Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 31 Part 4

Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 31 Part 4 – Episode sebelumnya ada di sini... selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa… terima kasih guys sudah mengikuti. Ini bagian terakhir dari episode 31 yaaa… monggo dibaca.

“Aku harus bagaimana?” Tanya Dae Joo.

“Apa?” Tanya Min Ik.

“Aku akan menyerahkan perusahaan ini kepadamu tiga tahun lagi. Tapi selagi berdiri di panggung, aaaahhhh aku menjadi tahu bagaimana manisnya kekuasaan.”

“Tidak usah banyak bicara. Pokoknya 3 tahun lagi aku akan menggantikanmu. Sebaiknya kamu beresakan perusahaan ini selama menjabat. Jadi aku menjadi presdir. Aku akan memimpin perusahaan di masa mendatang.”

****

Veronica dan Emak pun mendatangi Dae Joo.

“Presdir Ki Dae Joo… lihatlah Ommoniee…. pria itu adalah kekasihku.”

“Dia terlihat lumayan memakai jas itu.”

“Jadi, apakah ibu menerima dia?”

“Dia maskot yang akan mengabdi selama tiga tahun.”

Kemudian Dae Joo memberi salam… “Haloo… Ommoniee…”

“Dengarkan ibu… bos harus menikah dengan bos untuk melahirkan bos baru. Jangan merusak darh bos dengan darah rakyat jelata.” Kemudian Emak pergi.

***

“Bagaimana ini?” Tanya Dae Joo pada Jung. “Sepertinya membujuk ibumu bukan hal mudah.”

“Aku punya ide bagus. Kita harus menjadi tua.”

“Menjadi tua?”

“Kamu tahu apa yang paling ditakuti keluarga kaya? Tidak memiliki keturunan. Jika kita betahan sampai tua. Park Seok Ja tidak akan berbuat apa-apa. Dengan begitu, latar belakangmu tidak akan dipertimbangkan. Dan pasti akan menyuruhku menikah dengan siapa pun.”

“Sepertinya itu bukan ide yang buruk.”

Seorang kurir mengantarkan bunga dari Lee Eul Wang.

“Lee Eul Wang?” tanya Vero udah cemberut. “Siapa perempuan itu?”

Dae Joo membuka catatan di bunga…

“Terima kasih sudah mengizinkanku menepati janjiku kepada ibumu, Dae Joo. Dan jadikan perushaaan ini lebih baik, Presdir Ki.”

****

Eun sendiri kena batunya. Ia masuk penjara dan Nona Lee menjenguknya.

“Anda jauh-jauh datang kemari.”

“Aku merasa tidak enak hidup nyaman, sementara kamu hidup menderita. Maafkan aku, Eun.”

“aku dapat kabar dari sopir lainnya. Bahwa anda juga menghadapi kesulitan. Bagaimana kabar anda?”

“Aku hanya memikirkan berbagai hal belakangan ini. Aku akan mengadakan sebuah praktik penggalangan dana. Aku ingin membantu pekerja seperti kamu yang nyawanya dipertaruhkan dan tidak menerima kompensasi. Dan memberi mereka donasi. Aku ingin mengirim uang ke rekening penjaramu. Tapi ternyata itu sudah penuh.”

“Sebenarnya… kurasa Direktur Do memberiku sejumlah uang. Jika anda bertemu dengannya, tolong sampaikan ini kepadanya. Jika dia tidak keberatan, aku ingin menemuinya di hari pembebasanku dan berterima kasih kepadanya.”

****

“Rupanya ini sushi-nya… Sushi dengan harga terjangkau.” Ucap Vero saat berkumpul dengan Jung, Ki, dan Do.

“Aku membeli ini untuk merayakan terpilihnya aku. Silakan dimakan.” Ucap Ki.

Jung pun membagikan sumpit. Min Ik protes. “Kenapa kamu melakukan itu? Kamu harus membuang kebiasaan itu. Kebiasaan buruk bahwa kamu selalu mengutamakan orang lain.”

Jung ngomel…. “Dan siapa yang memberiku kebiasan itu?”

Sumpit diambil Min Ik dari Jung. Dari tangan Min Ik, Dae Joo mengambilnya dan akan membagikannya. *apaa-apaan mau makan aja ribet.

Veronica yang protes. “Kenapa kamu menyuruh Presdir Ki-ku, melakukan hal semacam itu? Biarkan padaku, biar aku saja.” Veronica akhirnya membagikan sumpit. Apa salahnya pas muter sumpitnya membagikan satu-satu ya?

Veronica kemudian mengeluarkan kueee… dan yang bilang awesome malah Ki Dae Joo. *ampunn deh Virus Veronica menular yaa..

“Aku menyimpan sampanye di lantai satu… sekretaris Kimm….aahh lupa. Sekretarisku berhenti bekerja lagi.

“Aku akan mengambilnya.” Ucap Jung.

Min Ik….. “duduklah jangan lakukan apa pun.. biar aku saja.”

Eehh nggak boleh sama Dae Joo. “Kenapa kamu menjadi seperti pesuruh? Tetap di sini saja. Aku yang pergi.”

Vero teriak…. “Stop!!!!! Presdir Ki Dae Joo. Aku tidak mau kamu melalahkan kedua kakimu yang indah itu untuk menjadi pesuruh. Simpan saja kakimu untuk aku. Semuanya duduk… aku…. Veronica Park… aku akan mengambilnya sendiri.”

Veronica menyenggol Jung. Jung sedang menyalakan lilin. Kadiran merah Jung di bagian tangan pun terbakar. Min Ik pun langsung memadamkan api.

****

Di tempatnya… Jung menjahit kardigannya yang rusak. sumpaahh lihat ngejahitnya kok kaku banget. wkwkkw artis kok ngejahit. lihat gambarnya nih.

“Kamu yakin inin menjahitanya?” Tanya Min Ik.

“Mau bagaimana lagi? Tanpa ini, kamu tidak akan bisa mengenaliku.”

“Kita buang saja.”

“Buang? Bagaimana?”

“Cuaca makin panas belakangan ini, kamu tidak mungkin memakai kardigan itu selamanya. Kita buang saja.” Kardigan itu pun dilempat Min Ik ke tong sampah.”

****

Akhirnya beli yang baru.

“Bagaimana pemampilanku? Kamu bisa melihat wajahku?”

Kemudian coba yang lain. “Aku sudah mencoba semuanya tidak ada yang manjur.” Jung kesal.

“Sekretaris Jung, tenanglah. Mereka akan membuatkanmu sesuatu yang membantuku mengenaliku untuk sementara. Bagaimana kalau… anting. Bagaimana kalau anting? Anting yang biasa kamu pakai saat berpura-pura menjadi Veronica.”

“Anting itu ya? Aku membuangnya tadi pagi.”

“Kamu membuangnya?”

“Setiap kali melihat anting itu, aku teringat sudah membohongimu. Lagi pula, itu barang imitasi.”

“Itu bukan barang imitasi.”

“Itu seperti asli bukan? Aku membelinya hanya 5 dolar.”

“Itu bukan anting seharga 5 dolar.”

“Tapi harganya memang 5 dolar.”

“Itu berlian asli. Bukan imitasi!!! Harganya bukan 5 dolar. Tapi 5000 dolar.”

“Apa? Lima ribu?”

Bersambung…. klik di sini kelanjutannya.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat