Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 30 Part 4

Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 30 Part 4 – Episode sebelumnya ada di tulisan yang ini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di sini yaaa… ini adalah bagian terakhir dari episode 30 yaa guys.

“Ibu dengar sekretaris berulah.” Ucap Ibu pada Min Ik saat menyajikan makanan.

“Ini untuk apa?” Tanya Min Ik melihat menu makanan.

“kamu terdengar begitu percaya diri, jadi ibu memasaknya sekarang. Makanlah ini dan pastikan kamu menjadi presdir.” Min Ik memandangi hidangannya. “Tunggu apa lagi?”

“Maafkan aku, tapi aku tidak bisa memakan ini.”

“Kamu bilang kamu ingin memakan samgyetang ini selama berhari-hari.”

“Memang. Aku sangat ingin memakan samgyetang yang ibu masak khusus untukku setalah 20 tahun. Maafkan aku. Omma…”

****

Min Ik kembali ke kamarnya. Ia melihat obat yang akan ia berikan pada Jung. Juga mengingat ucapan pamannya yang berengsek.

Min Ik pun menelepon. “Hei… ini aku. Kamu di mana?”

***

Min Ik rupanya menemui Dae Joo.

“Ada apa? Kenapa ingin menemuiku di sini?” Tanya Dae Joo.

“Maaf aku baru menghubungimu setelah mendengar kabar soal ibumu. Aku hanya sedang banyak pikiran.”

“Aku juga tidak meneleponmu karena kamu banyak pikiran. Maaf soal itu. Gara-gara aku, Nona Lee melakukan hal semacam ini. Dan kamu tidak akan sakit seperti ini.”

“Dasar gila! Bisa-bisanya kamu menghadiri rapat dewan untuk mendukungku. Padahal kamu sudah tahu bagaimana ibumu mati.”

“Aku tetap membenci ayahmu. Tenang saja.”

“Jasnya untuk siapa?” tanya pelayan.

Kemudian Min Ik menunjuk Dae Joo.

“Aku?” tanya Dae Joo.

“Aku ingin membeli jas untuk istriku.”

“Mohon ditunggu.” Ucap pelayan.

“Kamu yang gila!!! Untuk apa pengangguran seperti aku membutuhkan jas?”

“Kamu akan membutuhkan jas mulai sekarang.” Ucap Ki Dae Joo. “Dae Joo yaaa… aku sedang merencanakan sesuatu. Dan aku butuh bantuanmu.”

****

Sebuah dokumen surat lamaran untuk kandidat presdir TnT Mobile. Ditunjukkan Ki Dae Joo ke pamannya.

“Apa ini?” Tanya Tuan Sim.

“Aku mengambilnya dari kantor eksekutif.” Kemudian kertas itu dirobek oleh Min Ik.

“Apa yang kamu lakukan?”

“Aku akan menarik surat lamaranku sebagai kandidat presdir.”

“Apa?”

“aku akan mundur demi paman.”

“Jika kamu mundur. Aku akan menjadi kandidat tunggal. Kamu pikir aku percaya itu?”

“Ada syaratnya.”

***

Jung dan yang lainnya sudah sakit. “Aku ingin pulang…” Ucap Jung

“Aku merindukan Ibuku….” Ucap Bo

“Aku ingin tidur.” Ucap Ha Ra Ri

“Aku ingin makan.” Ucap ahjumma Koo.

Min Ik pun mendatangi mereka. “Sekretaris Jung…”

“Kamu sedang apa di sini?”

“Aku ingin tahu makanan apa yang paling kamu inginkan?”

“Kenapa kamu tbtb menanyakan itu?”

“Jokbal? Pizza??”

“Aku ingin memakan semuanya.” Ucap Jung.

“Bagaimana kalau ayam dan hamburger?”

“Kedengerannya enak. Tapi aku tidak mau makan.”

“baiklah. Aku tahu kamu ingin memakan semuanya.tapi kamu belum makan selama tiga hari. Kamu harus makan bubur. Berdiri…. lepaskan ini dan ayo kita makan bubur.”

“Direktur Do. Kamu membuatku berada di situasi yang canggung.”

“Kalian juga sebaiknya pulang…..perusahaan akan mengadakan meja negosiasi untuk kalian. Kalian bisa pulang dan makan sekarang.”

“Apa maksud anda? Direktur Do?” Tanya Nona Lee.

“Aku sudah bicara dengan Presdir Sim. Besok akan ada pengumuman. Dia sendiri yang akan menjelaskan detailnya.”

Kemudian Nona Lee mendapatkan telepon dari Presdir Sim. “Ya…. besok siang pukul 14.00. baik.” Kemudian Eul Wang hanya mengangguk dan semua pun senang.

“Kamu senang sekali?” Tanya Min Ik pada Jung.

“Ya. Aku sangat senang. Kini kita bisa bekerja tanpa takut akan dipecat. Dan kini aku bisa makan semua yang kuinginkan. Tapi yang paling penting. Aku akan menjadi sekretaris presdir beberapa hari lagi.” Min Ik hanya diam. “Kenapa kamu menatapku seperti itu?”

“Aku hanya senang melihatmu bahagia.”

“Ahhh aku sungguh berharap kamu bisa melihat wajahku sekarang. Kamu harus melihat betapa bahagianya aku.”

“Kalau begitu…. bisa tunjukkan kepadaku betapa bahagianya kamu dengan memberikan pelukan yang erat.”

Mereka pun pelukan. Yang lain kaget. Saya malah udah bosan. Wkwkwk. klik di sini episode 31 nyaaa cuyy…

 

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *