Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 26 Part 1

Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 26 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa... hayoookkkk dilanjut sedikit lagi selesai. Hu haaahh huuuaaahhh….

Jung akhirnya mencoba apa yang dikatakan oleh Veronica.. mencoba makanan yang mahal. “Baik mari kita coba.”

Kemudian di depan toko. Jung bicara pada mainan yang dijual. “Hai… maukah kamu bermain denganku?” eeeh mainannya geleng-geleng. Wkwkwkwkw. “Kamu juga tidak mau bermain denganku, ya? Aku orang yang jahat ya? Menurutmu, aku harus bagaimana? Kamu tidak tahu? Menurutmu, apakah aku bisa bertemu dengen Direktur Do lagi?”

*eehh mainnnya ngangguk.

“Benar aku bisa bertemu dengannya lagi?” *mainan ngangguk lagi.

“Ahjussi aku mau membeli itu.” *akhirnya kan dibeli juga.

***

Jung pun melihat pertunjukkan. Sayangnya dia mau memangis. “Ini lucu sekali.” Tapi malah memangis. Hingga suatu adegan Jung melihat sendiri adiknya Jung Nam Hee memerankan salah satu tokoh.

Kagetlah Jung.

“Kamu……” Ucap Jung.

Adikknya berkata. “Sial!!!!” wkwkwkwkw jadi inget kata dari Veronica.

****

Disidanglah si Nam Hee bocah tengil.

“Ini Pennsylvania?”

“Maafkan aku.”

“Apa?”

“Kakak bilang hanya aku yang bisa mengubah kelas sosial kita dan aku harapan kakak. Aku tidak bisa mengatakan aku ditolak.”

“Itu alasanmu?” Jung marah.

“Aku mencoba terus terang pada kakak. Tapi seiring berjalannya waktu. Aku menjadi takut. Aku takut Unnie tidak akan memaafkanku.”

“Kamu… menurutmu, dia orang yang paling menyayangimu? Mungkin kakak bukan orang yang paling kamu sayangi. Tapi kakak dan oppamu itu orang yang paling menyayangimu. Bersembunyi itu lebih parah daripada berbohong. Keluarga kita hanya kita bertiga. Kita tidak mungkin berpisah selamanya. Meskipun takut, kamu seharusnya bicara kepada kakak. Kamu tidak boleh bersembunyi seperti ini… Nam Hee… bisa ulangi ucapan kakak tadi? Bisakah kamu ulangi ucapan unnie barusan.” *yaeelaaahhh inget kejadian kebohongan sama Min Ik dan Jung malah sembunyi kan?

“Bersembunyi lebih parah daripada berbohong. Aku orang yang paling kalian sayangi. Kita tidak mungkin berpisah selamanya.”

“Benar. Kakak sebaiknya tidak bersembunyi. Meski takut, jangan lakukan ini kepada orang yang menyukai kakak. Dan besok adalah hari paling penting baginya.”

“Apa maksud Unnie?”

“Maafkan Unnir karena telah menjadi Unnie yang tidak baik. Kurasa kakak harus ke kantor sekarang. Kemaslah barang-barangmu dan pulanglah besok.”

Jung ngacir pergi.

****

“Akta perusahaan, diserahkan. Laporan kuartal dan laporan saham.” Min Ik kerja sendirian dengan tumpukkan kertas. “Ahhh… perlukah aku menghubungi para direktur lebih dahulu?”

Kemudian Jung muncul.

“Direktur Do. Ini aku, Sekretaris Jung.”

“Kamu tidak paham artinya dipecat?”

“Aku paham. tapi ada yang harus kusampaikan kepadamu. Tiga menit…. tidak. Bisakah kamu memberiku satu menit saja untuk mengatakannya?”

“Pergi. Aku tidak mau mendengar apapun darimu.”

***

Min Ik pergi membuat kopinya. Jung pun mengikutinya.

“Kalau begitu, selagi kamu membuat kopi. Tolong dengarkan aku. Awalnya,  aku hanya ingin duduk di kursi yang kamu tarik untukku. Kamu mungkin tidak memahami ini, tapi selama ini aku menarik kursi untuk orang lain. Aku ingin duduk di kursi yang orang lain untukku. Meski, itu bukan hanya soal kursi, karena aku bahagia. Menjadi wanita bagimu membuatku bahagia. Wanita yang kamu cintai, adalah diriku yang palsu, bukuan diriku yang sesungguhnya. Tapi kamu tetap mencintaiku. Aku tidak bisa berhenti karena momen itu membuatku bahagia. Maafkan aku.”

Lanjut ke bagian 2 yaaa. Klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat