Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 25 Part 3

Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 25 Part 3 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di sini yaaa… yokkkk dilanjut obrolan Min Ik dan Dokter Gu yang udah kayak sama temen aja.

“Jadi, kamu ingin aku meninggalkan pasienku dan ke kuba bersamamu?”

“Siapa lagi yang harus kuajak? Sekretarisku telah membohongiku. Aku meragukan temanku, keluargaku… keluargaku…. sejak awal aku tidak punya keluarga.”

“Biar kulihat. Aku tidak bisa ikut ke kuba. Tapi aku bisa memeriksa lehermu. Jika dua wanita yang kamu cintai itu adalah wanita yang sama. Bukankah itu justru bagus?”

“Bagus. Anda tahu bukan itu inti masalahnya!”

“Pasti dia punya alasan.”

“Sebenarnya anda memihak siapa?”

“Aigooooo….baiklahhhh…” Dokter Gu pun mengumpat. “Aiiiigoooo dasar wanita sialan!!! Sungguh penyihir kejam!!!! Dia menjijikan sekali!!! Kamu sudah puas? Sepertinya kamu teratur minum obat. Berkat itu, penyakitmu tidak memburuk. Jika tidak, kondisimu pasti makin parah.”

“Masa bodoh. Pokoknya. Aku akan pergi. Masih banyak tempat lain yang ingin kukunjungi!!!”

***

Min Ik malah ke kantornya lagi. “Tidak kusangka. Hanya tempat ini yang bisa kukunjungi.” Min Ik pun melihat mainan kapal milik Dae Joo.

>>>>

Di ruangan rumahnya, Dae Joo masih bekerja. “Ya. Pak Park. Bagaimana dengan nomor telepon rumah Pak Eun dan lainnya? Baik. Jika kamu berhasil menghubungi dia, tolong kabari aku.

Min Ik datang bertamu dengan membawa mainan kapalnya. Sambil manyun juga kayak Veronica Park.

“Aku sudah dengar yang terjadi di kantor polisi. Tapi saat kali pertamaku bertemu dengan Pak Eun, dia terlihat baik.”

“Dae Joo, karena kamu sudah memberikan surat pengunduran dirimu. Bagaimana kalau kita ke kuba dan belajar menari salsa?” Min Ik memperlihatkan video… drama Encounter kali yak?

“Untuk apa kamu ke kuba? Pemilihan presdir tiga hari lagi. Kamu tidak tahu itu?”

“Aku tidak tahu. Masa bodoh dengan presdir.”

“Tapi kamu bilang kamu melihat wajah si pelaku. Lantas bagaimana mungkin kamu tidak mengenali orang yang menikammu saat dia kembali menjadi sopirmu?”

“Sebenarnya… aku sedikit sakit.”

“Kamu sakit?”

“Aku mengalami kecelakaan di perahu. Kepalaku mengalami cidera saat itu. Ternyata, klip yang mereka taruh di kepalaku selagi aku dioperasi bergeser atau semacamnya.”

“Apa? Kamu bilang kamu baik-baik saja.”

“Dae Joo yaaa… aku… tidak bisa melihat wajahmu.”

“apa?”

“Mata. Hidung. Dan mulutmu. Aku tidak bisa melihat semua itu. Jangan-jangan, mungkin aku harus hidup seperti ini selamanya. Aku merasa tidak enak kepadamu, yang mengurusku sejak usia 7 tahun. Itu sebabnya, aku tidak mau memberitahu soal ini.” Min ik berkaca-kaca.

“Min Ik aahh…”

“Tahukah kamu? Jika kamu tidak bisa melihat wajah orang lain, kamu juga tidak bisa melihat isi hati mereka. Aku tidak bisa menebak ekspresi wajah atau isi pikiran mereka.” Min Ik beneran nangis. “Maafkan aku Dae Joo. Tapi….. aku tidak mau merepotkanmu lagi.”

“Bagaimana kalau kita keluar?”

****

Jung melihat foto Ibunya di rumah. “kenapa Ibu tidak datang? Apa Ibu datang terlambat hari ini?” Jung Gal Hee sedih karena dipecat.

Oppanya yang datang. “Jung Gal Hee. Kenapa belum tidur?”

“Oppa. Ini aneh. Ibu tidak datang. Mungkin kini Ibu membenciku. Kurasa dia membenciku karena aku orang jahat. Aku harus bagaimana sekarang?”

“Ada apa? Kamu mengalami masalah?”

“Jika aku menemui Direktur Do besok dan meminta maaf atas perbuatanku. Akankah dia memaafkanku? Mungkin tidak ada yang mau melihatku.”

“Siapa yang tidak mau melihatmu? Ada kakak. Kakak ingin melihatmu. Tapi mungkin tidak akan bisa. Siapa yang tidak mau melihat wajah manismu itu?”

Gal Hee memeluk oppanya sambil menangsi…. aaahhhh banyak air mata nih.

Lanjut ke bagian 4 yaaa klik di sini.

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!