Series ini saya rekomendasikan ke kalian yang suka sama drama sekolahan tapi punya atmosfer yang beda dan bukan itu-itu aja.

Dan yahhhh. Ternyata masing-masing negara di belahan dunia juga punya taring tersendiri kalau masalah series atau drama.

Semoga indonesia juga yaaa..

Ingin rasanya mengulas dramanya indonesia dengan cerita solid dan nggak punya episode yang panjang. Gila aja kalau dua tahun baru selesai. Tulisnanya mau dibuat dua tahun kemudian gitu? Udah berjamur nanti blognya.

Yaapppp.

Sekian dari miminnya besoksore. terima kasih dan selamat berakhir pekan ya..

Advertisements
Previous Post

No more post

Next Post

No more post

2 Comments

  1. Bahasa Thailand kalau digunakan pada saat romantis, atmosfer romantisnya langsung ilang, karena kalu ngomong mangap mulu🤣🤣🤣. Kalau bahasa Korea masih asyik didengar, kalau Thailand asing didengar. Trimakasih atas reviewnya mimin-nim😘

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!