Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 25 Part 4

Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 25 Part 4 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di sini yaaa. Kalau di drama asli dari koreanya. Ini adalah dua minggu terakhir. Jadi nanti mau kelar bentar lagi. Jadi masih harus semangat kan guys?

Ibu Lee kembali mengadakan pertemuan. “Hari ini, aku mengumumkan pembubaran Euldoguk.”

“apa? Kenapa tbtb dibubarkan sunbae nim?”

“apakah karena Direktur Do memegang fail excel itu?”

Nona Lee menjawab. “Kita harus menunggu dan melihat situasi ke depan. Tapi karena kini Eun menjadi buronan. Direktur Do pasti akan beraksi.”

Ahjumma Koo menjawab. “Anda tahu yang selama ini kita lakukan demi Euldoguk.”

“Seperti janji kalian saat bergabung. Aku akan bertanggung jawab penuh apabila kita ketahuan. Jadi, jika terjadi sesuatu di kantor ini. Nyatakan bahwa kalian tidak terlibat denganku. Nyatakan juga bahwa hanya aku yang mengeloka Euldoguk.”

***

Do Min Ik dan Ki Dae Joo di lapangan. Lihat rang orang main bola.

“Hei.. bukankah kamu pernah mengatakan ini. Bahwa kamu harus menyelesaikan masalah wanita.”

“Lain kali saja. Aku tidak mau menghancurkan hatimu saat kepalamu sudah sakit.”

“Sudah kubilang, karena aku tidak bisa melihat wajahmu. Aku sudah salah paham kepadamu. Ada apa?”

“Veronica Park. Aku juga menyukai dia.”

“Aaaaauuuu dasar bajingan ulung.” Ucap Min Ik sambil tertawa. “Aku penasaran bagaimana caramu mendapatkan kontrak dengan Cinepark.”

“Yak… kamu pikir ini lucu?”

“Jadi, aku memang menyukai Veronica Park. Tapi ternyata, dia hanyalah orang asing.”

“Apa maksudmu?”

“Ceritanya panjang.”

****

Veronica Park mengunjungi Jung di rumahnya.

“Kamu tidak bisa lebih kreatif dengan aktingmu yang menyedihkan itu? Kamu sungguh membutuhkan properti semacam ini?”

Jung pun bangun. “gips lehermu akhirnya dilepas.”

Kibas-kibas kepala deehhh Vero… “Sebagai gantinya. Aku memakai penyokong pinggang. Aku tidak bisa meregangkan punggungku sampai kemarin gara-gara ibuku. Dan akhirnya aku bisa meregangkan tubuh pagi ini.” Abis digebukkin emakkk.

“Pimpinan Park bilang apa? Saat mendengar soal Direktur Ki.”

“Dia terus memukuliku, jadi, aku tidak mengingat jelas. Perampasan harta benda, pemutusan hubungan ibu dan anak, dan keinginan untuk menghabisi orang. Kurasa aku mendengar hal semacam itu. Bosmu bilang apa?”

“Aku dipecat.”

“Kamu beruntung dia tidak mengajukan gugatan.”

“Aku harus bagaimana? Aku sempat berpikir untuk menemui dia dan memohon maaf.”

“Kamu melihat banyak orang kaya yang menyalahgunakan kekuasaan di TV. Pernahkah kamu melihat mereka memaafkan orang setelah mendengar permohonan maaf yang tulus?”

“Tapi aku tidak bisa diam saja.”

“Tentu saja kamu harus melakukan sesuatu. Saat dipukuli oleh ibuku, aku terus menjerit dan merintih. Dia baru akan merasa puas saat aku bereaksi.”

“Lantas aku harus bagaimana?”

“Saat aku tidak bisa berpikir. Obat yang paling baik adalah…”

“Apa?”

“Pertama, kamu harus memakan makanan yang sangat mahal. Makanan yang membuatmu mengatakan hidangan mungil ini mahal? Tempat gilaaaa macam apa ini? Makanan mahal yang akan membuatmu merasa seperti itu. Lalu, kamu harus membeli barang bagus yang sangat tidak berguna. Dan tontonlah acara komedi yang membuatmu cekikikan. Acaranya harus lucu sampai membuatmu merasa tidak enak karena tertawa terbahak-bahak, padahal kamu baru saja dipecat. Dengan begitu, kamu pasti akan tahu tindakkan apa yang harus kamu lakukan.”

Veronica Park bahkan memberikan kartu kreditnya. “Semoga berhasil.”

*****

Veronica menelepon… “Halooo… kamu baru saja menanyakan aku siapa?”

****

Veronica menemui Do Min Ik… “Halooo aku Veronica Park yang ori.”

“Ya.” Min Ik masih lemes kayak bihun di kondangan. “Kenapa kamu ingin menemuiku?”

“Begini… aku tidak bisa diam saja melihatnya menderita. Kurasa dia berada di ranjang sepanjang waktu karena bau kamarnya seperti kandang kuda. Dan dia pasti menangis karena matanya bengkak. Dia terlihat menderita.”

“Jika kamu sudah selesai bicara. Aku mohon pamit.”

“Aku yang menyuruhnya untuk melakukan itu.” Ucap Vero. “Memang dia yang memulainya. Tapi aku yang membuatnya terus melakukannya. Dia ingin terus terang meskipun sangat beresiko. Aku yang menghentikan dia, dengan alasan akan menjadikanmu presdir.”

“Kenapa kamu melakukan itu?”

Lanjut ke bagian 5 yak. klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat