Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 30 Part 3

Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 30 Part 3 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. Terima kasih. Selamat membaca yaaa. Acara mogok makan hari ketiga sudah berlangsung.

“Kita harus bagaimana sekarang? Reporter yang mewawancarai kita belum menulis artikel. Dan Presdir Sim tampaknya sama sekali tidak peduli.”

Tak lama. Sekumpulan pria nampak mengacak-acak para pendemo dan barang-barangnya. Bak pahlawan di siang bolong. Min Ik pun muncul menyelamatkan Jung.

“Astagaa…. terima kasih atas kerjasamamu. Biar kuperkenalkan diriku.” Min Ik pun mengeluarkan kartu nama.

“TnT Mobile, Direktur…”

“Ya…. kamu lihat di sini.” Ngasih tahu tulisan di punggung Jung. “Pimpinan Do Wan Bae. Biang keladi dari semua ketidakadilan ini ; ini ayahku. Sim Hae Yong, si presdir korup, itu pamanku. Dan mereka bilang tidak mau perusahaan ini diwariskan kepada seorang bedebah. Dan bedebah itu adalah aku.” Wkwkwk.

“Bagitu ya? Tapi ada apa datang kemari pak?”

“Aku akan mengurus tempat ini, jadi kalian sebaiknya pergi.”

“Tapi kami menerima perintah dari Presdir Sim.”

“Aku akan menjelaskan semuanya pada pamanku. Jadi jangan cemaskan ini dan pergilah.”

Para preman pun akhirnya mundur.

Dan Min Ik nampak memperhatikan jung yang batuk-batuk.

****

Min Ik kembali berobat ke dokter Gu.

“Hasil pindai Ct-nya hampir sama dengan yang terakhir.”

“Ayolahh jangan begitu. Tinjaulah komposisi obat ini. Aku mendapatkan obat demam ini dari apotek. Itu tidak boleh dikonsumsi sebelum makan?”

“Sudah berapa hari dia kelaparan?” wkwkwk Dokter Gu tahu kayak Cenayang.

“Kurang lebih tiga hari.”

“Apa? Kalau begitu, buat dia makan, jangan membuatnya mengkonsumsi obat.”

“Aku meminta bantuan anda karena dia tidak mau makan.”

“Buatlah dia makan secepatnya. Atau setidaknya bawa dia ke UGD agar dia diinfus.”

“Dia juga tidak mau menemui dokter.”

“Omong-omong, ada yang ingin kukatakan. Pernah melihat wajah orang lain setelah pemakaman itu? Kamu ingat pasien dokter park di amerika? Pasien itu baru-baru ini….”

“Ada yang sakit dan belum makan hingga saat ini. Masa bodoh dengan wajah orang lain.”

“Aigooo… kamu yang ingin melihat wajah dan memohon kepadaku sebisa mungkin.”

“Kemajuan obat-obatan yang luar biasa? Omong kosong…” Min Ik malah mengeluh. “tidak ada obat yang bisa dikonsumsi saat perut kosong.”

****

Min Ik akhirnya menemui pamannya. “Paman diam saja melihat para aksi para sekretaris dan sopir? Mereka belum makan selama 3 hari.”

“aku tahu. Aksi itu mencoreng perusahaan, menyebalkan. Tapi kamu mencegah mengusir mereka.”

“Jika paman tidak melanggar hukum dan mengompensasi kecelakan kerja mereka tidak akan melakukan itu.”

“Kamu pasti sudah gila. Mereka yang menyedot uang perusahaan. Aku melanggar hukum?”

“Jika paman tidak bisa merekrut mereka secara langsung, setidaknya adakan meja negosiasi agar mereka berhenti berpuasa.”

“Aku tidak akan membiarkan ini terjadi untuk bernegosiasu dengan mereka. Aku hasus bertindak dan menunjukkan aku bisa mengatasi situasi agar para direktur membelaku.”

“Paman akan membiarkan mereka seperti itu demi jabatan presdir?”

“adakah cara lain? Meskipun kamu mengidap penyakit, aku masih berpotensi kehilangan jabatanku.”

****

Gedung Gwangbak…. tempat di mana Emak Veronica dan Dae Joo bertemu.

“Haloo… Ommonie.”

“Kamu sudah datang rupanya.”

“Kenapa Ibu ingin menemuiku di sini?”

“Kamu lihat gedung ini?”

“Ini Gwangbak milik presdir Park.”

“Sudah kuduga. Kamu orang yang ambisius. Kamu sudah tahu banyak soal properti kami.”

“Ada apa dengan gedung ini?”

“Aku akan… aku berniat mengakhiri hayatmu… tapi kupikir aku akan kehilangan semua uangku. Aku akan memberimu gedung ini jika kamu menjauhi putriku.”

“Aku tidak akan menjauhi dia hanya demi sebuah gedung.”

“Aku tidak mungkin memberimu dua gedung!!!”

“Aku belum memberi tahu Ommonie soal ini. Aku hanya membeli barang yang bisa kugunakan lebih dari 10 tahun. Dan aku hanya memacari wanita yang akan kusayangi selamanya.”

“Kamu hanyalah mainan bagi putriku!!” emak ngotot.

“Kalau memang seperti itu, aku akan sangat bahagia. Dia akan tersenyum dan bahagia setiap kali melihatku. Andai aku bisa hidup sebagai mainannya seumur hidupk…”

Emak teriak….

Lanjut ke bagian 4 yaa… bagian terakhir episode 30. klik dimaaarrriiihh

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat