Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 28 Part 2

Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 28 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa… terima kasih sudah membaca dan menantikan updatenya. Veronica Park mendatangi kediaman Ki Dae Joo.

“Di mana kamarmu?”

“Ini kamarku.”

“Lalu di mana ruang tamunya?”

“Di sini juga.”

“Bagaimana dengan dapurmu…” mau dijawab sudah distop sama Veronica.

“Di sini? Ini sebesar kamar mandiku yang ada di lantai 2.”

“Kita tidak butuh ruangan sebesar itu untuk melakukan aktivitas orang dewasa.”

Dae Joo kemudian duduk….

Veronica langsung senang….. “uuuuuuuuuuuu….kamu benar juga.” Wkwkwk. “Kalau dipikir-pikir. Makin sempit makin bagus.

Veronica langsung lompat gitu. “Sudahkah aku memberitahumu ini? Hari ini, aku memakan gingseng. Gingseng yang liar dan gingseng merah sekaligus. Persiapkan dirimu. Aku tidak akan kenal ampun hari ini.”

Kancing dibuka. Baru dua…. eeehh ponsel Dae Joo bunyi lagi.

“Aku hanya ingin melepas kancing keduamu….. apakah permintaanku terlalu berlebihan? Siapa lagi kali ini?”

“Ohhh Min Ik…” Ucap Dae Joo.

“di mana kamu? Jika kamu senggang. Bagaimana kalau kita makan siang.”

“Kenapa mendadak sekali? Di mana sekretaris Jung? Dia sedang keluar?”

“Ahhh itu… entah dia di mana.”

Veronica mengambil ponsel Dae Joo. “Teater lapar, jalan 36, Daehak ro.”

“Siapa ini?”

“Senang mendengarmu, aku veronica park yang ori. Gal Hee akan berada di sana mulai pukul 11.00 hari ini. Jadi, berhenti mengganggu pacarku dan makan sianglah bersama Gal Hee.” Telepon ditutup.

***

“Kalau dipikir-pikir. Aku menyuruhnya pulang dengan perut kosong kemarin. Setidaknya aku harus mentraktirnya. Sebelum berpisah dengannya.”

****

“Nama Ki Dae Joo juga bisa dikenali dalam daftar ini.” Ucao auditor pada Tuan Sim.

“Ketahuan.”

“Tapi nama-nama lainnya dienkripsi, jadi tidak mudah untuk mencari tahu identitas mereka. Pengeluaran terkini adalah ruang tunggu spir, jadi aku akan menggeledah tempat itu.”

“Jangan beritahu Direktur Do dahulu soal penemuan ini. Hubungi aku begitu kamu menemukan hal baru.”

***

Giliran Nona Lee yang menghadap Sim.

“Aku menyerahkan surat pengunduran diri sesuai janji.”

“Apa? Permintaan replika untuk luksian Wang Choong Chooong?” Sim membaca dan kemudian melihat lukisannya. “Yakkkk… kamu bahkan mencuri dan menjual lukisanku.”

“Membayar biaya pengobatan Eun lebih penting dari pada lukisan anda. Serta, lukisan itu suap yang anda terima dari perusahaan Taeman sebagai imbalan karena meneken kesepakatan bisnis.”

“Itu sebabnya kita harus memperbarui kalender dan sekretaris tiap tahunnya.” Lukisan kemudian diinjak-injak.

“Aku menggunakan uang itu untuk membuat Ruang Tunggu Sopir. Mengompensasi kecelakaan kerja dan bonus. Uang itu digunakan untuk mensejahterakan pekerja alih daya. Aku tidak mengambil uang perusahaan selain dana ilegal”

“Kamu ingin aku menyelamatkanmu setelah melihat perbuatanmu ini?”

“Jika ini soal uang, aku akan mengganti semua uang itu. Jika itu belum cukup, anda boleh menuntutku.”

“Untuk apa aku menuntutmu? Aku sebaiknya berterima kasih. Aku sebenarnya membuat sesuatu untuk membuat pertunjukkan. Dan kebetulan kamu memberikan aku hal yang luar biasa.”

“Anda sudah berjanji. Presdir Kim.”

“Aku tidak menjadi presdir. Maka janji itu tidak lagi berlaku. Aku akan menghukum para pencuri ini agar setidaknya ada direktur yang kembali untuk memihakku.”

“Jika anda macam-macam dengan para pekerja alih daya, aku tidak akan tinggal diam.”

“Ohhh menakutkan… baiklah. Kita lihat saja siapa yang akan menang.semoga berhasil!!!!”

****

“Untuk berjaga-jaga kamu harus siapkan sertifikat medis dan kontrak kerja.” Ucap Nona Lee pada Eun. “Dan beri tahu aku nomor semua sopir yang dipecat secara sepihak oleh presdir Sim.”

“Baik.”

“Jangan khawatir. Kamu tahu file excel itu tidak hanya berisi soal yang kita belanjakan. Tapi juga soal dana ilegal yang mereka terima. Jika Presdir Sim macam-macam, akan kubongkar semua dana ilegal yang para direktur terima dan semua suap yang mereka berikan kepada para politikus selama ini. Maafkan aku, situasinya menjadi seperti ini.”

“Apa maksud anda? Akulah yang bertanggung jawab. Kabari aku jika anda butuh bantuan. Aku harus menemui seseorang sebelum situasi makin memburuk.”

Eun memberi hormat lalu pergi.

Lanjut ke bagian 3 yaaa… klik di sini.

 

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!