Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 31 Part 1

Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 31 Part 1 – Episode sebelumnya bisa kamu baca di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa… terima kasih guys. Hehhehe. 2 lagi yaa… tapi kok yaaa akutu rada males gitu buatnya. Wkwkwk.

Kini masuk ke Min Ik yang menyuapi Jung. “Enak?”

“Ya, kurasa ini jauh lebih enak daripada amuse-bounce, lidahku meleleh, dan ternggorokanku gembira.. perutku bahagia.”

“Kalau begitu. Ayo makan lagi.”

“Omong-omong, bagaimana caramu membujuk Presdir Sim? Kami kelaparan selama berhari-hari, tapi dia tidak peduli.”

“Habiskan ini dahulu.”

Kemudian Tuan Sim tbtb masuk. “Kamu makan bubur rupanya.”

“Aku bicara dengan Lee Eul Wang di telepon. Dan aku baru saja bertemu dengan Ki Dae Joo. Aku mengajukan suart kemunduranmu sesuai permintaan.”

“Terima kasih. Samcun.”

“Aku yang seharusnya berterima kasih. Semua akan mudah mulai sekarang karena kamu memutuskan untuk mundur dari pencalonan.” Kemudian Tuan Sim pergi.

***

Jung akhirnya bertanya. “Apa maksudnya. Kamu mundur dari pencalonan? Kamu mundur dari pencalonan agar bisa memberiku makan?”

“Kita bicara setelah kamu menghabiskan bubur ini.”

“Tidak… aku tidak mau makan! Kata siapa kamu boleh mundur dari pencalonan? Kata siapa kamu boleh menyerahkan posisi itu kepadanya?”

“Kamu boleh marah kepadaku. Tapi makan ini dahulu.” Jung ngacir ngambek.

***

Jung mengejar Tuan Sim. “Direktur Do tidak akan mundur dari pencalonan. Jadi tolong lupakan itu.”

“Hentikan.” Ucap Min Ik.

“Tidak. Aku tidak peduli pingsan atau mati. Aku akan mogok makan lagi, jadi lupakan semua ucapannya.”

“Sekretaris Jung….”

“Kenapa tbtb ada percintaan di kantor yang suram ini?” Tanya Tuan Sim. “Tapi maaf. Aku lebih suka genre perubahan alur yang meliputi pengkhianatan dan konspirasi. Aku sakit gangguan pencernaan selama 30 tahun gara-gara kamu. Tapi semua itu pada akhirnya…” Lift pun tertutup. Tuan Sim pergi.

Jung masih marah. “kenapa kamu melakukan itu? Siapa yang menyuruhmu melakukan ini?”

“Aku tidak mungkin bisa sampai sejauh ini andai bukan karena kamu.”

“Bos macam apa kamu? Kamu harus memanfaatlan seksretarismu untuk menjadi presdir. Bos macam apa yang mundur dari pencalonan karena sekretarisnya?”

“Aku bukan mundur karena sekretarisku. Tapi karena kamu”

“Dicintai itu tidak seru. Dicintai tidak ada bagusnya, itu hanya membuatku kecewa. Presdir Sim adalah orang yang membuat Pak Eun seperti itu. Dan memaksa para sekretaris meneken kontrak ilegal. Bisa-bisanya kamu membiarkan orang seperti dia menjadi presdir.”

“Kamu sungguh berpikir aku segegabah itu?” Tanya Min Ik.

****

Direktur Lee melapor dengan tergesa pada Tuan Sim…. “Ada kandidat baru yang melamar tepat sebelum tenggat waktu.”

“Apa maksudmu?” Tanya Tuan Sim.

Kemudian muncullah Dae Joo dan Min Ik. Dea Joo pakai setelan cuy….

Kilas balik dulu…

“Kamu memintaku melamar menjadi kandidat presdir?”

“Kamu harus mencalonkan diri.”

“Apa? Aku sudah menyerahkan surat pengunduran diriku. Dan namaku ada di daftar komite disiplin.”

“Kamu tidak mungkin mengundurkan diri jika bukan karena aku. Aku akan melakukan apapun untuk mencergamu menerima hukuman. Ambilah… ini kontrak eksklusif yang kamu berikan kepadaku. Aku belum menggunakan ini. Jadi…..”

“Min Ik aaahhh…”

“Dae Joo. Kamu hanya membutuhkan enam suara. Kamu sudah punya dua suara, yakni kita berdua. Ibuku, tidak akan memilihmu. Begitupula dengan samcun. Jadi, dia pasti akan abstain. Direktur Kum dan Yang, tidak akan pernah memilih pamanku. Mereka bilang mendukung ayahku sejak ayahku masih hidup. Direktur Choi abstarin hanya karena penyakitku. Biasanya, dia selalu memilihku. Jadi, dia pasti akan memilihmu jika tahu aku mendukungmu. Itu sudah lima suara. Sekarang, yang masih abu-abu adalah… Kwak dan Woo yang selalu plin plan. Tapi mereka selalu melakukan apapun demi uang. Jadi, aku yakin salah satu dari mereka akan luluh dengan kontrak ini.”

“Kenapa kamu berusaha sekeras  ini untuk menjadikan aku presdir?”

“aku melakukan ini untuk membalas kematian ibumu. Itu alasan yang masuk akal. Dan aku pun merasa kamu lebih mumpuni daripada aku. Itu adalah niat terpendamku.”

Kilas balik pun usai.

Lanjut ke bagian 2 yaaa… klik di sini

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *