Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 32 Part 2 Final

Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 32 Part 2 Final – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di sini yaa… gimaanaa nihhh kisah Min Ik yang mengantar Jung pulang?

Min Ik sudah di rumah Jung. “Makanan siap dihidangkan sebentar lagi, tunggu yaaa..”

“Aku tidak butuh makanan. Boleh minta air? Kenapa tenggorokanku kering sekali?”

“Baik. Aku akan ke sana.”

*****

Eehhh saat Jung mengeluarkan air. Tumpah dan menyebabkan celana Min Ik jadi kebasahan. Refleks dong Jung membersihkan celana Min Ik.

“ini basah karena aku.. lepaskanlah..”

“lepas?”

“Aku akan mengeringkannya dengan cepat.”

“Kamu yang menyuruhku melepaskannya.”

“Apa?” Min Ik mendekat pada Jung sampai Jung mundur-mundur.

“Aku… sudah berusaha keras menahannya. Tapi kamu menyuruhku melepaskannya.”

“Direktur Do, bukan begitu maksudku.”

“Aku sangat…. benar-benar… sudah berusah untuk menahan diri.”

Dan sampailah mereka pada… lihat sendiri aja di gambar. Dan kisseu mungkin 6x lah kalau nggak salah itung. Wkwkw.

*****

Para sekretaris pun berkumpul. “Apa kesibukan kalian belakangan ini?” Tanya Jung.

“Apa aktivitas pengangguran? Aku di rumah dan menonton tv seharian. Tapi kita mungkin tidak lagi menjadi pengangguran. Jika diterima, kita akan dibayar untuk berlibur dan menerima bonus. Kudengar kita juga akan dibayar untuk hari libur tradisional.”

“Selain itu… mereka akan mengutamakan orang-orang yang pernah bekerja di TnT Mobile sebagai pekerja alih daya.”

Ajumma Koo berkata. “Aku hampir menangis di perjalanan ke kantor hari ini. Aku akan melamar kerja di perusahaan yang memecatku. Semoga kita berempat diterima.”

Jung berkata… “Semuanya… pegawai tetap. Kamu tahu siapa yang membuat ini menjadi mungkin? Semua berkat bosku, Do Min Ik.” Jung ngomongnya manja-manja gitu.

“Ahhhhh….jangan membelanya mentang-mentang dia pacarmu.” Ucap Nona Bo. “Itu bukan berkat bosmu. Tapi presdir Ki.”

“Waahhhh… aku sungguh tidak ingin menyombongkan hal ini.”

Belum lanjut ngomong… ahjumma sudah dipanggil untuk wawancara.

***

“Aku sudah selesai diwawancarai.” Ucap Jung pada Min Ik.

“Wawancaramu lancar?”

“Kamu seharusnya menyuruh Presdir Ki menggunakan kantor lamanya. Kenapa kamu memberinya kantor baru?”

“Kamu gagal diwawancarai?”

“Kamu pikir sekretarismu sangat tidak kompeten?”

“Lantas kenapa kamu marah?”

“Para sekretaris berpikir Presdir Ki memutuskan untuk menjadikan meraka pegawai tetap.”

“Untuk apa itu dipermasalahkan?” iyaa nihh bikin males nih Jung ini.

Min Ik nampaknya sedang membereskan barangnya, ia melempar barang pada Jung. Hingga yang ia lempar adalah kotak cincin.

“Apa ini?”

“Bukalah.”

Dan itu memang cincin.

Min Ik pun mendekat pada Jung.

“Dokter Gu bilang kita harus membuat kesan baru. Dan kurasa ini akan manjur.”

“Apakah kamu melamarku?”

“Aku ingin menjadi jaket kepercayaan dirimu. Apa pun yang kamu lalui dalam hidupmu, kamu tidak akan menyelah karena kamu milikku. Aku ingin memakaikan ini pada jarimu sekarang. Tapi aku akan memberikanmu waktu untuk berpikir. Kelak, saat aku melihat cincin ini pada jarimu. Aku akan menganggap bahwa kamu menerimaku.”

****

Jung memandang cincin itu di kamarnya. “Ohhh ini cantik sekali.”

Kemudian ibu tbtb ada di sebelah jung. “Kamu menyukainya?”

“Tentu saja.”

“Kapan kamu akan memakainya?”

“Rahasia.”

“Ibu datang untuk berpamitan.”

“apa?”

“Ibu akan berhenti menemuimu.”

“Kenapa?”

“karena kini kamu punya seseorang yang bisa kamu andalkan sebagai pengganti Ibu. Jadi, berhenti merindukan ibumu dan hiduplah dengan yang masih hidup. Seperti itulah cara menjalani hidup.”

“Omma…”

“Ibumu akan pergi dengan tenang melihat senyumanmu. Hiduplah dengan bahagia. Putriku yang manis.’kemudia ibu pun pergi.

***

Ibu Sim bilang pada ahjumma. “Ruang cuci ada di rubanah. Aku ingin sarapan 30 menit lebih awal mulai sekarang.”

Kemudian Min ik turun.

Ahjumma berkata. “Anda bilang hanya ada dua anggota keluarga. Kakak anda yang berada di Kuba *ekekekkeke syuting Encounter jilid 2 nih?”

Min Ik menunduk hormat. Ia pun pergi.

“Itu putraku…” Min Ik pun mengok lagi. “Tunggu apa lagi? Ayo sapa dia?”

“hai.. aku Do Min Ik.”

“Dia alergi kacang. Dia akan segera menjadi presdir. Beri dia makan yang sehat. Kamu bisa melihat ruang kerjaku…”

*min ik masih dianggep guys.

Lanjut ke bagian 3 yaaa… klik di sini kelanjutannya..

 

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!