Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 26 Part 3

Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 26 Part 3 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa… terima kasih. Selamat membaca. Bagaimana kisah Vero dan Dae Joo? Ayokkk dilanjut.

“Kamu telah menunjukkan kebolehanmu kepadaku di tayangan perdana film malam itu. Bagaimana menurutmu? Maukah kamu menunjukkan kebolehanmu yang lain kepadaku malam ini?”

Dae Joo tersenyum dan malah nyorot api unggun doang. Apaaa apaaaaannn… saya kecewwaaaaa keceeewwaaaaaaaaaaa, bukan panas api unggun yang saya mau lihat…. tapi panas yang lain…. *digeplak pembaca.

*****

Min Ik melihat Jung dari jendela, “Sekretaris Jung? Aku sudah menyuruhnya pergi. Kenapa dia masih di sana?”

Kemudian Min Ik ada telepon. “Ya, Direktur Kim. baik. Aku akan segera ke sana.”

***

Kemudian Min Ik bertemu dengan orang yang ia maksud.

“baiklah. Jangan khawatir. Sampai juma di rapat dewan.”

“Baiklah. Aku mengharap dukungan anda.” Ucap Min Ik.

***

“Menurut penelitian kita, hasilnya tiga lawan tiga.” Ucap antek Pak Sim.

“Bagaimana dengan Direktur Kwak dan Direktur Yang? Mereka belum mengatakan apapun.”

“Kurasa mereka akan membuat keputusan besok. Tapi aku sungguh tidak mengetahui isi pikiran Ki Dae Joo.”

Kemudian seseorang ahjussi nyelonong masuk sambil tergesa-gesa. “Presdir Sim. Anda sudah tahu? Direktur Park dari Cinepark baru saja memberitahuku sesuatu. Ternyata, presdir park sudah meneken hak-hak eksklusif.”

“Apa? Apa katamu?” Tuan Sim kaget.

“Lantas kenapa Direktur Ki tidak mengabari presdir Sim?” Ucap Manager Park.

“Menurutmu, Ki Dae Joo akan mendukung Do Min Ik?” Manager Lee bingung.

“Sial.” Tuan Sim pun pergi.

***

Saat berjalan di lorong. Tuan Sim ngedumel sendiri. “Itukah sebabnya dia menyerahkan surat pengunduran diri? Aku tidak mungkin menyetujui permohonannya. Aku akan menjebaknya atas pembocoran informasi rahasia atau penggelapan uang. Dan membuat perusahaan memberinya sanksi agar dia tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan di dalam bisnis ini lagi.”

Tuan Sim menggeledah kantor Do Min Ik. “Jika dia menerimanya, kontrak itu seharusnya ada di sini.”

Eehhh yang ketemu adalah cetakan dari excel milik Nona Lee. *kan gawat.

“Apa ini? Orang tidak adil, tapi para dewa adil?”

****

Seorang pegawai mengangkat telepon dari Tuan Sim. “Ya, presdir sim. Aku sedang melihat data yang kuterima dari Direktur Do. Ternyata, ada yang menggelapkan dana perusahaan.”

“Siapa? Min Ik?”

“Bukan. Lee Eul Wang.”

“Siapa Lee Eul Wang?”

Saat pembicaraan ini, Tuan Sim lagi jalan sambil membawa dokumen dan Nona Lee melihat kejadian ini. “Sekretaris Direktur Ki Dae Joo. Tapi yang menarik adalah….dia menggunakan uang itu untuk membuat ruang tunggu supir dan mengurus kecelakaan kerja. Dan sepertinya beberapa sekretaris turut terlibat dalam hal ini.”

“Aku Cuma ingin menangkap ikan yang besar. Aku tidak butuh ikan kecil. Pastikan apakah Direktur Do menerima dana ilegal. Dan selidiki semua sekretaris yang terlibat agar aku bisa memecat mereka semua.”

Telepon ditutup Direktur Sim dan muncullah Nona Lee.

“Aku Lee Eul Wang.”

“Rupanya kamu yang menyuruh mereka mencuri.”

“Aku tidak pernah menyuruh siapapun. Aku sendiri yang melakukanya.”

“Aku sudah tahu. Ada beberapa orang yang terlibat.”

“Anda boleh memecat atau membunuhku. Lakukan apa yang anda mau. Tapi mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan. Mereka hanya koraban yang dipaksa menjalankan perintah.”

“Maafkan aku. Memancing bukan untuk melepaskan ikan. Tapi untuk menangkap ikan dan membunuhnya. Baik ukurannya besar atau kecil. Tunggu saja. Dan lihatlah bagaimana nasib kalian kelak.”

Eul Wang menghalangi Tuan Sim pergi. Tuan Sim masih ngebacot. “Kalian tiak akan dapat apa-apa dengan menghentikanku.”

“Kalau begitu. Bagaimana kalau aku menangkap ikan besar untuk anda? Jika aku menangkan ikan besar agar anda bisa menjadi presdir., akankah anda membebaskan yang lain?”

“Memang ada yang tidak bisa kulakukan tapi kamu bisa?”

“Orang secara fisik maupun mental mengalami gangguan dan tidak bisa menjalankan kewajiban mustahil dipilih sebagai presdir. Direktur Do, saat ini mengidap penyakit serius.”

“Do Min Ik? Penyakit apa?”

Lanjut ke bagian 4 yaaa… klik di sini.

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!