Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 27 Part 3

Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 27 Part 3 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaaa guys. Terima kasih sudah sabar mengikuti sinopsisnya.

Rapat diadakan. “Di mana Dir Park dan Lee? Rapat dewan akan segera dimulai.”

Tuan Sim menjawab. “Akan ada pertunjukkan menarik sebelum rapat dimulai.”

***

Di luar ruangan. Jung resah. Kemudian ada rombongan yang akan masuk tapi diberi petunjuk begini…. “Baikk… semuanya, kemarilah. Mohon berdiri dalam 2 barisan. Berdiri dalam dua barisan dan masuklah dalam satu barisan. Jangan bereskpresi dan berdirilah dengan tegak. Jangan bersuara atau berekspesi.”

“Masuklah.”Teriak Pak Sim.

**jung menyadari akan rencana licik.

Semua lelaki berpakaian sama dan tinggi sama pun sudah masuk. Tuan Sim memulai pertunjukkannya. “Direktur Do, aku ingin menanyakan sesuatu. Di antara mereka semua, bisa tunjuk yang mana Direktur Park?”

Jung sudah ada di sisi belakang Min Ik. Hanya terhalang kaca. Min Ik kedip-kedip memberikan kode kayak kelilipan. Jung mulai paham bahwa buta wajah Do Min Ik sedang diuji oleh Sim, Park dan Lee.

****

Kembali ke Veronica dulu. Wkwkwkkwkw… duhh belum apa-apa saya udah mau ketawa. Soalnya Dae Joo mundur-mundur ketakutan gitu.

“Kubilang, aku ingin membahas sesuatu denganmu. Aku tidak bilang akan melepas pakaianku.”

“Silakan bicaraaa… aku akan mendengarkan.”

Jung menelepon. Kemudian Dae Joo mengangkatnya. Park sudah marah… “Jung Gal Heee, aku akan menuntutmu karena telah mengganggu aktivitasku!!!

“Ya Sekretaris Jung.”

“Kurasa presdir sim belum menyerahkan surat pengunduran dirimu karena dia berencana untuk membuatmu diadili. Aku sungguh minta maaf karena harus merepotkanmu sekarang. Bisakah kamu datang untuk membantu Direktur Do? Kamu bisa memberikan suara. Kurasa Direktur Do tidak akan memenangi pemilihan ini.”

Dae Joo dalam dilema. Dia tahu Min Ik sakit. Tapi dua tahu bagaimana ibunya meningal karena kejahatan perusahaan.

“kenapa?” Tanya veronica.

“Aku merasa agak ragu.”

“Apa?”

“Aku merasa sudah banyak berbuat. Apa lagi yang harus kulakukan?”

“Tuan Suci. Merasa ragu dalam situasi semacam ini sama saja menyajikan hidangan pembuka tanpa steik. Seakan menyuruh seseorang memakan acar lobak  tanpa jajangmyeon. Duaa… tiga empat lima *ngitung kancing Dae Joo*. Masih banyak yang harus kubuka.” Wkwkwkkw. Tapi apa maksudmu ragu?”

“Bukan itu maksudku.”

“Pikirmu aku tidak tahu artinya saat seseorang mengatakan aku sudah banyak berbuat?”

“Apa maksudmu? Artinya, orang itu sudah berusaha sebaik mungkin. “

“Bukan. Itu hanya cara sopan untuk mengatakan kamu tidak mau berusaha lagi.” *cerdas. “Jika berusaha sebaik mungkin untuk seseorang, kamu tidak akan mengatakan sudah berbuat banyak. Kamu akan mengatakan aku sudah berusaha sebaik mungkin. Bagaimana??? Kalau kita melakukan…. semua yang kita bisa lagi?”

Vero sibuk dengen kancing lagi. Wkwkkwkw.

“Aku harus pergi.”

Veronica sampe kaget dan jatuh ke belakang. “Presdir Park kamu benar. Aku tidak boleh berdalih karena tidak mau melakukannya. Dan Min Ik sangat membutuhkanku saat ini.”

“Kamu membicarakan Do Min Ik sejak tadi?” wkwkwkkwkwkwkwkwkkwwjlsdfjsef;weFPKI’W

“Maafkan aku. Aku akan meneleponmu nanti.”

****

Veronica Park kesal. “Kenapa aku harus mengatakan sesuatu yang benar di waktu yang tepat?”

***

Dae Joo masih berjalan di lokasi syuting dan menelepon Jung. “Meskipun aku berusaha cepat. Perjalanan butuh waktu yang lama.”

Kalian tahu apa yang terjadi? Veronica pakai kuda dong. Wkwkwkkw.

“Naiklah.”

“Apa?”

“Kalau berjalan ke mobilmu dari sini, kamu akan membutuhkan waktu 30 menit. Cepat naiklah. Berjanjilah satu hal ini kepadaku. Sampai berjumpa lagi nanti, kita akan berpacaran seperti orang dewasa.”

“Aku akan berusaha sebaik mungkin.”

“Bagus”

Lanjut ke bagian 4 yaaakkk klik di sini.

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!