Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 27 Part 2

Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 27 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di link yang ini yaaa… hayokkk dilanjut sajaa sudah mau kelar inihhh!!!

Dua manager, Park dan Lee berkumpul di ruangan Tuan Sim. “Kenapa kamu menyuruh kami berpakaian seperti ini? Ini tidak membuat kami mirip. Kami tampak begitu berbeda.” Ucap Manager Park.

“Sebenarnya…aaahhh jika kalian menonton pratayang. Film menjadi tidak seru lagi.” Ucap Pak Sim. “Lagipula, filmnya akan segera dimulai. Bagaimana jika kalian menonton dengan mata kepala kalian sendiri?”

****

Jung mempersiapkan meja rapat sambil bicara pada Do Min Ik.

“Aku menandai semua halaman terkaiy direktur yang akan datang hari ini. Jadi, kamu sebaiknya mengeceknya lagi.”

“Bagaimana menurutmu?”

“Soal apa?”

“Apakah menurutmu aku layak menjadi presdir perusahaan ini?”

“Tentu saja. Menurutku, kamu yang paling layak.”

“Tapi aku bahkan tidak bisa mengenali wajah orang lain dan menghafal semua ini. Aku harus memimpin perusahaan dengan ketidakmampuan ini.”

“Saat Oppaku menjadi tunanetra. Ibuku mengatakan ini. Joong Hee, kenapa kamu menangis?”

“Ommaa… apakah aku penyandang difabel? Saat aku bermain bersama teman-temanku. Ada ahjumma yang menghampiri kami dan menghasut mereka untuk tidak bermain denganku. Dia bilang aku penyandang difabel.”

“Dia benar Joong Hee. Kamu penyandang difabel. Tapi kita semua penyandang difabel. Selama ini, ibu belum pernah bertemu dengan orang-orang yang sempurna,. Menurut Omma, ahjumma yang menghasut anak-anak itu untuk tidak menemanimu juga tidak sempurna. Jadi, mulai sekarang, jika ada yang mengolok-olokmu. Kamu harus menjadi orang yang merangkul kekurangan mereka.” *yaaakkk ampun saya nangis dong. “Mereka orang-orang menyedihkan yang tidak menyadari kekurangan mereka.”

***

Kembali ke percakapan Gal Hee dan Min Ik.

“Jadi, jika ada yang bilang kamu tidak layak menjadi presdir karena penyakitmu. Orang itu hanya akan membuktikan bahwa dia tidak layak. Bagaimanapun, tidak ada yang sempurna, di dunia ini. Kurasa kita sudah bekerja keras.”

Kemudian sudah terdengar para pejabat lain yang akan masuk.

“Kurasa aku harus segera pergi.” Ucap Gal Hee. “Aku akan menunggu di luat sampai rapat usai. Jadi, jika kamu butuh bantuan, cukup beri aku kode.”

“Kode? Kode seperti apa?”

“Bagaimana kalau seperti ini?”” eeehhh kasih love kecil dan love besar. Wkwkwkwk.

“Tidak usah. Aku tidak membutuhkan bantuanmu.”

“Bagini saja, jika terjadi sesuatu, cukup berkedip ke arahku.”

“Meskipun aku memberimu kode, bagaimana caramu bisa mengetahui isi pikiranku? Serta, hanya satu kedipan, bukan pesan teks atau telepon.”

“Aku pasti akan tahu. Jika kamu sedang kesulitan. Aku bisa mengetahui kesulitan apapun yang kamu hadapi. Jadi, jangan sungkan dan cukup beri aku kode.”

****

Ki Dae Joo malah main gim.

Ia mengingat percakapannya dengan Nona Lee.

“Berarti, biaya kuliah yang kamu bilang dari pimpinan…uang itu berasal dari penjualan ikan itu? Kenapa kamu tidak memberitahuku? Kamu seharusnya memberitahuku!!!!”

“Saat ibumu meninggal dunia, aku menjanjikan satu hal. Aku berjanji melakakukan apa pun untuk melindungimu. Ibumu telah diperlakukan lebih buruk daripada ikan di kantor, tapi aku berjanji aku akan menjadikanmu pemilik perusahaan ini. Tapi kamu mau resign tanpa sepengetahuanku?”

***

Veronica sedang merem mendengarkan musik tradisional. Seseorang pun memanggilnya. Veonica jadi mengaum…. “Kamu pikir kamu siapa bisa membangunkanku dari mimpi indahku?”

Eeehhh pas nengok. Ki Dae Joo.

“Awweeesssomeee…. Ki Dae Joo rupanya kamu.”

Veronica langsung menghampiri Ki Dae Joo.

“Aku merasa seakan menjadi Choonhyang saat ini. Tidak kusangka kamu menemuiku di siang bolong.”

“Kini aku sudah mengundurkan diri. Kamu tidak keberatan berkencan dengan pengangguran?”

“Kini saatnya memaanfaatkan kekasihmu yang kaya.” Wkwkwkkwkw sukaaa nihhh sukaa. “Kamu bisa terus ambil uangku. Tapi aku akan tetap kaya. Bagaimana mungkin kamu tidak pernah ingin menagambil uangku sepeserpun?”

“Sebenarnya aku mengalami masalah saat ini. Tapi aku bisa tersenyum jika melihatmu.”

“Tunggu… jika kamu pengangguran, berarti kamu tidak punya uang. Tapi kamu menjadi orang yang paling senggang di dunia ini.”

Veronica nunjuk tempat… “Di sana…. di sana ada rumah kosong yang dibangun untuk kepentingan syuting dia area terpencil itu, dan tidak ada siapa-siapa. Maukah kamu ke sana bersamaku sebentar? Kurasa aku bisa membuatmu sangat senang di sana.”

“Sebenarnya aku ingin mengajakmu ke tempat sepi untuk berbincang.”

“Aku senang sekali punya pacar pengangguran.” Wkwkwk. “Ayoooooo….”

Lanjut ke bagian 3 yaa… klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat