Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 27 Part 4

Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 27 Part 4 – Epsisode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. Terima kasih sudah membacaaa yaaa…

“Diantara orang-orang yang ada di sini. Direktur Park yang mana?” Tanya Tuan Sim. “Kenapa? Kamu tidak tahu?”

Min Ik kemudian memegang buku catatannya tentang wajah dan mengingat bahwa dirinya sudah bekerja keras untuk mengingat seseorang semampunya.

Tuan Sim masih memprovoaksi. “Aneh sekali. Kenapa kamu tidak bisa menunjuk Direktur Park?”

“Aku hanya perlu memberitahu anda?” Tanya Min Ik. “Urutan keempat dari kiri. Dia direktur Park dan yang paling kanan adalah Direktur Lee. Ada lagi yang anda butuhkan?” *guyss jawabannya bener semua.

Min Ik sampai menjelaskan semua. “Yang duduk paling kanan adalah Direktur Choi,  berikutnya, ada Direktur Woo, kudengar kamu menjalani diet. Kurasa kamu sudah kurusan. Lalu. Itu direktur Yang, Kwak dan Kim. dan yang duduk di sebelahku adalah Sim Hae Ra.”

Ibu Sim bertanya. “Presdir Sim. Pertunjukkan apa yang kamu maksud?”

“Kamu sungguh tidak mengalami kesulitan?” Tanya Tuan Sim. Kemudian Tuan Sim menunjukkan foto “Lihatlah. Ini dari ahli bedah saraf rumah sakit sangmo bulan lalu. Kenapa kamu menemui dokter itu? Aku dengan jelas mendengar kabar kamu mengidap prosopagnosia akut.”

“Kamu ini bicara apa?” Ucap Ibu Sim. “Itu tidak benar bukan? Presdir Sim pasti keliru.”

Min Ik terdiam. Mengingat kalimat Jung bahwa dia layak. Kemudian Min Ik berkata. “Ucapan Presdir Sim benar.”

“Orang yang secara fisik mengalami gangguan dan tidak bisa menjalankan kewajiban mustahil menjadi presdir. Kalian semua tahu, bukan?”

“Maaf baru mengatakannya sekarang. Bagi yang meyakini penyakitku adalah alasan untuk diskualifikasi menurut pasal inkorporasi. Silakan berikan suara untuk kandidat Tuan Sim. Tapi yang tidak setuju penyakitku adalah alasan diskualifikasi. Aku telah menghafal dan belajar dengan giat. Dan kini aku bisa mengenali kalian semua. Penyakit ini justru membantuku membangun kualifikasi untuk menjadi presdir. Andai bisa membaca ekpresi wajah kalian, aku mungkin sudah berusaha untuk menutupi dengan kebohongan. Tapi aku bukan tidak bisa membaca wajah kalian. Jadi, aku hanya bisa berterus terang. Andai aku masih dijuluki si pembaca pikiran. Aku pasti tidak akan memperhatian semua pegawai. Andai aku bisa melakukan segalanya sendiri. Aku pasti tidak akan mendengarkan orang-orang dengan baik. Orang yang berterus terang memperhatikan pegawainya. Dan mendengarkan orang-orang di sekitarnya dengan baik, menurutku kayak jadi presdir. Hari ini, seseorang memberitahuku ini. Dia bilang semua orang punya kekurangan masing-masing. Aku tidak bisa mengatakan aku sempurna saat ini. Tapi jika kalian bekenan, aku akan berkonsultasi dan mengandalkan para direktur untuk menjalankan kewajibanku sebagai presdir.”

*dialog terpanjang anjay. Wkwkwkkw.

***

Jung sudah resah di luar. Ia menunggu Ki Dae Joo.

***

“Baiklah kalau begitu. Mari mulai pemungutan suaranya.”

“Aku akan absatain dalam rapat kali ini.” Ucap salah satu direktur.”

Salah satu dari mereka berkata. “Direktur Do kehilangan satu suara.”

Sim berkata. “Kandidat yang dapat lebih lima suara akan terpilih.”

“Presdir Sim, mau angkat tangan lebih dahulu?” kemudian 5 orang angkat tangan. “Jumlahnya lima.”

***

Dae Joo datang dengan Veronica. Eehhh veronica ditinggalin.

“Kenapa aku menjadi babu Jung Gal Hee?”

***

“Kurasa rapat sudah usai. Bagaimana kalau kita ke restoran bubur di situ? Itu restoran yang Direktur Do paling tidak sukai.”

“Hei… kita harus tetap menyakiskan pemungutan suara kandidat lain. Begitu peraturannya. Bagi yang ingin memilih Direktur Do sebagai presdir. Silakan angkat tangan.” Ucap Tuan Sim.

Lanjut ke bagian 5. Bagian terakhir. Klik di sini.

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!